Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 56. Tawaran Ar


__ADS_3

Saat ini ar berada di rumah sakit. Ia benar-benar harus membicarakan ini dengan Dean. Sebenarnya ada nilai lebihnya juga bekerja sama dengan Dean untuk melawan Malvis. Ar tidak perlu menarik Sisi. Ia tidak ingin saudara kembarnya itu terlalu kepikiran mengenai klan mafia satu ini. Ar ingin Sisi fokus saja dengan putranya.


“ Aku baru saja mendapatkan kabar bahwa Malvis mulai muncul ke permukaan. Dia menghampiri Elisa dan satu anak buah ku yang bernama Mia.”


Dean tentu terkejut dengan apa yang dikatakan Ar. Bagaimana Ar bisa setenang itu mendengar Malvis mendekati kekasihnya.


“ Apa kau tidak khawatir?”


“ Kampret, jelas khawatir lah gue.maka dari itu gue kesini buat ngebahas tentang Si bangsaat Malvis ini. Jujurly, aku udah nggak sabar buat menghancurkan keberadaan pria itu. Dean, mereka sungguh mengganggu dan berbahaya. Perdagangan manusia, oh shiitt aku sungguh tidak menyukainya.”


Dean mengangguk ia setuju dengan apa yang Ar ucapkan. Dalam dunia hitam ini Dean paling tidak menyukai perdagangan manusia. 


“ Baiklah, lalu apa yang akan kita lakukan?”


“ Yang pertama menggagalkan penyelundupan orang-orang yang berhasil. Malvis dapat malam ini. Sesuai informasi dari orang ku, Malvis akan mengirim setidaknya 30 wanita. Kita akan menggagalkan itu.”


“ Apakah itu tidak mengundang kemarahannya?"


Pertanyaan Dean ditanggapi dengan sebuah senyuman oleh Ar. Itulah yang ia inginkan. Ia ingin Malvis marah. Jika dia tidak salah, Malvis memiliki temperamen yang buruk. Saat dia marah maka Malvis akan terkesan terburu-buru dan gegabah dalam bertindak. Dan hal itulah yang Ar harapkan.


" Kau tenang saja. Aku sudah memperhitungkannya. Oh iya kali ini aku akan menggunakan senjata lain. Kau akan tahu nanti. Haish, bocah itu selalu minta jatah saat aku akan beraksi."


Dean benar-benar tidak tahu apa yang Ar bicarakan. Namun satu hal yang dipahami, Ar bertekad membabat habis Rogno Valenoso hingga tak bersisa. Ia akan mendukung penuh tindakan Ar. 


***


Jason yang diberi kabar Ar akan beraksi tentu sangat senang. Ia akan mendapatkan tikus-tikus percobaannya lagi. Tapi sesuai yang diminta Ar, ia akan menyediakan senjata biologi yang sudah dibuatnya. Kali ini Ar meminta RM-02 dan RH-03. 

__ADS_1


Awalnya Jason merengek agar mengeluarkan RM-02 saja ia butuh banyak tikus di lab nya. Tapi dengan tegas Ar menolak.


" Tck males banget bawa orang banyak-banyak Jas. Keluarkan RH-03 atau aku sama sekali tidak akan memberimu jatah."


Jason tentu saja langsung terdiam. Ia memilih setuju dengan apa yang Ar mau ketimbang sama sekali tidak diberi oleh-oleh.


Dengan dibantu berapa asisten terpercaya nya, Jason menyiapkan apa yang diminta oleh Ar. Aksi tersebut akan dilaksanakan malam ini. Penggagalan perdagangan pasar gelap akan dilakukan oleh Al.


Kali ini ada yang berbeda karena Jason akan ikut. Dokter tersebut sudah sangat lama tidak nyemplung ke medan perang dan kali ini dia memaksa ingin ikut.


Ar sedikit memicingkan alisnya saat Jason berkata demikian. Pasalnya Jason sudah terlampau nyaman hidup di rumah sakit dan lab miliknya.


" Apa yang kau cari?" tanya Ar langsung. Ia merasa Jason memiliki alasan atas keinginannya untuk ikut.


" Tidak ada Ar, aku hanya ingin memilih sendiri tikus ku. Dan aku ingin berolahraga. Sudah lama kan aku tidak melakukan ini bersamamu," jawab Jason yang sama sekali tidak Ar percaya. 


