
Elisa benar-benar tidak peduli dengan Baskoro. Bahkan tidak da niat sedikitpun untuk El menjenguk Baskoro. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Hari ini sebenarnya tidak ada kuliah. Tapi El ingin mengembalikan buku perpustakaan yang sudah jatuh tempo.
El melenggang memasuki gedung universitas. Tetapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang menariknya dengan sangat kasar. El tentu terkejut. Ia pun menoleh ke arah orang yang menariknya tersebut. Wajahnya pun berubah kesal saat tahu siapa yang melakukannya.
" Tck mau apa kamu! Sudah ku bilang aku tidak pernah mengganggu hubunganmu dengan pacarmu itu. Jadi stop menggangguku!”
Wajah orang tersebut mendadak sendu. El tentu heran. Amber yang selama ini begitu berani, arogan dan berkata semaunya tampak tidak berdaya di depannya.
“ Eh, Mber kamu kenapa?”
Amber tiba-tiba menangis. Gadis itu menangis dengan begitu keras membuat El bingung sendiri. ia pun membawa Amber untuk duduk agar lebih tenang. El juga memberikan sebotol air mineral kepada Amber.
“ Minumlah, agar kamu sedikit lebih tenang.”
Amber meraih pemberian El dan meminum air mineral tersebut hingga habis setengahnya.
“ Elisa, aku minta maaf ya sama kamu dengan semua rumor yang sudah aku buat. Aku sungguh menyesal. Aku janji akan mengklarifikasinya.”
“ Tidak perlu Mber, aku yakin mereka sudah lupa.”
Amber menelisik wajah Elisa dengan seksama. Ia baru tahu kalau Elisa ini sungguh cantik di balik wajahnya yang dingin dan tanpa make up. Ya Elisa tidak pernah memoles wajahnya. ia hanya menggunakan pelembab pada wajahnya dan sedikit lip balm agar bibirnya tidak kering.
“ Pantas saja Edzar menyukaimu El. kau sungguh cantik.”
El tentu terkejut dengan kata-kata Amber. Amber sungguh berbeda dari biasanya. Dan entah apa yang membuat gadis itu berbeda pagi ini El pun tidak tahu.
“ Sebenarnya ada apa Mber?”
“ Hufttt, Aku sama Edzar sudah putus. Huuuft, El aku sungguh mencintainya. Aku benar-benar mencintai Edzar. Tapi gara-gara mama tiriku yang tidak setuju membuat Edzar memutuskanku. Dan anehnya papaku tidak membelaku sama sekali.”
__ADS_1
Elia membuang nafasnya dengan kasar. Melihat Amber aa ini mengingatkan dirinya ke beberapa tahun silam saat masa sekolah. Dimana dia juga begitu cinta terhadap Edzar namun pemuda itu tega menyakiti hatinya.
“ Amber, apakah kau mau mendengarkanku. Tapi aku harap kamu tidak marah. Dengarkan dulu baik-baik. lalu setelah itu terserah kamu mau seperti apa bersikap.”
Amber mengangguk mendengar apa yang El katakan. El pun mulai menceritakan kisahnya tersebut kepada Amber. Dimana dia jatuh cinta dan patah hati terhadap pria itu. dan juga bagaimana pria itu membiarkan rumor beredar di lingkungan sekolah tanpa pernah mau membersihkan nama El.
Amber pun bereaksi terhadap cerita El. reaksi Amber tentu sangat terkejut. Ia sungguh tidak menyangka, Pria tampan itu melakukan hal yang seperti itu.
“ Hufft, dan yang terakhir Mber. Pria itu beberapa kali menemuiku memintaku untuk kembali. Dan aku menolaknya dengan keras. Jujur hatiku sudah tidak menerima pria yang pernah menyakitiku.”
“ Ya Tuhan El, Apakah dia setega itu?”
“ Terserah kamu mau percaya apa tidak. tapi itulah yang terjadi. Jadi aku sarankan coba telisik lagi hatimu. Apakah kamu benar-benar mencintainya atau hanya sekedar euforia semata.”
Amber pun terdiam. Ia memikirkan setiap apa yang Elisa katakan. bahkan ia pu mulai meragu dengan hatinya itu.
“ Thanks El udah mau mendengarkanku. dan sekali lagi maaf. Aku sudah begitu jahat padamu.”
