
Yang namanya Ar mana bisa berdiam diri. Terlebih dia sudah mendapatkan petunjuk dari orang yang menyerangnya waktu itu. Ia melihat sebuah cincin yang tentu ia kenal. Sebuah cincin titanium berbentuk serigala.
Ar mengepalkan tangannya dengan erat. Ia pun segera turun dari apartemennya dan menuju ke parkiran bawah. Ar tidak sabar bertemu orang itu. Ia yakin, orang itu pasti tahu siapa pemilik cincin berbentuk serigala yang dia lihat di rekaman kamera pengawas.
Bruuummmm
Dengan mengendarai mobilnya sendiri Ar membelah jalanan ibu kota menuju tempat yang ia kehendaki. Butuh waktu sekitar 3 jam. Lokasi yang ia ingin datangi memang berada di pinggiran kota. Tepatnya di daerah yang bersuhu lebih dingin dari ibu kota.
Ciiiit
Ar memarkirkan mobilnya tepat di parkiran depan bangunan berwarna putih. Tampak beberapa orang yang tengah berada di halaman tersebut yang lebih menyerupai sebuah taman.
Ar melenggang masuk ke dalam mencari orang yang ingin dia temui. Ar tersenyum saat bertemu seseorang yang ia kenal di sana.
" Hai bro, lama tak kesini. Yang kau kirim hanya orang-orang yang tidak jelas itu."
Ar tertawa mendengar penuturan salah satu temannya itu. Ya, dia adalah Jason dan yang ia datangi tersebut adalah rumah sakit milik Jason.
" Sorry Jas, tapi kau suka kan. Lumayan bahan percobaan geratis."
Kini giliran Jason yang tergelak. Teman sekaligus bos nya itu tahu bahwa ia membutuhkan orang-orang itu untuk bahan percobaan penemuan obat-obatan yang di lakukan.
" Jas orang itu masih hidup?"
" Sesuai permintaanmu, 'daddy' mu masih bertahan hingga saat ini."
Ya, hari ini Arduino datang le tempat Jason untuk mengunjungi Rodriguez. Sudah setahun lebih, dan pria itu masih bisa bertahan hingga saat ini. Meskipun kehilangan kemampuan pada kedua kakinya, akan tetapi kedua tangan Rodriguez masih bisa digunakan meskipun tidak senormal orang kebanyakan.
" Hallo daddy ku sayang, long time no see."
Rodriguez acuh dengan sapaan Ar tersebut. Namun bukan Ar namanya jika tidak membuat orang kesal.
" Ini lah yang namanya dunia terbalik. Yang salah siapa yang kesel siapa. Oh ayolah Rod, apa kau tidak bisa berdamai dengan semuanya. Jelas-jelas kau yang salah. Kau memisahkanku dari keluargaku dan mencoba membuatku membunuh Silvya yang kau tahu betul aku dan dia adalah saudara kembar."
__ADS_1
Rodriguez tetap bergeming. Ia sama sekali tidak merespon ucapan Ar hingga Ar menunjukkan sebuah gambar dari ponselnya.
" Aku yakin kau tahu siapa dia?"
Rodriguez mengembangkan senyumnya. Ia merasa menemukan sebuah oase di padang pasir. Harapannya keluar dari tempat tersebut sepertinya akan segera terwujud.
" Katakan padaku siapa dia?"
" Kau tidak akan bisa mengalahkannya, aku yakin kau akan habis kali ini."
Bukannya marah, Ar malah mengangkat salah satu sudut bibir nya tersenyum sinis. Ar menjadi yakin dengan praduganya saat mendengar dari Rodriguez. Orang itu pasti adalah adik d Rodriguez. Entah adik kandung atau bukan tapi saat Ar dulu hidup bersama Rodriguez, orang tua itu mengenalkan sebagai pamannya. Usianya tidak jauh dari Ar hanya terpaut sekitar 5 tahun. Dulu mereka lumayan akrab, namun saat Ar didapuk menjadi pimpinan Black Wolf orang itu memisahkan diri.
" Tck, Anderson. Aku sungguh menunggunya Rod. Aku ingin lihat bagaimana dia akan menghadapiku. Aaah aku bahkan akan membuatnya menemanimu disini. Bukankah itu seru?"
