Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 52. Banyak Kebetulan


__ADS_3

Berita mengenai Baskoro menjadi pembicaraan hangat di jagad maya. Bagaimana tidak, Baskoro ditemukan pingsan dengan seluruh tubuh yang basah dan kemmaluuannya membesar.


" Kayak kena azab ya.”


Beberapa orang berkata demikian saat Baskoro dibawa oleh petugas medis. Bahkan mereka merasa ngeri dengan alat vitall Baskoro yang seperti itu.


Benjiro menyapu seluruh ruangan milik Baskoro hingga ia menemukan sebuah berkas di atas meja. Ia langsung mengambilnya dan membacanya dengan seksama.


“ Ar,” panggil Benjiro.


Ar menghampiri Benjiro lalu mengambil kertas yang diulurkan Benjiro kepadanya. Ia membaca satu persatu yang tertulis di sana.


“ Dean? Apa hubungan Dean dengan Baskoro. Mengapa dia membuat perusahaan Baskoro bangkrut?”


Ar pun bergegas menuju rumah sakit. Ia harus menanyakan hal tersebut kepada Dean langsung. Ada urusan apa Dean dengan Baskoro ini. Ar berharap ini bukan karena Alisa. 


Bersama Benjiro, Ar membawa mobilnya menuju RS Mitra Harapan. Ia pun langsung berjalan lebih cepat agar bisa segera sampai di ruang rawat milik Dean. Ya, setelah siuman Dean langsung ditempatkan di lantai 17. Diman lantai tersebut diperuntukkan bagi pasien VVIP atau eksklusif.


“ Dean,” ucap Ar saat memasuki ruangan Dean. 


Tampak di sana Dean tersenyum lebar ke arah Ar. Dean sendiri sudah menduga Ar pasti akan segera menemuinya. Berita Baskoro yang ditemukan pingsan tersebut membuat Dean tentunya sangat puas dan ia yakin Ar yang menemukan BAskoro akan langsung mendatanginya.


Ar duduk disebelah Hospital bed Dean membuat Benjiro dan Rex keluar dari sana. Mereka memberikan waktu kepada para bos itu untuk berbicara.


“ Apa maksudmu dengan melakukan semua ini kepada pria tua Bajingan itu, dan apakah kau juga yang membuat dia seperti itu?” Ar bertanya tidak sabar.


“ Mesa benar-benar melakukan dengan baik. Aku tidak menyangka ia bisa berbuat sampai seperti itu.”


Mesa? siapa lagi dia. Itulah yang ada dalam hati Ar. Ar yang tidak sabar terus bertanya hubungan Dean dengan Baskoro.


“ Baiklah aku akan mengatakan. Kau tuan rumahnya sudah sepatutnya aku memberitahukan mu  apa tujuanku datang ke rumahmu.”


Akhirnya Dean menceritakan apa yang terjadi. Mengapa dia melakukan hal tersebut kepada Baskoro dan mengapa dia berusaha menembus pasar tanah air. Memang sepertinya tidak ada hubungan, Karena Dean memang hanya menggunakan itu sebagai alasan untuk dapat bisa menghancurkan Baskoro. Tadinya ia akan menggunakan ekspedisi Baskoro untuk bertransaksi barang haram tersebut tapi rupanya Baskoro lumayan cerdas untuk tidak pernah berhubungan dengan obat obatan terlarang.

__ADS_1


Akhirnya dean menemukan cara yakni mengajak Baskoro bekerja sama dengan menjadi investor. Hal tersebut rupanya berhasil, karena Dean tahu Baskoro adalah orang yang serakah.


“ Jadi kakakmu pernah menjadi istri Baskoro dan sudah meninggal?”


“ Ya, begitulah, dan dia tidak pernah mendampingi kakakku saat kakakku kesakitan di rumah sakit. Kegemarannya bermain wanita sungguh sangat menjijikkan dan melukai wanita yang benar-benar mencintainya.”


“ Termasuk ibu El.”


Dean mengangguk. Ia sungguh merasa sangat sedih mengenai hal tersebut.


“ Baiklah itu selesai. Satu pertanyaan lagi, apa kau ada masalah dengan Klan mafia Ragno Valenoso?”


Dean memicingkan matanya saat Ar menyebut sebuah klan mafia yang ia cukup mengenalnya.


“ Kenapa memang Ar?”


“ Sepertinya Rex belum memberitahukan mu. Dia adalah orang yang menyerang mu sehingga kau berada di rumah sakit ini sekarang.”


Dean membulatkan matanya. rupanya ancaman Si Malvis beberapa waktu lalu bear adanya. Dia pikir orang itu hanya bercanda.


“ Lalu apa rencana mu.”


“ Apakah aku boleh bermain di sini?”


