
Setelah menemui Anderson dan Rodriguez Ar langsung melaksanakan rapat virtual dengan seluruh anggota Black Wolf dan Wild Eagle. Ia kini berada di markas Wild Eagle bersama Silvya. Ya, ia Langsung menghubungi Silvya saat setelah berbicara lebih tepatnya menginterogasi Anderson dan Rodriguez.
“ Jangan Kau harap kau bisa membersihkan pengikut ku,” ucap Rodriguez.
“ Hahaha dasar bocah ingusan, kau pikir mereka semua akan benar-benar menerimamu sebagai pemimpin? Tentu tidak, masih banyak pengikut kami diluar sana," imbuh Anderson.
Tampaknya kedua orang itu benar-benar sudah tidak tertolong. Bukannya menyesali apa yang mereka lakukan dan bertobat, mereka malah semakin menjadi. Tampaknya Ar kali ini sudah tidak akan memberi jeda lagi kepada mereka. Ar pun memerintahkan Jason untuk menjadikan kedua orang itu sebagai tikus percobaan dari racun-racun nya.
Tentu saja hal tersebut disambut baik oleh jason. Rupanya beberapa hari ini Jason benar-benar dimanjakan dengan para objek percobaan. Tidak ada yang tahu memang kecuali orang-orang Ar bahwa di bawah tanah rumah sakit milik Jason itu ada sebuah laboratorium rahasia dimana Jason membuat racun dan obat-obatan yang ia ciptakan.
“ Tenang saja Jas, setelah ini kau akan banyak mendapatkan tikus lagi.”
“ Dengan senang hati My King.”
Saat itu juga Rodriguez dibawa ke ruang bawah tanah untuk dijadikan salah satu tikus Jason. Namun tidak dengan Anderson. Ar punya rencana sendiri dengan pamannya itu.
" Mau kau bawa kemana aku hah?"
" Ke tempat yang menyenangkan pastinya."
Ar membawa mobilnya menuju sebuah bar di pusat kota. Bar yang berkamuflase sebagai toko jamu herbal itu benar-benar tidak tercium oleh aparat. Bahkan saat masih siang begini Bar tersebut sudah buka.
Roki dan Mia yang mengikuti Ar pun tidak pernah tahu ada tempat seperti itu di sana.
Roki dan Mia diminta Ar membawa Anderson masuk. Di dalma sungguh terlihat bar tersebut sangat mewah. Beberapa pria dan wanita sedang berpesta. Hal mengejutkan dapat ditangkap oleh mata Mia saat mereka ternyata tengah pesta sekss dengan semua orang tanpa mempedulikan jenis kelamin.
" ini?"
" Ya apa yang kau pikirkan benar Mia. Dan kita akan buat Anderson mengeraangg nikmat di bawah para pria-pria itu."
Ucpaan Ar membuat Roki dan Mia bergidik ngeri. Tapi tidak dangan Anderson karena tadi dia diberi obat tidur oleh Jason. Ar tersenyum puasa saat memberikan Anderson pada sekelompok orang yang sudah tidak sabar menikmati Anderson.
Ketiganya langsung keluar dari tempat itu. Mereka tidak mau melihat atraksi yang akan terjadi tidak lama lagi.
Sedangkan Anderson yang baru saja sadar sungguh tentu terkejut saat tubuhnya mulia dijamaah oleh beberapa orang. Matanya mulai merem melek menikmati permainan seorang wanita bahkan dia bisa sampai di puncaknya.
Sesaat dia tersenyum, rupanya hukuman Ar adalah hukuman yang nikmaat. Tapi senyumnya langung sirna saat ada 2 orang pria telanjaang yang mendatanginya. Anderson semakin terkejut saat tubuhnya mulai dipermainkan oleh para pria itu. Ia memberontak, namun semakin ia memberontak maka para pria itu semakin senang memainkan Anderson. Ya, oleh Ar, Anderson dijadikan budak sekss di bar tersembunyi itu. Semua mendapatkan porsinya masing-masing
Dan, misi selanjutnya adalah memburu para pembelot. Ar bekerja sama dengan Silvya akan mencari para anggota Black Wolf yang masih setia dengan Rodriguez dan Anderson.
__ADS_1
“ Apa kau menemukan petunjuk untuk itu Ar?”
“ Tentu saja Si, aku yakin Anderson kemarin berhasil menghubungi banyak orang dan aku akan menggunakan ponsel nya untuk menjaring semua orang tersebut. Aku yakin ini akan mudah.”
Ar benar-benar harus membersihkan semuanya sebelum dirinya pensiun. ia tidak boleh meninggalkan satu bakteri pun. Jika masih ada yang tertinggal maka bakteri itu akan membuat sebuah virus lalu berkembang menjadi penyakit, dan Ar tidak ingin hal tersebut terjadi.
“Ar, bagaiman si laba-laba itu?”
“ Aku sudah memerintahkan semua orang ku untuk mengawasi setiap bandara dan dermaga. Aku yakin orang itu akan muncul. Tapi kapan waktunya tentu aku tidak tahu. Kau bersiaplah dan tetap hati-hati. Jaga juga kakak ipar.”
Silvya mengangguk mengerti. Rapat pun dimulai. Ia mengerahkan semua anggotanya yang berada di luar negeri untuk memburu orang-orang Rodriguez dan Anderson. pun dengan Silvya, ia juga memerintahkan para anak buahnya untuk membantu Black Wolf memburu mereka yang menentang Ar.