Ar tentu tahu siapa Jason. Dari remaja Jason bukan tipe-tipe orang yang suka bertempur terang-terangan begitu. Dia akan ikut ke medan pertempuran pun karena disuruh oleh Rodriguez yang saat itu masih jadi ketua Black Wolf. Jadi sangat aneh saat Jason minta sendiri untuk ikut.


*


*


*


Kini semua sudah berkumpul di sebuah tempat yang tidak jauh dari dermaga. Ya kapal menjadi salah satu alat transportasi favorit bagi para penyelundup untuk menyelundupkan barang dagangan mereka. Meskipun keamanan dan pengawasan daerah dermaga sama bagusnya dengan airport tapi di pelabuhan tentu lebih mudah memanipulasi keadaan.


Rupanya Dean dan Rex juga ada di sana beserta anak buah Magna Arbor yang siap untuk ikut meramaikan pesta ini. Ar berada di depan pasukan bersama dengan Dean memberi tahu strategi yang akan dilakukan.

__ADS_1


" Semuanya dengarkan, kalian masing-masing akan mendapatkan sebuah senjata yang isinya bukan peluru melainkan racun. Ada 2 jenis racun yang akan dipakai disini yakni RM-02 dna RH-03. RM-02 adalah senjata dengan racun tingkat menengah, orang yang tertembak akan mati dalam kurun waktu 3 hari jika tidak segera mendapat penawarnya. Dan RH-03 adalah senjata dengan racun tingkat atas, orang yang terkena ini akan mati hanya dalam hitungan detik. Jadi aku harap kalian hati-hati, pergunakan senjata ini sesuai dengan fungsinya."


Semua orang mengangguk paham. Pasukan yang berjumlah 50 orang itu mengerti tugasnya. Terlebih anak-anak Black Wolf sudah sering melakukan itu. Tapi anak-anak Magna Arbor belum, tentu ini merupakan kali pertama mereka menggunakan senjata dengan peluru racun.


Dean memandang ke arah Ar dengan pandangan yang sulit diartikan. Pria itu benar-benar menemukan hal lain dari diri Ar.


" Hebat, sungguh hebat. Jika dia mau bahkan dia bisa jadi klan mafia terkuat. Senjata ini bisa membuat klan mafia di seluruh dunia ketakutan dan tunduk. Tapi dia enggan melakukannya, malah di bersikukuh untuk pensiun. Kau benar-benar hebat Ar."


Dean bergumam dalam hati. Dean akhirnya tahu kenapa klan mafia luar tidak bisa tembus ke tanah air. Penjagaan Ar terhadap negaranya sungguh luar biasa. Mungkin Ar memang berlabel mafia tapi jika ditelisik lebih jauh Ar adalah pelindung negara ini.


" Dean apa ada yang ingin kamu sampaikan?"


" Eeh, tidak. Sudah cukup."


Ar mengangguk, tepat pukul 11 malam mereka mulai bergerak. Dengan menggunakan 3 kapal tentunya. Ar meminta Dean untuk dekat dengannya. Ar tahu Dean masih belum full pulih, tapi Ar merasa lega karena ada Jason. Jason pasti tahu mengenai kondisi Dean.


“ Tuan apa tuan yakin akan ikut kali ini?” Rex bertanya dengan raut kekhawatiran kepada Dean.


“ Iya Dean, lebih baik kau di pelabuhan saja dan tidak usah ikut ke laut. semuanya sudah cukup disini,” imbuh Ar setuju dengan ucapan Rex.


Tapi Dean menggeleng secepatnya. Ia benar-benar dalam kondisi yang sangat baik sekarang. Jadi tidak ada alasan baginya hanya menunggu saja.


“ Tck, apa kalian berpikir aku ini lemah. Aku juga harus menyapa orang yang membuatku begini bukan? Aku ingin tahu bagaimana reaksinya saat melihat orang yang sangat diinginkan mati tapi masih berdiri di depannya.”


Ar mengangguk mengerti, ia yakin Si Malvis itu pasti akan sangat terkejut.


“ Baiklah mari beri dia kejutan yang menyenangkan. Are you ready dude?”

__ADS_1


“ Yeaaah, paratus sum (aku siap)!!"


TBC


__ADS_2