Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 19. Boomerang


__ADS_3

Olinda yang merasa puas dengan pencapaiannya merasa begitu bahagia. Namun tidak dengan Dean. Dean merasa ada yang salah dengan semuanya ini. 


Namun itu tidak jadi fokus utama Dean. Ia terlebih dulu pada tujuannya datang ke tanah air. Dean keluar dari markas Olin dan pergi sendirian meninggalkan Rex. Rex sendiri bingung kemana tujuan si tuan.


Dean melajukan mobilnya membelah jalan raya. Seakan-akan dia sudah tahu daerah kota J itu dengan baik. Mobilnya berbelok ke sebuah pemakaman. Dean memarkirkannya di tempat yang disediakan. Pria itu kemudian menuju ke sebuah warung penjual bunga dan membeli sekeranjang bunga tabur.


Dean mengenakan celana panjang bahan warna hitam ditambah kemeja dengan warna senada. Tak lupa kacamata hitam bertengger di matanya menambah kesan macho.


“ Aku datang kak. Maaf jika aku tak bisa sering mengunjungimu. Jarak kita sungguh jauh. Kak, mengapa kau memilih mengikuti pria bajingan itu jika dia hanya bisa menyia-nyiakanmu. Berkali-kali aku menawarkan untuk menghabisi pria itu tapi kau selalu menolaknya karena kau bilang dia memiliki sebuah keluarga.”


Dean mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia menjeda ucapannya karena hatinya terlalu sesak.


“ Kau tahu bahwa pria itu sudah berkeluarga, tapi mengapa kau bisa begitu jatuh dalam jeratnya. Hingga pada akhirnya kau sendiri yang kalah.”


Dean menabur bunga di atas sebuah makam yang pada nisannya tertulis nama Shakila Aurora B. Jika masih hidup usia Shakila mungkin sekitar 40 tahun. Wanita itu meninggal saat usianya 35 tahun.


Shakila adalah kakak kandung Dean dan Olinda. Akan tetapi Olinda tidak terlalu mengenal Shakila karena Shakila meninggalkan negaranya dan bermukim di tanah air saat usianya 20 tahun. Waktu itu ada program pertukaran mahasiswa dan Shakila mengikutinya. Namun setelah itu Shakila tidak pernah pulang kembali, Kabar yang diterima Dean, Shakila telah menikah dengan seorang pria. namun Pria tersebut sudah beristri dan memiliki anak.


Dean tentu saja sungguh terkejut. Dean semakin terkejut saat mengetahui bahwa si pria tersebut suka bermain wanita. Sehingga Shakila yang notabene nya sebagai istri kedua tetaplah seringkali disakiti hatinya.


“ Tidak apa-apa, mungkin ini adalah karma yang kudapatkan karena telah menyukai suami orang. bahkan sampai saat ini pun istrinya tidak tahu bahwa aku menikahi suaminya.”


Dean yang waktu itu berusia 23 tahun hanya menatap pilu sang kakak yang sudah tak berdaya karena penyakit yang diderita nya. Shakila divonis kanker rahim stadium 4. Dan dengan mata kepalanya sendiri Shakila menghembuskan nafas terakhir tanpa suami disisinya.


Lagi, Dean lagi-lagi harus kehilangan orang yang dicintainya. Belum juga kering luka hatinya menyaksikan wanita yang dicintainya meninggal di depan matanya, tak lama sang kakak juga meninggalkannya.


Kematian Shakila hanya berselang beberapa bulan dari kematian Adrina. Hidup Dean seakan hancur. Sejak itu Dean berubah menjadi pria dingin nan kejam. Hanya dengan Olin lah Dean bersikap lembut.

__ADS_1


“ Baiklah kak, sepertinya cukup untuk hari ini aku menemuimu. Lain kali aku akan berkunjung lagi. Jika perlu akan kusandingkan suami bejatmu itu di sebelahmu nanti.”


Dean menyeka matanya yang basah lalu kembali memakai kacamatanya. Ia bangkit dari sebelah makan sang kakak dan berjalan menjauh dari sana. Seorang pria yang sedari tadi mengawasi cukup penasaran dengan kehadiran Dean di makam itu.


