Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 57. Keikutsertaan Jason


__ADS_3

Sebuah kapal besar dengan banyak penjagaan ketat terlihat mulai membelah lautan. Kali ini Malvis benar-benar puas karena mendapatkan banyak barang dagangan. Jika yang diketahui Ar hanya 30 orang, namun jumlah sebenarnya adalah 100 orang.


Entah bagaimana Malvis dan orang-orangnya melakukan hal tersebut. Padahal mereka hanya baru beberapa hari di sini tapi sudah berhasil mengumpulkan begitu banyak. Bagaimana jika lebih lama, mungkin stok gadis-gadis akan bisa habis oleh ulah klan Rogno Valenoso tersebut.


Terdengar suara tawa yang menggelegar di ruang tengah kapal. Malvis benar-benar puas dengan barang tangkapannya tersebut. Vitus yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.


“ Signore Malvis, apakah yakin akan pulang saja. Bukannya Signore ingin melakukan balas dendam kepada King Black Wolf. Apakah hanya akan melepaskannya begitu saja?”


“ Tck, bedebah kecil itu bukan tandingan ku. Aku akan kembali lagi nanti jika uang ku sudah ada di tanganku. Uuuh sayang sekali bukan jika pundi-pundi uang tersebut dibiarkan begitu saja. Aku yakin para elit tersebut menyukai barang yang seperti ini. Tentu aku tidak akan melewatkannya.”


Vitus mengangguk mengerti. Ternyata bagaimanapun Malvis tetaplah Malvis. Orang yang suka dengan gelimangan harta. 


“ Vitus, ambilkan satu untuk menemaniku.”


“ Apakah akan sampai seperti kemarin?”


“ Kau tenang saja, aku dalam suasana hati yang baik. Aku hanya akan main-main saja tanpa membuatnya mati kelelahan.”


Vitus mengerti, ia pun langsung meluncur sendiri ke dek bawah kapal untuk memilih wanita yang diinginkan Vitus.  Pilihan Vitus jatuh pada seorang wanita cantik berwajah campuran pribumi dan asing. Gadis tersebut memiliki bentuk tubuh yang sangat bagus. Meskipun berpakaian longgar dan tertutup Vitus tentu bisa melihat jelas bahwa gadis itu sangat seksi.


“ Sepertinya kau cocok untuk menemani kegilaan signore, senorita.”


Vitus meraih tubuh gadis tersebut dan langsung membawanya ke lantai atas untuk diberikan kepada sang tuan. Gadis tersebut sangatlah tenang, Vitus tidak tahu bahwa gadis itu saat ini sedang tersenyum sinis.


“ I’ts Showtime,” ucap gadis itu dengan gerakan bibir saja tanpa mengeluarkan suara.


Pintu ruangan Malvis dibuka, gadis itu pun langsung di dorong pelan oleh Vitus kedalam. Vitus pun segera menutup pintunya dan pergi dari sana.


“ Senorita, kau sungguh cantik.”

__ADS_1


Mata Malvis tidak berhenti berkedip saat melihat kecantikan gadis itu, ditambah tubuh seksi yang dimiliki sang gadis. Malvis kemudian bangkit dan membuka sebuah lemari kecil yang ada di sana. Ia mengambil sesuatu dari dalam lemari dan melemparkannya ke arah si gadis.


Sebuah lingerie merah. Ya, Mavis meminta gadis itu mengganti pakaiannya dengan lingerie merah tersebut. Tapi si gadis tidak segera mengganti, ia malah dengan berani berjalan mendekati Malvis dan duduk di pangkuan Malvis. Tentu Malvis sungguh senang karena gadis itu memiliki inisiatif.


" Tuan apakah tidak ingat dengan ku?"


Malvis mengerutkan kedua alisnya dengan pertanyaan gadis yang duduk di pangkuannya itu. Ia mencoba mengingatnya.


" Aaah, kau gadis yang menabrak ku di dermaga tadi. Kau yang bilang minta tolong untuk pergi membawamu keluar dari negara ini. Bukankah begitu. Siapa namamu cantik."


" Anda benar tuan. Nama saya Janella. Anda bisa memanggil saya dengan sebutan Ella."


