Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 10. Ternyata


__ADS_3

Setelah 2 hari bolak balik antara kampus, kantor, dan apartemen, akhirnya Benjiro bisa bernafas lega karena berhasil memasukkan sang tuan ke universitas tersebut.


Sungguh Benjiro tak habis pikir dengan keinginan Ar yang ingin kembali menjadi anak kampus itu.


" Bos beres tuh, tinggal masuk doang besok."


" Thank Njir."


Arduino tersenyum puas. Akhirnya dia bisa berada di dekat cewek dingin itu. Dengan sedikit paksaan kemarin Ar berhasil mendapatkan nomor ponsel Elisa.


" Aku tunggu di depan kampus. 10 menit kau harus sampai. Jika tidak, siap-siap utang mu akan bertambah."


Tring, ponsel Elisa berbunyi. Gadis itu baru saja ingin menyendok kan mie ayam ke mulutnya akhirnya tidak jadi. Ia meletakkan sendok itu kembali dan bergegas pergi.


" El, mau kemana? Kamu belum jadi makan," teriak Olin.


" Aku ada perlu Lin, makan aja itu mie, mubazir. Udah aku bayar," ucap El sambil berjalan meninggalkan kantin kampus.


Elisa menggerutu lebih tepatnya mengumpat dengan pesan Arduino yang tiba-tiba memintanya bertemu.


" Dasar pria tua kampret. Seenaknya sendiri dia melakukan itu padaku. Awas aja. Sabar-sabar hanya 3 bulan. Setelah itu aku akan bebas."


Ya waktu mereka keluar dari perusahaan Baskoro tempo hari, Ar yang sengaja mendekati El dengan dalih meminta balas budi membuat kesepakatan. Kesepakatan itu yakni El dengan suka rela menuruti semua keinginan Ar selama tiga bulan dan tidak boleh menolak sedikitpun.


Tentu saja akal-akalan Ar disetujui oleh El. Ar selalu menyinggung apa yang sudah pria itu lakukan untuk El.


Tampak di depan kampus Ar sudah berdiri sambil bersandar di mobil miliknya. Sejenak El terpesona dengan tampilan Ar. Pria bule itu mengenakan celana jeans warna biru ditambah dangan kaos hitam yang dipadukan dengan hodie warna senada. El kemudian menggelengkan kepalanya pelan.


" On time, good girl. Apa kau sudah selesai kuliah?"


" Sudah."


" Baiklah masuk ke mobil."


El sebenarnya merasa enggan, akan tetapi dia sudah membuat janji dan pantang baginya untuk ingkar. Dengan wajah dan langkah malas-malasan El berjalan memasuki mobil.


Braaak!!!

__ADS_1


Gadis itu menutup pintu mobil dengan sangat keras membuat Ar sedikit terjingkat.


" Ee buset dah, nih anak prawan kagak ada alus-alusnya."


" Jalan atau saya turun."


" Iye, galak bener. Gue cium juga nih kalau manyun mulu."


Seketika El menutup bibirnya dengan tangannya. Ar tentu saja terkekeh geli. Sungguh ia menemukan kesenangan setiap menjahili Elisa. Ar membawa El ke supermarket. Pria itu memilih bahan-bahan makanan dan memasukkan ke dalam troli belanjaan. El hanya mengekor membiarkan Arduino melakukan apapun yang pria itu inginkan hingga Ar selesai dan membawanya ke kasir.


" Untuk apa belanja banyak begini?"


" Isi kulkas, dan tentunya semua bahan ini untuk kamu masak selama beberapa hari. Hal yang harus kamu lakukan adalah memasak untukku setiap pulang kuliah."


Mata Elisa membulat sempurna. Memasak? Itu adalah salah satu hal yang tidak bisa ia lakukan. Gadis itu hanya diam tanpa berkata apapun.


Setelah berkendara selama satu jam akhirnya mereka sampai juga di sebuah kawasan apartemen. Ar meminta Elisa untuk mengikutinya masuk hingga sampai di apartemen milik Ar.


" Masuklah bukankah kau pernah di sini sebelumnya."


Elisa tentu tidak asing dengan apartemen Ar. Apartemen tersebut merupakan tempat di dibawa oleh Ar pada malam hari hujan waktu itu.


