
Disisi lain Silvya merasa ada yang tidak beres dengan perasaannya. Ia sedari tadi kepikiran mengenai Ar terus menerus. Ibu satu anak itu langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi kembarannya tersebut.
“ Ar, Where are you?”
“ Di rumah sakit lah dimana lagi.”
Silvya membuang nafasnya kasar. Ia tahu Ar bohong. Silvya mencoba bertanya sekali lagi tapi jawaban Ar tetap sama.
“ Jangan bohong, dimana kamu?”
“ Ishh bawel banget. Iya aku lagi dijalan, dan kebetulan aku di kepung.”
Silvya menahan nafasnya mendengar jawaban Ar. Tanpa pikir banyak Silvya langsung berganti pakaian dan membawa sebuah tas ransel. Ia menitipkan Nataya kepada sang mommy. Dengan alasan ada yang mau dibicarakan dengan Ian, Silvya pun segera pergi dari rumah. Tentu baik Harold maupun Fatimah tidak curiga. Selama Silvya tidak berangkat ke perusahaan Ian adalah orang yang Silvya sangat dipercaya untuk mengurus Linford Transportation.
" Drake cari tahu keberadaan Ar.”
Silvya langsung menghubungi Drake. Tentu saja Drake bergerak cepat untuk menemukan lokasi Ar. Terlebih Drake juga menempatkan alat pelacak di ponsel King dari Black wolf tersebut.
Di sisi lain, Ar masih berputar-putar di tengah kota J. Ia sengaja mengulur waktu agar mereka tidak bisa melakukan apapun di kota. Ar sedang mencari tahu siapa yang tengah bermain-main dengannya itu.
“ Sepertinya orang-orang ini sudah menunggu lama. Baiklah aku tidak akan membuat kalian kecewa.”
Ar kemudian melajukan mobilnya menuju jalan bebas hambatan menuju ke arah rumah sakit Jason. Jalan menuju ke darah sana lumayan sepi, terlebih ini week day jadi tidak banyak yang menuju jalan tersebut. Itu merupakan sebuah keunggulan laim, jadi mereka akan dengan leluasa bermain. Dan tentunya Ar bisa tahu siapa mereka.
Mobil Ar melaju dengan cepat. Beberapa mobil yang mengikuti tentu tidak mau kalah. sebuah perintah kembali diucapkan oleh orang itu.
“ Kepung dengan benar lalu eksekusi diujung jalan saat jalan sepi.”
“ Baik, siap laksanakan.”
Orang yang di dalam mobil menyeringai. Ia sungguh puas kali ini karena Ar keluar sendiri. Dengan begini ia akan mudah untuk melumpuhkan pria itu. Ditambah Ar baru saja menjalani operasi. Ia yakin Ar akan melemah kondisi tubuhnya.
Bruuummm
Tapi Ar tidak selemah yang dikira. Ia menekan pedal gas mobilnya lebih dalam. Mobil Ar melaju dengan begitu cepat.
Disisi lain Silvya yang sudah mendapat lokasi Ar melalui Drake langsung menuju lokasi. Seperti biasa, Drake akan membuka jalan untuk Silvya dengan cara memanipulasi lampu lalu lintas. Ia benar-benar ahli dalam membuat traffic lamp itu kacau.
Berguru dengan Mr. Sun ternyata sangat menyenangkan, gumam Drake.
Meskipun Drake belum pernah bertemu dengan Mr. Sun tapi berkat Silvya dia bisa berkomunikasi dengan dewa hacker tersebut. Jika orang lain membutuhkan ribuan dolar untuk memakai jasa Mr. Sun, karena Queen, Drake bisa berkomunikasi secara percuma alias geratis.
__ADS_1
Silvya sungguh puas dengan hasil kerja Drake. Meskipun Wild Eagle sudah tidak aktif dan banting stir sebagai penyedia tenaga keamanan tapi profesionalisme Drake patut diacungi jempol.
Sama dengan Ar, Silvya semakin melajukan rubicon army miliknya sehingga ia melihat mobil mercedes benz milik Ar yang dikelilingi oleh setidaknya 4 mobil.
" Wohooo, kalian benar-benar cari mati."
Silvya menekan alat komunikasi di mobilnya. Ia menghubungi Ar dan mengatakan bahwa dia saat ini berada di belakang mobilnya.
" Oke, it's showtime."
