Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 55. Kelakuan Malvis


__ADS_3

Malvis mulai bergerak. Bukan hanya bergerak memburu Ar akan tetapi dia juga bergerak dalam melebarkan sayap bisnisnya di tanah air. Malvis mulai menggaet para gadis-gadis muda untuk dijadikan sasaran human trafficking.


Bukan hanya itu, rupanya Malvis ini juga maniak sekss. Dia terlebih dulu akan memperdaya para gadis itu. Wajahnya yang tampan membuatnya begitu mudah dalam mendapatkan perhatian dari gadis-gadis.


Hari ini Malvis mencari mangsa di depan kampus universitas Nusantara. Ia mendapatkan informasi bahwa universitas tersebut merupakan universitas terpopuler. Maka dari itu Malvis mengambil kesimpulan bahwa dia akan mendapatkan banyak mangsa di sana.


Jika organisasi lain menggunakan cara menculik untuk mendapatkan barang buruannya, tentu tidak dengan Malvis. Dia menggunakan wajahnya untuk menjerat mereka. 


Mata Malvis menemukan sesuatu yang ia anggap bagus untuk dibawa ke ranjangnya. Dasar maniak, hanya dengan melihat saja jiwa kelelakian Malvis sudah memberontak.


" Siaaall, dia sudah berdiri."


Malvis sejenak mengusap juniornya sendiri agar bisa lebih tenang agar tidak berdiri sempurna. Ia pun mendekat ke arah dua orang wanita yang sedang menikmati minuman dingin di depan kampus.


" Permisi, apakah saya boleh bertanya sesuatu?"


Keduanya menoleh bersamaan. Namun reaksi mereka tidak seperti yang Malvis harapkan. Kedua wanita itu benar-benar acuh dan datar. Bahkan keduanya terkesan tidak tertarik dengan wajah Malvis.


" Maaf mau bertanya apa ya?"


" Bagaimana cara untuk menjadi mahasiswa di sini?"


" Ooh Anda, masuk saja ke gedung universitas dan cari ruang sekretariat. Anda bisa tanyakan itu di sana."


Malvis seketika melongo mendengar jawaban dari dua wanita itu. Yang ada dalam pikirannya adalah mereka akan senang hati bersedia mengantarkannya, tapi ternyata tidak. Mereka tidak bergerak sama sekali dari duduknya dan masih menikmati minuman dingin itu. 


Terang saja hal tersebut membuat Malvis kesal. Baru kali ini pesonanya tidak bisa menembus kedua wanita tersebut. Ingin sekali rasanya dia menyeret kedua wanita itu dan langsung menghabisinya di atas ranjang tapi tentu saja dia tidak bisa melakukannya.


Akhirnya Malvis memilih pergi meninggalkan kedua gadis tersebut. Ia berjalan menuju mobilnya dan pergi dari kampus itu kembali ke kediamannya.


Ponsel salah satu gadis itu berbunyi, ia pun langsung mengangkatnya dengan sedikit agak menjauh dari temannya agar tidak terdengar.

__ADS_1


“ Malvis Bonaventura dari Rogno Valenoso. Hati-hati sepertinya dia menargetkan kau dan nona El.”


“ Terimakasih Yok, aku akan berhati-hati mulai saat ini.”


Kedua wanita tersebut ternyata adalah Elisa dan Mia. Sesaat Mia tidak tahu kalau pria yang mendekati mereka adalah Malvis. Mia hanya pernah mendengar namanya namun dia tidak pernah tahu seperti apa rupa Malvis. Dan kini Mia melihatnya.


“ Sepertinya aku harus laporan ke bos deh.”


Tak mau membuang waktu, Mia langsung menghubungi Ar atas apa yang terjadi baru saja. Mia tidak ingin mengambil resiko. Dia khawatir akan keselamatan El. Mungkin Malvis tidak tahu bahwa El adalah orang yang dekat dengan Ar. Tapi yang dikhawatirkan Mia adalah Malvis menjadikan El sebagai target buruannya.


Reputasi Malvis dan Rogno Valenoso di dunia hitam tidak perlu diragukan lagi soalnya. Jika Malvis menginginkan seseorang itu maka ia akan berusaha mendapatkannya.


“ Terus berada disebelah El. Terserah bagaimana caranya buat kau menginap di rumah Elisa. 24 jam nonstop kau harus berada di dekat Elisa. Aku akan meminta Yoyok memperketat pengawasan.”


“ Siap bos.”


Satu perintah Ar sudah didapat Mia maka dia pun harus melaksanakannya. Kini Mia tengah memikirkan sebuah cara agar dia bisa menginap di rumah Elisa.


“ El, boleh minta tolong nggak?”


“ Gini. Kak Roki tu lagi ikut Bos Ar ke kota P. Aku agak sedikit takut di apartemen sendirian. Bisakah aku sementara ini menginap di rumah mu?”


Elisa tersenyum, tampaknya gadis itu setuju dengan permintaan Mia.


“ Tentu saja boleh, aku malah seneng. Ayo sekarang juga kita ke rumah ku.”