" Tidak masalah, sekarang waktunya kau membayarnya bukan."


Senyum Ar terbit, sungguh terlihat sangat tampan. El hanya bisa mendengus. Di satu sisi ia kesal karena harus terjebak oleh kelakuan absurd pria di depannya itu tapi di sisi lain ia merasa memang harus membalas kebaikan Ar.


🍀🍀🍀


Peredaran narkotika semakin menjadi. Bahkan sudah mulai merambah masuk ke wilayah Universitas Nusantara. Dengan cara sembunyi-sembunyi dan tanpa tahu siapa kurir yang bertugas untuk mengantarkan barang haram tersebut.


Mereka akan memesan melalui sebuah pesan singkat kemudian transaksi dilakukan dengan cara menaruh barang tersebut ditempat yang ditentukan.


Penjual bahkan hanya mau menerima uang tunai saja. Karena mereka tidak ingin mudah ingin terdeteksi oleh pihak manapun.


Seperti halnya saat ini seseorang tengah menyeringai penuh dengan kepuasan saat mengambil uang yang ditaruh di sebuah kantong plastik hitam di samping tempat sampah sebelah bangku taman kampus. Orang itu benar-benar sangat puas. Selama setahun berada di tempat itu , ia berhasil memperluas daerah penyebaran penjualannya. Mulai dari kampus ini hingga masuk ke kalangan kelas atas.


" Tck, ternyata sangat mudah melakukan ini. Kak Dean harus bangga kepadaku. sudah ku bilang jangan terang-terangan membawa barang tersebut pasti hanya aan ketahuan oleh K."

__ADS_1


Orang terebut bergumam pelan hingga seseorang menghampirinya dan menyapanya. ia pun buru-buru memasukkan kantong plastik hitam yang baru saja ia ambil ke dalam tas miliknya.


" He, bukankah kau teman Elisa?'


" Aaaah ya, jika aku tidak salah kau senior Elisa bukan?"


Adzar mengangguk, sepertinya Elisa bercerita tentang nya kepada temannya. Ada rasa senang yang menjalar dihatinya. Edzar meminta izin untuk duduk di sebelah Olinda.


" Apa kamu tidak bersama dengan El?"


" Tidak, tadi El terlihat buru-buru pergi. KAlau tidak salah ia pergi bersama seorang pria tadi. mungkin kekasihnya."


Olinda bukanlah bodoh. Tadi disaat El buru-buru meninggalkannya, rupanya dia pun ikut menyusul El secara diam-diam. Seringai terbit di bibirnya saat mengetahui El pergi menemui Arduino.


Melihat ekspresi Edzar dapat ia simpulkan bahwa pria itu memiliki perasaan kepada El. Ia akan menggunakan hal tersebut untuk membuat pertikaian dengan Ar si King Mafia Black Wolf.


" Apakah El sudah punya kekasih?"


" Entahlah tapi ku lihat beberapa hari ini dia sering pergi menemui orang itu."


" Apa kau bisa membantuku untuk mengetahui keberadaan Elisa. ini nomor ponselku."


" Tentu aku akan membantuku. Ku rasa kau lebih pantas bersama dengan Elisa dari pada orang tersebut."


Edzar tersenyum mendengar perkataan Olin. ia kemudian berlalu dari tempat tersebut setelah bertukar nomor ponsel dengan sahabat wanita yang ia sukai.


Sedangkan kan Olin menarik sudut bibirnya.


" Akan ku buat kau kerepotan Ar, agar fokus mu teralihkan kepada El. Gadis itu benar-benar membawa keberuntungan buat ku."


Olin pun ikut bangkit dari duduknya dan melenggang pergi. Olinda Beitris Benicio adalah nama lengkap dari Olinda. namun ia hanya menggunakan nama depan dan nama tengahnya saja di semua kartu identitasnya saat memasuki negara ini. Berperan sebagai mahasiswa pertukaran membuatnya dengan mudah lolos masuk ke negara ini tanpa terdeteksi oleh orang-orang Black Wolf maupun Wild Eagle. Dengan leluasa gadis itu melakukan pasar narkobanya. Meski berjalan setengah tahun tapi dia benar-benar bisa menjangkau kalangan atas.



Olinda Beitris Benicio


Pict. By pinterest

__ADS_1


TBC


__ADS_2