“ Siapa pria itu, dan mengapa dia berziarah ke makam ini?”


*


*


*


Dean yang kembali dari makam tak serta merta kembali ke markas sang adik. Dia tiba-tiba teringat dengan Elisa, gadis muda yang memiliki kemiripan wajah dengan Andrina.


Dean pun memutuskan untuk mendatangi toko bunga milik elisa. entah mengapa ia begitu senang akan bertemu dengan si gadis. Akan tetapi nampaknya dean harus menelan pil kekecewaan. Toko bunga milik Elisa tidak ada di sana. Di depan ruko terdapat sebuah tulisan tebal bahwa ruko tersebut dijual atau disewakan.


Pria berwajah latin itu menengok ke kiri dan ke kanan mencoba menganalisa. Apakah orang-orang yang bertetangga dengan toko bunga Elisa ini tahu kemana perginya toko bunga tersebut. Akhirnya Dean memberanikan diri untuk bertanya.


“ Permisi, toko bunga yang disebelah sana pindah kemana ya bu?”


“ Ooh Jasmine Florist, setahu saya dia pindah ke rumahnya tuan.”


“ Apakah ibu punya alamatnya.”


Ibu pemilik toko kelontong itu sesaat diam dan mengamati Dean dari atas sampai bawah. Dean tahu dirinya tengah dicurigai. Ia kemudian tersenyum ramah dan melepas kacamatanya.


“ Saya adalah pembeli Jasmine Florist bu, saya tertarik dengan bunga-bunga di toko bunga tersebut untuk mempercantik kantor saya.”

__ADS_1


“ Oooh begitu. Tapi maaf tuan, saya tidak tahu alamat rumah Bu jasmine tapi saya punya no telpon beliau. Anda bisa menghubunginya melalui nomor teleponnya.”


Dean tersenyum. Setelah menerima nomor telepon Jasmine yang ia perkirakan adalah ibu dari Elisa, pria itu pun pamit undur diri. Namun tidak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada ibu tersebut.


Dean kembali masuk ke dalam mobilnya. saat ia ingin menghubungi nomor ponsel jasmine, tiba-tiba ponsel lain miliknya berbunyi.


“ Ya Rex, ada apa?”


“ Gawat tuan, ini tentang nona Olin.”


“ Kenapa dengan Olin?”


Rex kemudian menjelaskan secara singkat apa yang terjadi dengan Olin. Tentu saja Dean sangat terkejut. Ia kemudian menekan pedal gas mobilnya dalam-dalam dan melesatkan mobil miliknya dengan begitu kencang. Jalanan padat kota J siang itu membuat Dean kesulitan sampai ditempat tujuan tepat waktu. Butuh setidaknya 2 jam untuk Dean bisa sampai di markas.


“ Mana dia?”


“ Maaf tuan, Nona Olin tidak berada di sini. Dia berada di kedutaan dan siap dikirim kembali ke negara kita. Mereka menyerahkan kasus ini ke kedutaan negara kita agar bisa diproses disan.


“ Bangsat!!! sudah ku bilang hati-hati dan waspada. feelingku ternyata benar, tidak mungkin apa yang dilakukan selama ini mulus-mulus saja tanpa kendala. Dan akhirnya adalah seperti ini. Dia pasti sudah diintai lama. Brengsek. Siapkan keberangkatan. Kita akan menyabotase pemindahan Olin.”


Rex mengangguk mengerti, pria itu langsung melaksanakan tugasnya dengan cepat. 


“ Keparat, ini pasti ulah Arduino si King Black Wolf. Hanya dia yang bisa melakukan ini semua. rupanya aku terlalu meremehkan pria ini. Sial!!”


Dean menggertakkan gigi-gigi nya. Mungkin jika boleh dibilang sang adik ini tengah masuk ke permainan King. Bagaimana mungkin selama setengah tahun king membiarkan perdagangan obat terlarang ini sukses. Mungkin benar awal-awal nya tidak terendus oleh Black wolf. Namun semakin gencarnya pemakai secara tidak langsung Olinda mengekspos dirinya sendiri. Hal tersebut merupakan sebuah bumerang bagi adik Dean Benicio.


TBC

__ADS_1


__ADS_2