
Edward dan Eder kini tengah berada di dalam mobil, kesunyian dan keheningan terjadi di dalam mobil. Eder yang sedari tadi terdiam sebenarnya ingin menyiapkan diri lebih dulu untuk memberitahu info semalam yang ia dapatkan.
' Jika sekarang juga ku beritahu berasa kurang pantas untuk moment nya. Mungkin setelah di kantor akan lebih baik di beritahu,' batin Eder.
Sementara Edward duduk santai sambil memainkan ponsel nya.
" Lagi ngapai?' tampak bahwa Edward mengirim kan pesan kepada Lea.
" Duduk,"jawaban singkat pesan Lea.
" Jangan kemana mana tanpa seizinku, jangan coba coba melangkah satu langkah pun keluar dari rumah!" pesan memerintahkan dari Edward.
"😑" Emot yang Lea kirim membuat Edward jadi kesal dan melempar ponselnya sedikit kuat.
" Ck!" Edward berdecih kesal, lagi lagi ia tambah kesal jika Lea begitu dingin bahkan melalui chat sekalipun.
Eder yang melirik Edward dari kaca mobil, menyunggingkan senyum miring seolah olah seperti mengejek. Untung nya Edward tidak melihat Eder dari kaca.
Sesampainya di Perusahaan kedua nya langsung turun dan dimana mereka berdua memasuki Perusahaan dengan sikap arogan. Bahkan sampai memasuki ruangan Edward.
" Tuan,," Eder melangkah mendekat pada Edward.
" Hmm,,," tampak bahwa mood Edward sedang tidak baik.
" Ini Tuan," Eder memberikan sebuah Map pada Edward dimana orang suruhannya saat subuh tadi mengantarkan Map tersebut dengan Eder.
Edward membukanya dan membaca dengan teliti, ternyata berisi mengenai informasi yang semalam itu di beritahu orang suruhannya. Keduanya tangannya mengepal penuh amarah, wajahnya tampak pias dan merah padam.
" Kurang ajar!" Edward menumbuk tembok dengan begitu keras sampai melukainya punggung tangannya. Terlebih yang ia pikirkan adalah Elena adiknya yang menjadi sasaran utama Gino.
" Sudah dapat titik terang nya?" suara dingin Edward begitu mencengkam rongga rongga terdalam Eder.
" Semalam saya sudah periksa Tuan, dan saya sedang menunggu informasi dari orang orang kita." Balas Eder dengan datar.
Dada Edward naik turun, mengingat bahwa musuh terbesar mereka sejak kuliah dulu ternyata berani berani nya mengusik ketenangan nya lagi. Padahal dulu setelah selesai kuliah keluarga Gao tidak ada berani melakukan niat apapun. Tetapi kali ini, Edward memang tidak tinggal diam lagi. Memang,setelah Edward menemukan Lea dan Hansel ia sudah begitu jarang memainkan profesinya sebagai MR. MAFIA, namun sepertinya ia akan kembali lagi ke dunia gelap nya.
"Drttt,,,,drtt,,,"tiba tiba bunyi ponsel Eder menghentikan sedikit kemarahan Edward yang masih terus menumbuki tembok.
" Tuan, kami sudah dapatkan!" ternyata yang menelfon adalah orang suruhan Eder semalam.
" Katakan!"
"Perusahaan LU, diantara tiga Perusahaan yang Tuan pinta kan, setelah kami selidiki ternyata Perusahaan mereka yang menjalin kerja sama dengan Keluarga Gao." Jelas orang orang nya.
Tangan nya ia kepal, mencoba menahan amarahnya." Perusahaan LU? kurang ajar! beraninya mereka!" Eder menggeram amarahnya.
__ADS_1
" Lakukan penyelidikan lebih lanjut lagi!" tegas Eder.
" Baik!"
" Tut!"
" Tuan, ternyata Perusahaan LU yang mencoba untuk mempermainkan kita, begitu nekad sekali Keluarga Gao," tutur Eder pada Edward.
" Biadab! tiba tiba saya merasa lapar akan menggunakan jubah dari kulit harimau. Sekarang juga kita ke tempat peleburan. Dimana tempat itu sudah begitu lama sekali tidak ku kunjungi lagi," tegas Edward dengan melangkah tanpa menanti jawaban Eder.
' Nona Lea, kelak jika pun anda tahu dunia gelapnya Tuan Edward saya harap anda tidak menyia nyiakan dia. Dan mungkin mulai saat ini kami akan kembali dalam dunia kegelapan karena itu adalah dunia kami. Masih begitu banyak urusan yang belum terselesaikan,' batin Eder.
Tiba tiba ia teringat pada Lea yang berpikir bahwa Edward hanya seorang direktur biasa tanpa mengetahui dunia gelap yang sebenarnya.
______
Tempat gelap nan menyeramkan kini telah mereka datangi. Seperti yang Edward ucapkan tadi, sekarang ia telah mengenakan jubah dari kulit harimau.