Rodriguez menggertakkan gigi nya saking marahnya. Pria tua itu benar-benar tidak kunjung menyadari kesalahannya. Setahun lebih sejak terakhir kejadian ia menculik Fatimah mommy dari Ar dan Silvya hingga ia berakhir di tempat ini, masih juga berkeras hati ingin menghancurkan Ar dan keluarganya.
Ar melenggang pergi meninggalkan Rodriguez dengan sejuta kemarahannya. Namun Pria tua itu tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa berharap bahwa Anderson bisa segera membawanya pergi dari tempat itu.
Ar mengepalkan tangannya dengan erat. Meskipun tadi ia mengatakan hal yang demikian terhadap Rodriguez namun dalam hatinya ia menyimpan kekhawatiran. Anderson merupakan lawan yang lumayan tangguh untuk dihadapi. Terlebih Anderson ini sangat licik.
" Jas, awasi orang tua itu. Aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun. Perhatian setiap orang yang keluar masuk. Baik itu pengunjung, pasien atau pengantar barang atau apapun pokoknya yang keluar masuk dari tempat ini awasi. Aku akan menambah keamanan di sini."
" Ada apa ini Ar."
" Dia telah kembali. Anderson."
Glek
Jason menelan salivanya dengan susah payah. Ia tahu betul siapa Anderson. Jason tak jauh beda dengan Roki dan Benjiro. Mereka besar bersama di bawah nama klan mafia Black Wolf. Tentu Jason tahu mengenai Anderson, pria licik berdarah dingin itu sungguh tidak bisa ditebak jalan pikirannya.
" Baiklah Ar aku akan berusaha berjaga dan waspada semampuku."
Ar mengangguk lalu menuju ke mobilnya. Ia harus segera sampai di rumah. Selama diperjalanan Ar juga menghubungi beberapa orang diantaranya Drake dan Yoyok. Ar meminta Drake untuk terus memantau kamera pengawas terlebih di kediaman kedua orang tuanya juga di perusahaan LT. Sedangkan Yoyok, Ar meminta anak buahnya itu untuk selalu menjaga Elisa dan Jasmine.
__ADS_1
" Tidak boleh ada miss sedikitpun!"
Baim Drake dan Yoyok paham apa arti kalimat itu. Didengar dari intonasi bicara Ar bisa dipastikan kali ini situasinya pasti serius.
Ciiit
Ar memarkirkan mobilnya trpat di depan pintu rumah Fatimah dan Harold. Selama memiliki Nataya Silvya dna Dika juga tinggal disana. Hal tersebut Fatimah yang meminta karena ia ingin ikut menjaga cucu nya.
" Assalamualaikum, daddy mana mom?"
" Waalaikumsalam, sedang di rumah sakit cek kesehatan bersama nak Dika."
Ar hanya mengangguk kemudian ia meninggalkan Fatimah yang tengah berkutat di dapur. Ar langsung menuju ke kamar saudara kembarnya.
" Si… hay boy. You look so handsome like me."
Silvya hanya memutar bola matanya malas mendengar penuturan Ar yang sangat narsis itu. Sedangkan Nataya tampak senang melihat uncle nya datang. Ar pun langsung menggendong Nataya dan menimang ponakannya itu.
" Si, i want to say something."
" Sepertinya penting."
" Dia datang, orang itu telah kembali."
Sisi masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Arduino sampai kembarannya itu menjelaskan mengenai kemunculan Anderson. Ar mengatakan secara gamblang siapa Anderson dan bagaimana pria tersebut.
" Oke, aku mengerti. Sepertinya aku harus kembali."
Ar tentu tidak setuju dengan perkataan Silvya. Namun Silvya mencoba menjelaskan bahwa maksud dia akan kembali bukannya akan mengaktifkan Wild Eagle tapi lebih ke waspada sebagai Queen. Bagaimanapun Silvya harus membantu Arduino.
" Sama-sama kita hadapi. Ingat ini sudah masuk dalam ranah keluarga. Ia mengacaukan keluarga kita. Mari saling bahu membahu untuk terus buat keluarga kita utuh."
" Baik, ayo lakukan yang terbaik."
__ADS_1
TBC