🍀🍀🍀
Sepanjang jalan keluar kampus Amber memikirkan ucapan El dengan baik. Sungguh ia merasa begitu buruk karena telah berbuat jahat kepada El. Amber bersyukur El mau memaafkannya. Ia pun bertekad untuk berbicara baik-baik kepada Nita. Ia sendiri merasa tidak pantas, masa hanya karena seorang laki-laki dia berbuat buruk kepada ibu sambung yang sudah merawatnya tersebut. Amber yang hari itu tidak membawa mobilnya akhirnya menuju keluar kampus untuk memanggil taksi. Tapi tiba-tiba ekor matanya melihat ada seseorang yang ia kenal.
“ Lho, itu kan Mama Nita. Kok dia kesini, apa dia mau menemuiku?”
Amber tersenyum kecil ia pun urung memanggil taksi dan berjalan ke arah Nita. Tapi Amber berhenti saat ia melihat Nita berjalan mendekat ke arah seorang pria yang ia tahu itu adalah Edzar. Amber tent terkejut. Ia pun berjalan mengendap untuk bisa mendekati keduanya.
“ Sudah mama katakan, jangan dekati Amber. Dia gadis polos. Kamu salah jika memanfaatkannya.”
“ Maaf, Anda bukan lagi ibuku jadi tidak usah sok-sok an perhatian. Saya tidak butuh.”
__ADS_1
Duaaar
Bagai disambar petir di siang bolong AMber mendengar kata-kata Edzar. Ibu? Ibu apa? Itulah yang saat ini memenuhi kepala Amber. Gadis yang memiliki sikap tidak sabaran itu langsung menghampiri keduanya. tadinya ia ingin mendengarkan lebih banyak lagi. Tapi sepertinya Amber sudah tidak bisa.
“ Apa maksudnya ini. Ibu? Zar katakan siapa ibumu?”
Nita tentu terkejut dengan kedatangan Amber. tap tidak dengan Edzar. Pria tampan itu malah tersenyum simpul. sepertinya ia akan mengungkapkan semuanya hari ini.
“ Dengarkan baik-baik Aber. Wanita ini, yang kamu ilang adalah ibu yang baik dia adalah ibuku. ibu yang dengan tega meninggalkan ku hanya untuk mengurusi anak orang lain. Ibu yang tega meninggalkan anak dan suaminya demi sebuah materi. Mungkin bagimu dia ibu yang baik. Tapi tidak untukku. Dia adalah ibu yang sangat buruk.”
Amber hanya bisa membulatkan matanya saat mendengarkan ucapan Edzar. Sedangkan Nita sudah menangis tersedu.
“ Apakah ini karena ini kau sengaja medekatiku?”
“ Ya, aku ingin melihat dia sengsara karena perselisihan antara kau dan dia. dan untuk papa mu, sungguh dia pria brengsek karena dengan sadar merusak rumah tangga orang lain. tapi sebenarnya dua-duanya brengsek sih. Karena wanita itu juga mau didekati padahal statusnya masih istri orang. Hufft, jadi seperti itulah. Asal kau tahu Mber, untuk bisa merawatmu dia meninggalkanku. untuk bisa menyayangimu dia membuangku. Apakah itu sikap seorang ibu? aku pikir bukan, dia hanyalah seorang wanita serakah.”
Amber tertuduk lesu. kata-kata edzar seakan menghujam jantungnya. Amber pun membalikkan badannya dan pergi menjauhi Nita yang masih tergugu.
“ Amber, sayang tunggu mama nak.”
“ Stop mengatakan kau adalah mamaku. Kau sungguh jahat bisa melakukan itu kepada putramu!”
Amber berteriak begitu keras. ia tidak peduli dengan tatapan banyak orang terhadap dirinya. Entah mengapa kini ia begitu merasa bersalah kepada Edzar. yang awalnya ia hendak marah karena sudah dimanfaatkan kini tiba-tiba ia merasa iba kepada pria itu.
“ Anda benar-benar ibu yang buruk nyonya. Bahkan seorang harimau pun tidak akan pernah memakan anaknya sendiri. Stop jangan lagi mengikutiku, dan jangan pernah menganggap aku adalah anakmu. Sampai kapanpun kau bukan ibuku dan tidak akan pernah bisa menjadi ibuku. Aku tidak mau punya ibu yang bahkan membuang anaknya sendiri.”
Skak Mat
Nita benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Wanita itu melihat ke sisi kanan dan kiri. Di sisi kanan ia melihat Edzar yang berjalan menjauh dan di sisi kiri ia juga melihat Amber berjalan menjauh. Pada akhirnya dia tidak mendapatkan apapun.
__ADS_1
TBC