Kali ini benar-benar perburuan besar-besaran dilakukan agar semuanya bisa dikendalikan. Ar harus benar-benar memastikan di negara ini tidak lagi ada organisasi bawah yang menguasai.
🍀🍀🍀
Rex baru saja membuka pintu apartemen. Ia datang bersama seorang wanita. sesaat Dean terpukau dengan wanita tersebut, namun ia kemudian bisa mengendalikan dirinya. Bagaimanapun sang kakak sudah meninggal dan wanita yang ada di depannya ini adalah seorang wanita yang didapatkan dari perdagangan bebas.
Dean benar-benar totalitas ingin membuat Baskoro sengsara. Ia bahkan merubah wajah si wanita itu menjadi wajah sang kakak. Dean berdiri dan memutari wanita yang memiliki nama Mesa tersebut. Ia menelisik wajah wanita itu di setiap sisinya.
“ Perfect.”
“ Duduklah, aku akan menjelaskan apa yang akan jadi tugasmu.”
Mesa pun duduk sesuai perintah Dean. tadi oleh Rex, Mesa sudah diberi tahu bahwa dia hanya boleh berkata iya saat diperintahkan oleh Dean. Saat in Dean adalah pemiliknya sepenuhnya. Dean adalah tuannya jadi Mesa harus menurut dengan Dean.
“ Kamu besok datang bersamaku sebagai sekretaris ke perusahaan seorang pria bajingaan. Tugasmu menggodanya sampai berhasil. Bagaimanapun caranya dia harus bisa kau dapatkan. Setelah itu, aku yang akan turun tangan. Paham!”
“ Ya tuan saya paham!”
Dean mengangguk. ia pun meminta Rex untuk mengantarkan Mesa ke kamarnya. Mesa akan tinggal di apartemen Dean dan Rex malam ini. Baru besok Rex akan mencarikan apartemen baru untuk Mesa agar ia bisa dengan mudah menarik perhatian Baskoro.
*
*
*
Dean benar-benar datang ke perusahaan baskoro. Perusahaan Baskoro adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman barang atau ekspedisi. kali ini Dean akan berlaku sebagai penanam modal.
__ADS_1
Awalnya Baskoro terkejut dengan kedatangan Dean. Bagaimanapun ia telah melihat Dean membela Elisa waktu itu. Dia pikir Dean akan seperti Ar yang mengancamnya. Namun siapa sangka Dean adalah seorang bisnisman yang ingin mengajaknya bekerja sama. Itulah yang Dean tampilkan di depan Baskoro.
“ Apakah tuan Baskoro setuju?”
“ Tentu, tentu saja saya setuju.”
Rupanya selain mata keranjang pria tersebut juga serakah. Ia benar-benar lupa bahwa waktu di toko Elisa ia juga mencaci Dean.
" Baiklah untuk urusan kerjasama dan kontraknya akan dibawakan oleh sekretaris saya. Anda nanti tinggal tanda tangan saja. Mesa, kemari dan bawahan berkas yang warnanya hijau.”
Mesa yang sedari tadi menunggu di luar mauk dengan anggun membawa berkas yang diminta oleh Dean. Baskoro terlonjak kaget, wajahnya pucat pasi saat melihat Mesa. Ia bahkan memundurkan tubuhnya. keringat dingin keluar dari dahinya.
“ Sha-shakila, ba-bagaimana bisa kau. Bukankah kau su~”
Dean menarik satu sudut bibirnya saat melihat wajah ketakutan baskoro. Ia sungguh menikmati raut wajah itu.
Itu belum seberapa. Kau akan merasakan yang lebih nanti.
Dean kemudian mengambil berkas dari tangan Mesa dan menyerahkan kepada Baskoro yang terlihat begitu gemetaran.
“ Tuan, apakah Anda baik-baik saja? apa Anda mengenal sekretaris saya. Namanya Mesa.”
“ Mesa? ooh baguslah. Kupikir dia hidup kembali.”
“ Maaf?”
“ Aaah tidak, saya salah bicara dan salah mengenali orang. Sekertaris mu ini sungguh mirip wanita yang begitu kucintai dulu.”
Dean mengepalkan tangan di bawah meja. ia sungguh muak dan jijik dengan u
Ucapan Baskoro baru saja. Cinta? tentu itu adalah kebohongan. Jika benar baskoro mencintai sang kakak, maka pria itu tidak akan mungkin meninggalkan Shakila menghadapi kematiannya sendiri.
Dean seketika teringat kepada El. Bagaimana hancurnya hati gadis itu dengan perlakuan dan kelakuan bejat sang ayah. Benar jika El mengatakan bahwa boleh memilih dia tidak mau dilahirkan dari benih pria bajingan itu.
“ Tidak lama lagi, ya tidak lama lagi aku akan membuat pria ini menyusul mu kak. Dan kau El, tidak lama lagi aku akan membuatmu tidak malu lagi. Kau dan ibu mu akan lepas sepenuhnya dari pria ini.”
Entah mengapa Dean masih begitu peduli dengan Elisa. Padahal ia tahu persis bahwa El tidak pernah tertarik dengan dirinya. Dean bisa melihat hanya ada Ar di mata gadis itu. Tapi membantu gadis itu terlepas dari pria brengsek ini tentu bukanlah sesuatu yang besar. Dean hanya ingin El bisa hidup tenang tanpa diganggu pria tersebut.
TBC
__ADS_1