Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 30. Cerita Sesungguhnya


__ADS_3

Dean masih menjaga Olin. Gadis itu lambat laun mulai pulih dan tidak lagi ketakutan. Bahkan ia mulai berani keluar rumah. Tentu saja dengan pengawasan Rex. Oleh Dean kini Rex ditugaskan untuk mengawal Olin. Sedangkan Dean, ia bisa melakukan segalanya sendiri. Saat ini adiknya lebih membutuhkan Rex disampingnya.


" Rex, aku akan kesana lagi. Ada urusan yang mesti kulakukan."


" Apakah Anda akan tetap mencoba memasukkan barang ke sana tuan?"


" Entahlah, saat ini itu tidak lagi jadi tujuanku. Tapi yang aku tahu pasti ada hal lain yang mesti aku selesaikan."


Rex mengangguk mengerti namun ia tidak bisa membiarkan Dean untuk pergi sendirian. Meskipun Dean mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja Rex tetap mengkhawatirkan tuannya tersebut.


" Saya akan ikut dengan Anda tuan."


" Tidak perlu, kau disinilah bersama Olin.'


" Tidak tuan, saya harus ikut dengan Anda. Olin ada Rouna yang menemani. Mereka sudah sangat akrab."


Dean hanya bisa pasrah. Asistennya itu sedikit keras kepala juga. Akhirnya Dean menerima Rex yang ingin ikut serta. Bahkan Rex sudah langsung mempersiapkan keberangkatan mereka esok.


Di sisi lain Edzar tengah berada di rah Amber. Meskipun bukan baru kali pertama datang ke rumah Amber, pemuda itu terus mengamati di sekeliling. Seperti ada sesuatu yang sedang ia cari. 


" Ayo masuk. Aku akan mengenalkanmu pada mama ku. Kamu belum pernah ketemu mama ku kan? Ayo aku akan membawamu bertemu dengan dia. Mama ku sungguh baik."


Edzar tersenyum tipis, dengan langkah pasti ia mengikuti Amber. Pemuda Itu begitu tenang. Namun siapa yang tahu jantungnya berdetak sangat cepat saat ini. Tampaknya ia akan mengalami peristiwa yang besar.


" Ma, kenalin ini Edzar pacar aku."


Seorang wanita paruh baya mendongakkan kepalanya  saat Amber memanggilnya. Wajahnya bersitatap dengan Edzar. Seketika tubuhnya lemas namun sebisa mungkin wanita itu menahannya dengan kedua tangan agar tidak jatuh.


" Hai tan-te senang bertemu dengan Anda. Long time no see. Sungguh Anda terlihat sangat cantik di usia Anda yang sudah tidak muda. Ber mamamu cantik sama sepertimu."

__ADS_1


" Benarkah, wah kamu memang pandai memuji. Padahal mama Nita bukan mama kandungku loh, tapi tahu nggak Zar, Mama Nita sungguh baik banget sama aku, dia~"


Amber terus berbicara mengenai ibu tirinya itu. Sedangkan Edzar menatap tajam ke arah Nita. Pandangannya sangat tajam bahkan terasa menghujam jantung wanita yang masih cantik diusia yang sudah berkepala 5 itu. 


" Amber, apa kau menyimpan buku yang waktu itu ku titipkan kepadamu? Bisakah kamu mengambilnya. Soalnya besok adalah waktu jatuh tempo untuk mengembalikan ke perpustakan."


Amber mengangguk  gadis itu kemudian berlari ke kamarnya untuk mengambil buku milik Edzar. Kini Edzar dan Nita hanya berdua. Pandangan pemuda itu tak lepas dari Nita.


" Bagaimana kabar mu ibu? Tck tck tck, kau hidup sangat baik di sini rupanya ya. Sungguh luar biasa. Terlihat sekali kau sangat bahagia."


" Edzar, nak. Jangan bicara begitu."


" Nak? Oh common, semenjak kau meninggalkan aku 5 tahun yang lalu kau bukanlah lagi ibu ku. Kau ibu Amber sekarang, kekasihku."


Edzar menekankan kata kekasih pada ucapannya. Ia kemudian menarik satu sudut bibirnya tersebut. Ya Edzar sudah tahu jika ibunya meninggalkan dirinya dan ayahnya karena pria kaya yang tidak lain adalah papa Amber. Sungguh Edzar merasa sakit hati yang luar biasa. Bagaimana seorang ibu tega meninggalkan anak dan suami nya untuk sebuah kekayaan.


