
Rupanya Anderson beberapa kali mengintai rumah sakit milik Jason, kediaman Silvya dan kampus Elisa. Semua tentu bisa dilihat oleh Drake. Drake juga meminta Ar untuk menaruh alat pelacak pada benda yang sering dibawa oleh El. Bukannya parno tapi lebih ke waspada. Jika benar apa yang dikatakan oleh Ar mengenai Anderson, maka mereka benar-benar harus selalu waspada.
Pagi itu sebelum berangkat ke kampus Ar terlebih dulu meminum obatnya. Entah mengapa ia merasa nyeri dibagian perutnya. Roki yang melihat Ar meringis tentu saja khawatir. Ia bahkan meminta Ar untuk tetap berada di apartemen saja. Tapi Ar menolak, ia harus tetap berangkat ke kampus.
Ting tong
Bel pintu apartemen Ar berbunyi. Roki segera berlari menuju pintu dan membukanya. Betapa terkejutnya Roki melihat seseorang yang sangat ia kenal berdiri di depan pintu.
" Kau, apa yang kau lakukan disini."
" Tck, berisik. Minggir aku mau ketemu King."
Wanita itu melewati Roki begitu saja. Bahkan ia menabrak bahu Roki. Ar yang melihat hanya terkekeh geli di sela-sela sakit yang ia rasakan.
" King, apa kau baik-baik saja?"
" Aku ok. Mia, kau sudah tahu kan apa tugasmu. Nah, setelah ini berangkatlah ke kampus aku sudah meminta Benjiro mendaftarkan mu. Kau akan berperan sebagai istri Roki, hal itu akan memudahkan mu mendekati Elisa. Kemarin Shenia juga langsung akrab dengan bocah itu."
Roki dan Mia ingin mengajukan protes namun tangan Ar yang mengangkat tentu merupakan kode bahwa mereka tidak bis amelakukan itu. Keduanya saling pandang lalu saling membuang muka.
" Jika bukan tugas tak sudi aku mau berdekatan denganmu," ucap Mia sengit.
Sedanggakan Roki hanya membuang nafasnya kasar. Entah sampai kapan wanita itu membencinya.
" Tck, sudahlah jangan terlalu membenci nanti ujung-ujung nya bucin."
Ucapan Ar disambut dengan ekspresi muntah oleh Mia, dan Roki ia hanya memutar bola matanya jengah.
__ADS_1
Ar tampak sudah membaik. Mereka bertiga berangkat menuju kampus dengan Roki yang mengendarai mobil nya. Mia akan masuk di kelas Elisa. Semua itu atas bantuan Dika tentunya.
Ar meminta Dika untuk menyampaikan kepada Radi mengenai keberadaan Mia yang dikirim untuk melindungi Elisa. Radi yang tidak tahu menahu mengiyakan saja apa yang jadi kemauan Ar. Berbeda dengan Dika, mengetahui profesi Ar yang mafia dan El saat ini tengah dekat dengan Ar akan ada masa dimana keselamatan El harus dijaga.
Hal tersebut tentu Dika sudah merasakannya. Bagaimana Silvya menempatkan beberapa orang disekitarnya saat dulu awal-awal mereka bersama. Bahkan sampai saat ini Dika juga tahu beberapa orang ada disekitarnya untuk melindungi dirinya.
" El, kenalkan ini Mia. Mia adalah istri Roki. Dia baru saja sampai di kota J ini. Karena saking tidak bisa berpisah dengan Roki akhirnya Mia menyusul Roki dan melanjutkan kuliahnya di sini."
" Hai kak, salam kenal."
Mia menerima uluran tangan Elisa. Mia mengamati El, seorang gadis muda yang berhasil menarik perhatian bos nya itu terlihat biasa namun ada keistimewaan dalam diri gadis itu. Mia yang baru melihat El pun merasa ada ketertarikan dalam dirinya
" Halo. Kita akan jadi teman sekarang. Mohon bimbingannya ya, aku sungguh belum pernah datang ke kota J ini. Semoga kau mau mengenalkan kota ini padaku."