Bruuuummmm
Ciiiiit
Ar menambah kecepatan mobilnya. Lalu dengan gesit ia berbalik arah hingga mobilnya saat ini berada tepat di samping silvya. Kadaan berbalk, Ar dan silvya tepat dibelakang para mobil yang mengepungnya tadi.
Silvya membuka pintu mobilnya dan melempar senjata ke arah mobil Ar.
Doorr
Dooor
Suara tembakan mulai dilepaskan oleh Ar dan Silvya. Keduanya saling melempar senyum. Mobil-mobil di depannya mulai oleh saat salah satu mobil terkena peluru di ban nya.
Braaak
Blaaaaam
Sebuah ledakan terdengar menggelegar dari salah satu mobil tersebut. Jangan tanyakan orang yang di dalamnya, pasti sudah hangus terpanggang.
" Wohooo, you don't know about us. Si, are you happy now?"
" Oh yes, I am really happy. Sudah lama aku tidak bermain Ar."
Mereka berbicara melalui earphone. Silvya benar-benar menikmati permainannya. Sudah lebih dari setahun dia tidak memegang senjata, jadi ini kali pertama lagi dia memegang senjata setelah memproklamirkan pensiun. Kemarin sudah sih, tapi ini lebih seru.
" Jangan seperti orang yang haus darah Si. Ingat bayimu."
" Oh Shiittt, kau membuat aku merasa sangat berdosa Ar."
Ar tertawa terbahak di sela-sela konsentrasinya menembaki musuh. Keduanya menggunakan otomatis drive jadi mereka benar-benar fokus dalam menembaki musuh.
__ADS_1
" Sial, tidak disangka dia mendapat bantuan."
Salah satu ornag yang ada di dalam mobil depan Ar dan Silvya tampak marah. Rupanya mereka salah perhitungan. Bagaimana bisa ada orang lain yang muncul saat ini.
Dari balik mobil tersebut muncul sebuah senjata sejenis Mortir M2 60 LR. Silvya dan Ar tentu bisa melihat karena mobil yang digunakan adalah mobil dengan model double cabin. Tampak seseorang membuka sebuah penutup dari kain dan mulai mengarahkan Mortir 60 itu ke arah Ar.
" Sial, mereka benar-benar menargetkan Ar."
Silvya mengumpat. Ia kemudian menambah kecepatannya agar bisa mensejajari mobil tersebut. Ar membelalakkan matanya melihat Silvya yang menyalip dirinya.
" Si, kamu mau apa?"
Pertanyaan Ar tidak dijawab oleh Silvya. Kembarannya itu tengah fokus mendekati mobil Mitsubishi New Triton tersebut. Silvya dapat melihat orang di atas mobil itu sudah siap menembak.
Dengan kecepatan penuh Silvya akhirnya menyenggol bahu badan mobil.
Braaak
Dooor dooor door
Tembakan tersebut meleset dan Silvya tersenyum senang. Tapi tampaknya ia membuat kesal orang itu. Kini moncong mortir tersebut tepat mengarah ke rubicon milik Silvya. Kali ini Ar yang berusaha membidik mobil double cabin tersebut.
" Si, dalam hitunga ke 3 perlambat mobilmu!"
" Dicopy."
" Satu, dua, tiga!"
Doooor
Buuuum … Braaak … braaak … Duaaaar
Peluru Ar tepat mengenai ban mobil mitsubishi new triton tersebut. Mobil itu pun oleng dan akhirnya berguling. Silvya dan Ar berhenti lalu turun dari mobil. Keduanya menghujani mobil tersebut dengan tembakan dan akhirnya meledak. Tidak hanya satu mobil, dua mobil yang lain pun ikut tertabrak dan ikut meledak juga.
Silvya dan Ar melakukan tos. Keduanya kemudian berlari ke arah mobil yang terbakar mencari orang yang masih hidup di sana. Tampak seseorang terpelanting ke bahu jalan dan terlentang di sana. Ar pun berlari menghampiri. Ia mencoba melihat kondisi orang itu.
" Si!"
Silvya berlari mendekat ke arah Ar. Keduanya langsung mencari sesuatu dari tubuh pria itu. Siapa tahu dia memiliki petunjuk siapa orang dibalik penyerangan ini.
Silvya dan Ar sama-sama menggeleng. Mereka tidak menemukan apa yang mereka cari. Namun mata Ar menangkap sesuatu di balik telinga pria itu. Ia menarik sudut bibirnya.
__ADS_1
" Ketemu."
TBC