Mia menghehambuskan nafas penuh kelegaan. Satu masalah terpecahkan. Dai pun mengangkat ibu jarinya ke belakang memberi kode kepada Yoyok bahwa rencananya menginap di rumah El berhasil. Yoyok pun tersenyum. Paling tidak ini juga akan memudahkan dirinya untuk melakukan penjagaan.


“ Musuh kali ini tidaklah mudah. Aku harus bisa menjaga nona Elisa dan Mia.”


Yoyok bergumam sambil terus mengikuti El dan Mia. Sebuah pesan ia dapat dari Roki agar membuat Mia selalu aman. Hubungan Roki dan MIa yang belum baik tidak serta merta membuat Roki  acuh. Roki malah semakin intens memantau Mia.

__ADS_1


🍀🍀🍀


Malvis pulang ke kediamannya dengan membawa kekesalan. Juniornya tak kunjung tidur meskipun Malvis berusaha menidurkannya. Ia butuh pelampiasan saat ini.


Vitus tentu paham dengan keadaan Malvis. Ia pun menghubungi orangnya untuk mencarikan seorang gadis. Terserah mau pekerja sekks atau gadis biasa sekalipun Vitus tidak peduli. Pokoknya dalam waktu setengah jam di sana sudah harus ada barang yang dia mau.


Dan benar saja. Setengah jam tepat tidak lebih seorang gadis berhasil dibawa oleh Anak buah Vitus. Rupanya wanita cantik itu adalah seorang pekerja sekss. Hal ini tentu membuat semakin mudah karena tidak akan menimbulkan goncangan. Paling tidak untuk sementara ini.


Wanita  cantik itu langsung diantar ke kamar Malvis. Di sana Malvis benar-benar sudah siap melepaskan hasratnya. Bahkan pria itu sudah tidak mengenakan pakaiannya sama sekali.


Si wanita menelan salivanya dengan susah payah saat melihat Malvis. Wajah tampan badan berotot dan jangan lupakan bagian intinya, panjang dan besar. Bahkan tanpa ragu si wanita langsung melepaskan seluruh pakaiannya. Ia tersenyum nakal sambil berjalan menuju ke ranjang Malvis dimana junior Malvis sudah berdiri tegak dan siap menghunus lawannya.


“ You are so hot baby.”


Wanita itu tanpa basa-basi mulai merangkak dan berada di atas tubuh Malvis. Malvis menyeringai, nampaknya siang ini akan bermain dengan sangat menyenangkan. Ia kemudian membiarkan si wanita melakukan apapun yang diinginkan. Satu yang Malvis tidak ingin melakukannya yakni berciuman. Selama ini setiap berhubungan intiim dia tidak akan berciuman dengan lawan mainnya. Itu adalah peraturan mutlak.


Sudah puas melihat si wanita bermain-main, kini saatnya Malvis melakukan eksekusi. Ia langsung membalikkan tubuh  si wanita hingga berada di bawah kungkungannya. Wanita tersebut tersenyum lebar dengan tatapan menggoda. Namun detik berikutnya terlihat raut ketakutan di wajah wanita tersebut saat kedua tangan dan kakinya diikat ke tepian tempat tidur.


Malvis menyeringai, detik selanjutnya ia pun mulai menghunuskan senjatanya ke milik si wanita. Tanpa pemanasan tanpa pembukaan. Malvis langsung melakukan intinya membuat wanita itu menjerit kesakitan. Tak ingin mendengarkan suara si wanita, Malvis mengambil sebuah kain dan menyumpal mulut wanita tersebut. Malvis melakukan pelepasannya berkali-kali. 


Sudah hampir dua jam Malvis melakukan itu, dan dia juga tak kunjung berhenti. Si wanita sudah menangis karena rasa sakit yang ia rasakan di intinya. Rasa seperti robek, panas dan terbakar dirasakan oleh wanita tersebut. Tapi tentu saja Malvis tidak peduli.


“ Berani naik ke anjangku maka harus siap untuk memuaskanku hingga aku benar-benar puas.”


Malvis terus memompa tubuh wanita cantik itu hingga wanita itu pingsan tak sadarkan diri. Tapi bukannya berhenti, Malvis malah semakin gila memaju mundurkan pinggulnya. bahkan kali ini dalam matanya wajah El dan Mia silih berganti berseliweran.


“ Arghhhhh!”


Sebuah erangaan keras malvis keluarkan sebagai tanda ia selesai dengan apa yang sudah ia lakukan.


“ Vitus, bersihkan ini!”

__ADS_1


Teriakan Malvis di dalam kamar tentu dapat didengar oleh sang asisten. Vitus yang mulai dari pertama wanita itu masuk berjaga di depan pintu. Pria berusia 40 tahun itu menghela nafasnya saat melihat kondisi si wanita. Meskipun ia tahu bahwa hal tersebut akan terjadi, tapi tetap saja ia merasa syok setiap melihat korban-korban Malvis.


TBC


__ADS_2