"Keluarkan mereka semua dan suruh menghadap padaku," suara mencengkam yang mengharuskan orang yang menjaga tempat itu membawa orang orang yang sudah terkurung di tempat itu selama beberapa bulan terakhir.
Berkisar dua belas orang keluar dari tahanan tempat itu menghadap kepada Edward. Mereka adalah orang orang yang selama ini Edward beri waktu untuk bernafas, tentunya karena suatu alasan yang kuat. Dan sekarang tangannya dan matanya begitu haus untuk kembali melakukan profesinya.
Tangan Edward memberikan kode dengan isyarat meminta sesuatu dari Eder. Dengan cekatan Eder segera menyerahkan pedang yang begitu menyeramkan di pandang mata.
Kedua belas orang itu tampak gemetaran sekali dengan sekujur tubuh yang tak kuasa untuk berdiri lagi. Air mata mereka terus berjatuhan tiada henti.
" Tuan, kami mohon maafkan kami," ucap mereka semua dengan memohon. Penuh isak tangis berharap ada suatu pengampunan.
" Tuan,,, kami mohon,,,," mereka semua sampai berlutut di bawah dengan penuh harapan.
" Mengapa? butuh pengampunan? bukankah kalian sendiri yang nekad menjadi mata mata para musuhku? maka terima juga akibatnya. Kebetulan pedang ku ini sudah tampak begitu lapar untuk mendapatkan darah segar dan melepas semua anggota tubuh kalian. Saya rasa waktu kalian untuk bernafas sudah begitu lama sekali saya waktu bukan?maka,,,,,"
"*Srek,,,,"
"Srekkk,,"
"Srekkk,,"
"Srekk*,,"
Sampai berulang kali, dimana kini pedang itu telah mendapatkan banyak darah segar. Begitu banyaknya darah segar yang mengalir dari sebelah tangan mereka. Rasa perih dan sakit yang menyayat nyayat begitu menghancurkan.
" Tuan,,, kami mohon ampun," ucap mereka dengan sisak isak tangis sampai cekukan.
Edward benar benar sudah gila, ia yang di penuhi amarah terus di lampiaskan dengan mengisyaratkan sesuatu, Eder bertindak memberikan pistol kepada Edward.
__ADS_1
" Dorrrr,,,,"
" Dorrr,,," Eder dan Edward berulang kali menancapkan peluru yang sampai menembus rongga rongga mereka.
" Arggg!!!!" Bahkan untuk benafas saja tidak ada kesempatan lagi.
" Bughhh,,," bersamaan mereka semua tergeletak di lantai bersimbah darah segar yang terus mengalir.
" Lepaskan semua daun telinga mereka lalu jual ke RS, mungkin banyak orang orang yang membutuhkan." Titah Edward.
Sesuai yang Edward perintahkan, orang orang nya begitu brutal melakukan nya sampai mendapatkan semua.
" Awetkan lalu jual," titah Edward.
Begitu kejam nya yang telag Edward perlakukan saat ini, namun ia yang di selimuti amarah tidak pandang bulu lagi.
" Saya sangat menginginkan suatu pertunjukan yang mengangumkan sebelum pertunjukan yang sebenarnya terjadi," tutur Edward.
Orang orang nya seakan mengerti maksud Edward dan dengan cekatan langsung melemparkan kedua belas orang itu masuk kedalam peleburan timah panas yang siap menghancurkan sampai berkeping keping. Tidak ada lagi, lenyap sudah, hancur di telah timah timah panas tersebut.
"Begitu menyenangkan," Edward menyunggingkan senyuman maut bagi siapapun yang melihat pasti sangat ketakutan.
" Hari ini juga saya ingin Perusahaan LU bangkrut, dan seret orang orang yang menjalin kerja sama dengan Keluarga Gao ke tempat ini tepat malam nanti!" Suara penuh penekanan dengan amarah yang mendalam tak usai usai nya.
Eder mengerti itu dan langsung memberi pesan kepada orang suruhannya untuk melakukan seperti yang Edward pintahkan.
"Sudah Tuan," lapor Eder.
" Lalu bagaimana dengan Gino, Tuan?" tambah nya lagi.
" Pria binatang itu akan mati lebih menggenaskan daripada keluarga nya. Tunggu saja di waktu yang tepat," balas Edward yang murka.
" Baiklah Tuan,"
" Jika sampai seujung kuku saja adikku terluka karena nya, maka seperti seujung kuku juga semua anggota tubuhnya hancur berkeping keping." Ucap Edward yang begitu ingin melampiaskan segalanya. Baginya pertunjukan barusan kurang menyenangkan dan akan lebih menyenangkan di pertunjukan selanjutnya.
____
Uh😥takut deh bang Ed😶
Trus Lea gimana donk? apakah akan terima jika tahu Edward Yang sebenarnya? heheh😚 tetap setia nantikan eps selanjutnya.
LIKE KOMEN DAN VOTE
SALAM ^^
__ADS_1