" Sayang aku pulang dulu ya. Maaf tidak bisa ikut makan malam. Ada sesuatu yang mendesak harus aku selesaikan."


" Yaaah secepat itu. Papa aku belum pulang padahal."


" Salam buat papa kamu aja ya. Mari tante, Edzar pamit pulang dulu."


Tanpa ragu Edzar mengecup bibir Amber singkat. Gadis itu tentu terkejut tapi sungguh senang. Berbeda dengan Nita, ia tahu Edzar melakukan itu sengaja. Edzar tampaknya tidak benar-benar menyukai Amber. Nita bisa melihat dengan jelas.


" Sayang, apa kau benar-benar menyukai Edzar."


" Tentu mah, bahkan aku sungguh mencintainya."


Nita membuang nafasnya kasar. Tampaknya ini akan menjadi sulit menasehati Amber. Gadis manja itu sangat susah diberi masukan.

__ADS_1


Edzar yang masih belum terlalu jauh berjalan keluar tentu mendengar ucapan Bita dna Amber. Ia pun menyeringai karena hal itu yang ia harapkan, memecah belah keluarga Amber. Membuat Nita dibenci oleh Amber sepenuhnya.


" Tidak akan kubiarkan kau hidup tenang setelah mencampakkan aku dan ayah."


Edzar mengingat kejadian masa lalu yang menyakitkan itu saat mengendarai mobilnya. Air mata pemuda itu luruh seketika saat mengingat kembali bagaimana Nita sang ibu memilih pergi dari rumah. 


Rian Santoso ayah Edzar adalah seorang kontraktor yang jaya pada masanya. Ia  tiba-tiba bangkrut karena ditipu oleh asistennya sendiri. Semua harta benda dijual untuk mengganti rugi. Bukannya menemani sang suami di masa sulit, Nita malah memilih pergi dari kehidupan anak dan suaminya tersebut.


" Nit, apa kamu sungguh tega membiarkan Edzar."


" Alaaah mas, jangan jadikan Edzar sebagai alasanmu. Aku sungguh muak hidup seperti ini denganmu. Edzar bukan bayi yang harus selalu menempel padaku. Dia sudah besar dan dia tidak lagi butuhkan aku."


Rian sungguh tidak habis pikir. Nita benar-benar berubah. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu kepada putranya sendiri. Rian pun pasrah saat Nita meminta talak dari nya. Tanpa Nita tahu sebenarnya Edzar sudah mengetahui hubungan terlarang Nita dengan seorang pria.


" Yah, biarkanlah dia pergi. Wanita itu tidak cukup baik untuk jadi istrimu maupun jadi ibuku. Aku yakin ayah akan lebih bahagia jika melepaskannya."


Sakit, tentu saja Edzar sangat sakit. Meskipun sudah bukan anak-anak lagi Edzar tentu masih butuh sosok ibu, dan dengan tega nya Nita mengatakan bahwa Edzar sudah tidak membutuhkan ibu.


Semenjak saat itu Edzar sudah meneguhkan diri bahwa dia tidak lagi punya ibu. Dan sejak saat itu juga Edzar bersama Rian hidup berdua dan saling membantu memulihkan kondisi keuangan mereka. Maka dari itu Edzar telat kuliah satu tahun.


Seharusnya Edzar 2 tahun diatas Elisa, kini dia hanya 1 tahun saja diatas El. Dan ia datang ke kampus Universitas Nusantara untuk membalas perbuatan sang ibu dan suami barunya. Bukan tanpa alasan, Cokro papa Amber itu saat berhubungan dengan Nita tentu tahu bahwa Nita adalah seorang istri dan ibu. Tapi dengan tidak tahu malunya ia meminta Nita untuk meninggalkan Edzar dan Rian.


" Tinggalkan mereka, maka kau akan mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan."


Edzar menghapus air matanya. Tujuan utamanya saat ini adalah menghancurkan keluarga Amber. Maka dari itu ia mengenyampingkan urusan hatinya terhadap Elisa.


" Tunggu aku El, aku akan selesaikan urusanku terlebih dulu. Setelah itu aku akan melanjutkan apa yang terjadi pada kita yang belum selesai di masa lalu."


TBC

__ADS_1


__ADS_2