Ar mengangkat sebelah sudut bibir nya. Ia tahu apa arti kata bermain di sini. Dia merasa memiliki tujuan yang sama dengan Dean.


“ Apa mau bermain bersama? Kita punya sasaran yang sama. Dia datang kemari karena ingin menghabisi ku. Seharusnya kau sudah mendengar saat malam aku diserang, dialah yang melakukannya.”


Dean sedikit terkejut bahwa penyerangan itu adalah dari Ragno Valenoso. Tapi perkataan Ar tentang bekerja sama menghabisi Malvis tentu adalah hal yang baik.


“ Ar maafkan atas kelakuan adikku dan aku tentunya. Terimakasih saat itu kau tidak membuatnya mati.”


“ Dia masih anak-anak. Dan itu sudah cukup menjadikan efek jera untuknya. Dean bukannya aku ok bijak tapi sudahlah cukup kita saja menjadi seperti ini. Jangan kau teruskan ke adikmu terlebih dia perempuan. Mafia bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan aku dan saudara kembar ku mati-matian untuk berhenti namun sungguh sangat sulit. sampai saat ini bahkan Silvya masih terjun meski label Queen mafianya sudah tidak ada lagi. ku dan dia tidak ingin jika anak-anak kami nanti menjadi seperti kami.”

__ADS_1


Dean terdiam, kata-kata Ar memang ada benarnya juga. Organisasi mafia adalah organisasi yang tidak mudah dan tentu saja sulit untuk melepaskan diri dari sana. Kesalahan Dean kemarin membawa ikut serta Olin dalam kegiatan penyelundupan obat-obatan terlarang sungguh salah.


Dia melihat sendiri bagaimana Olinda mengalami trauma setelah kejadian penangkapan yang dibuat oleh Ar. beruntung dia bisa membebaskan Olind. Jika tidak entah akan seperti apa adiknya itu. Dia sudah kehilangan kakak perempuannya dan dia tidak mungkin sanggup jika harus kehilangan adik perempuannya. 


“ Terima kasih Ar, aku mengerti apa yang kau maksud. Aah iya bolehkan aku bertanya sesuatu padamu?”


Ar mengangguk, Sepertinya ia tahu apa yang akan Dean tanyakan kepada dirinya. 


“ Apa kau benar-benar serius kepada Elisa?”


Ar tersenyum simpul atas pertanyaan Dean. Dugaannya benar, hal tersebutlah yang menjadi pertanyaan Dean.


“ Mengapa kau begitu penasaran tentang hubunganku. Dan lagi mengapa sepertinya kau begitu tertarik dengan El.”


Dean menghela nafasnya kasar. Entah takdir apa yang mempertemukan dia dengan Ar. Kenapa banyak kebetulan yang terjadi kepada keduanya.


“ El sangat mirip dengan wanita yang pernah disukai dulu. tapi dia sudah meninggal.”


“ Elaaah. Bisa gitu yak. Sepertinya memang kita ditakdirkan untuk saling berhubungan Dean. Tapi kau tenang saja. Aku benar-benar menyukai Elisa. bahkan aku ingin segera menikahinya kalau dia mau. Maka dari itu aku harus menyelesaikan semua ini dulu. Aku tidak ingin Elisa hidup dalam bayang-bayang ku sebagai mafia. Aku ingin hidup dengan normal seperti orang kebanyakan yang tidak lagi bermain-main dengan nyawa.”


Dean dapat melihat ketulusan dari sorot mata Ar. Sejenak Dean merasa iri dengan Ar. Ar sudah menemukan tujuan hidupnya dan dia bahkan hingga saat ini masih diliputi dendam. Dean berharap ia pun menemukan tujuan hidupnya juga.


“ Tuan, apakah anda baik-baik saja?”


Ar dan Dean sedikit terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba masuk ke ruang rawat Dean. Ruang rawat VVIP itu tentu tidak bisa dimasuki oleh orang sembarangan.


Seorang gadis cantik berambut panjang yang diikat ke atas itu membuat Dean sedikit terkejut. Wajah oriental yang dimiliki gadis itu tentu tidak dikenali.


“ Maafkan saya tuan. Mesa meminta masuk, dia ingin bertemu dengan Anda.”


“ Me-mesa. Bukankah Mesa tidak seperti itu?”


Dean membelalakkan matanya. Wajah Mesa yang ia temui waktu itu adalah wajah sang kakak karena memang dia yang menginginkannya. Lalu bagaimana bisa mesa berubah hanya dalam waktu beberapa hari.

__ADS_1


“ Dean, tampaknya jodohmu sudah mendekat,” bisik Ar tepat ditelinga Dean yang membuat Dean menatap tajam kearah mantan musuh yang baru saja menjadi teman itu


TBC.


__ADS_2