Tentu saja ucapan Mia adalah bohong. Wanita itu tentu katam dengan seluk beluk kota J. Bahkan seluruh kota di negara ini dia sudah tahu. Elisa mengangguk dengan permintaan Mia, keduanya langsung berlalu dari hadapan Ar dan Roki.
" Siap king, mengerti."
Yoyok yang melintas bak seorang mahasiswa itu kemudian berjalan cepat mengikuti Elisa dan Mia.
🍀🍀🍀
Anderson yang berada di kediamannya tampak tengah bergelung nikmat bersama dengan Iraa tentunya. Di atas panjang berukuran king size itu berkali-kali Anderson mengerangg setiap melakukan pelepasannya.
" Uuuh baby, you look so good."
Anderson selalu gila dengan permainan Iraa. Wanita itu benar-benar tahu cara memuaskan hasrat Anderson yang melebihi pria normal.
__ADS_1
Hal itulah yang disukai Anderson dari Iraa. Wanita itu pandai segalanya. Baik di dapur ataupun di ranjang. Anderson selalu puas dengan perut dan di bawah perutnya.
Tapi sayang Anderson tidak memiliki niatan menikahi Iraa. Namun Iraa pun juga tidak keberatan. Mereka melakukannya atas dasar simbiosis mutualisme yakni saling menguntungkan.
Entah berapa kali keduanya sampai di puncaknya saat bermain pagi utu. Kini baik Anderson dan Iraa terbaring lemas di ranjang masih sambil berpelukan. Iraa bersandar di dada bidang Anderson sambil memainkan jari-jarinya disana.
" Apa yang akan tuan lakukan setelah ini."
" Menjemput kakakku. Sudah waktunya aku mengambilnya dari rumah sakit sialan buatan Jason itu."
" Apakah sudah menyiapkannya?"
Anderson tersenyum, ia tentu tahu Iraa mengkhawatirkannya. Sudah lama tidak kembali ke negara ini, sekalinya kembali Anderson akna beraksi.
" Kau jangan khawatir. Kau masih memiliki cakar tajam ku untuk melawan bocah ingusan itu."
Iraa mengangguk paham. Ia yakin Anderson akan bisa mengambil Rodriguez dari tempat itu. Meskipun sudah lama tidak beraksi, Anderson masih memiliki orang-orang Black Wolf yang setia terhadap Rodriguez. Hal itu tentu memudahkan Anderson dalam mengambil kakaknya kembali.
Malam ini ia akan menuju rumah sakit Jason dan mengambil Kembali Rodriguez dari penjara berkedok rumah sakit itu. Mengapa dikatakan penjara, karena di sana Rodriguez tidak bisa kemana-mana dan juga tidak melakukan apapun. Tubuhnya yang seharusnya bisa dipulihkan juga tidak dipulihkan oleh Jason. Tentu saja itu semua karena perintah Ar.
" Aku akan membawamu kak. Aku akan kembali memulihkan tubuhmu dan mengembalikan kejayaan kita dulu."
Anderson sebenarnya dulu tidak setuju saat Rod memberi tampuk kekuasaan Black Wolf kepada Ar. Entah mengapa Anderson merasa tidak ada yang beres dengan anak itu. Ia beberapa kali melihat Ar berbicara melalui panggilan telepon secara sembunyi-sembunyi. Hal itu terbukti saat sebagian besar anggota Black Wolf lebih loyal kepada Ar ketimbang Rodriguez.
Saat anak buah Rod yang masih setia menyerang, Anderson tidak berani ambil resiko. Terlebih mendengar kabar bahwa Black Wolf dan Wild Eagle bersatu membuat nyalinya menciut. Siapa yang tidak mengenal Queen, meskipun seorang wanita dia terkenal begitu kejam dan sadis.
Kini kabar pensiun Queen dan bubarnya Wild Eagle membuat keberanian Anderson mencuat dalam pikirannya jika hanya Ar saja maka dia sangat bisa menghadapi. Terlebih beberapa hari ini dia mengintai kedimaan Queen. Tidak ada pergerakan dari Queen selain mengurus bayi nya. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa Queen tidak lagi campur tangan dengan apa yang terjadi di dunia bawah.
__ADS_1
TBC