Ella nama gadis itu dan dia sudah mulai meraba dada Malvis. Malvis tersenyum, ia pun meminta Ella untuk menuangkan wine ke gelasnya.


" Mio caro Ella, apakah kau mau ikut saja denganku. Aku akan membuatmu senang. Aku akan menjamin hidupku jika kau mau jadi la mia dona (wanitaku)."


Ella sama sekali tidak menjawab, gadis itu hanya tersenyum menanggapi perkataan Malvis. Malvis sungguh gemas dengan tingkah gadis itu. Ia pun langsung menuang wine yang masih setengah gelas itu ke tubuh Ella. Malvis kemudian menjilatinya dengan penuh hasrat.


" Baiklah tunggu di sini tuan. Aku akan segera menggantinya."


Entah mengapa, Malvis benar-benar tergila-gila dengan tubuh Ella itu. Selama ini bercinta dengan banyak wanita, Malvis belum pernah merasa sesenang ini dan sepenasaran ini.


Tak berselang lama Ella pun keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang membuat Malvis membulatkan matanya. Tubuh putih nan mulus itu begitu terpampang nyata. Bulatan kenyal yang masih terbungkus itu bahkan sudah mampu membuat Malvis tersihir.


Pria itu menarik tangan Ella dan mendudukkannya di atas pangkuan. Ia kembali menjilati sisa-sisa wine di dada Ella yang tadi ia tuang. Bagian bawah Malvis sudah begitu sesak dan memaksa untuk keluar. Tapi entah, Malvis belum ingin melepaskannya.


" Kau sangat cantik Ella. Bagaimana jika kau selamanya menjadi wanitaku. Akan ku buat kau seperti ratu nanti."


" Apakah benar begitu, jika iya tentu saja aku mau."

__ADS_1


Malvis benar-benar terlena dengan tubuh Ella. Ia kembali menuangkan Wine di tubuh gadis cantik itu dan mulai menjilati nya lagi. Malvis benar-benar menikmatinya layaknya seorang anak kecil yang tengah menikmati es krim. Namun tidak dengan Ella, gadis itu sungguh merasa jijik. Namun ia harus bertahan hingga mencapai tujuannya.


Malvis yang benar-benar tengah oleng dibuat Ella tidak pernah tahu bahwa kapalnya saat ini tengah dikepung oleh musuh. Ya, kelompok Ar sudah berhasil menyusul kapal feri milik Malvis. Mereka sudah bersiap di posisi.


" Ingat ya gunakan RH-03 saat penting saja," kicau Jason.


" Iya bawel ih, takut amat sih nggak dapat bagian. Tenang gue kasih yang banyak," sahut Ar yang paham apa maksud Jason. 


Roki hanya terkekeh geli melihat reaksi Jason. Roki juga tahu apa yang dimaksud Jason. Sungguh malang nasib orang-orang yang terkena RM-02, mereka hanya akan dijadikan tikus percobaan untuk Jason.


Sedangkan Dean dan Rex tentu tidak tahu apa yang jadi obrolan Ar dan Jason.


Mereka mengambil posisi masing-masing dan bersiap untuk naik ke buritan kapal. Tim satu adalah tim pembuka, mereka akan membuka jalan agar yang lainnya bisa dengan mudah untuk masuk ke kapal.


Slupp


Slupp


Slupp


Sebuah tembakan tanpa suara dilesatkan oleh anak buah Ar. Mereka pun tumbang satu persatu. Jason memandang wajah Ar dengan kesal. Pasalnya Ar meminta anak buahnya untuk menggunakan senjata api terlebih dahulu untuk membuat para penjaga di lapisan pertama itu ambruk.


Ar acuh dengan tatapan Jason, sungguh terkadang Jason bersikap seperti anak kecil. Namun hanya saat-saat seperti ini saja Jason bersikap seperti itu.


Buritan kepala sudah dikuasai. Mereka pun satu persatu masuk ke dalam kapal. Namun tiba-tiba Dean menarik lengan Ar.


" Ar, hati-hati, ini terlalu mudah. Jangan sampai kita terjebak."


Ar mengangguk setuju dengan ucapan Dean. Akan tetapi Ar pun merasa tenang. Kamera pengawas sudah dimatikan oleh Drake. Ruang kontrol  hanya akan melihat gambar yang sama untuk sementara waktu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2