Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 46. Perselisihan


__ADS_3

Edzar kembali mendatangi Elisa saat gadis itu tengah duduk di taman sendiri. Sungguh ini merupakan kesempatan yang baik karena tidak ada Mia disisi El.


Dengan berjalan lebih cepat, Edzar akhirya bisa duduk disebelah El. El yang tahu Edzar datang langsung menggeser posisi duduknya agar sedikit menjauh dari pria itu.


“ El, malam ini kosong nggak. jalan yuk, ada mini konser lho di Soul Restourant.”


“ Maaf kak aku nggak bisa. Sebaiknya Kak Edzar jak Amber, bukan ajak aku. nanti Ambrbya salah paham lagi dan akhirnya ngegosipin aku yang bukan-bukan.”


Edzar seketika terdiam, ia tahu gosip yang beredar di kampus tapi Edzar sama sekali tidak membantu meluruskan. El sungguh kesal dengan pria itu. Lagi-lagi Edzar berkelakuan sama seperti dulu, selalu bersembunyi dari masalah yang tidak menguntungkan dirinya.


Elisa bangkit dari duduknya dan hendak pergi dari tempat itu. Tapi oleh Edzar tangan El ditarik sehingga membuat gadis itu tidak jadi berjalan. El berusaha melepaskan pegangan tangan Edzar. Namun semakin El berontak Edzar semakin keras mencengkeram.


“ Lak lepaskan, kau menyakitiku.”


“ Tidak El sebelum kau mau menerimaku kembali.”


El meringis namun sedetik kemudian ada seorang pria yang mencengkeram tangan Edzar dengan begitu kuat.


“Lepaskan atau tanganmu akan hancur sekarang.”


Edzar tentu ketakutan. Suara pria itu mampu membuatnya bergidik ngeri. Edzar pun melepaskan tangan Elisa.


“ Nona, apa nona baik-baik saja.”


“ I-iya pak, terimakasih.”


Yoyok kemudian memberi kode kepada Elisa untuk segera pergi dari tempat itu. Beruntung ia tepat waktu datang. Padahal Yoyok baru saja ke kamar mandi untuk memenuhi panggilan alam.


“ Awas jika kau berani mengganggu Nona Elisa lagi maka aku yakin tanganmu tidak akan pernah kembali utuh.”


Glek

__ADS_1


Edzar menelan saliva nya dengan susah payah. Tubuhnya seketika gemetaran. Pria tinggi besar itu begitu menakutkan. Tatapan matanya mampu membuat orang bergidik ngeri. Bahkan saat Yoyok sudah pergi Edzar masih saja bergetar tubuhnya.


“ Edzar, sebenarnya apa sih mau mu?”


Edzar membuang nafasnya kasar mendengar suara yang sungguh membuatnya tambah kehilangan mood bagus. Amber datang dengan muka masam dan menggebu-gebu. Meskipun inilah yang dia inginkan tapi sungguh kali ini dia tidak dalam mood yang baik untuk berduel mulut dengan Amber.


“ Apa-an sih Mber, berisik tahu."


“ Kamu ini yang apa-an. Kamu itu pacar aku tapi terang-ternangan ngejar si Elisa. Apa hebatnya Elisa, dia hanya gadis penjual bunga.”


“ Amber, asal kau tahu saja. Sungguh aku sudah muak dengan sikap kasar mu itu. Terlebih ibumu. Apa kau lupa apa yang ibumu katakan padaku saat kita makan malam kemarin.”


Amber terdiam, ia kembali mengingat makan malam yang mereka buat kemarin malam. Niat hati Edzar ingin mengajak Amber bertunangan tapi oleh sang ibu ditolak mentah-mentah. Nita dengan lugas menolak Edzar menjadi suami Amber.


Sebenarnya Edzar hanya sengaja membuat jebakan itu agar Nita, ibu tiri Amber itu mulai menunjukkan sifatnya. Dan benar, Nita tidak setuju dengan hal tersebut. Tentu saja itu merupakan sebuah jalan untuk membuat Amber berselisih dengan Nita.


"Maafkan mama ku Ed, aku akan minta papa untuk membujuk Mama.”


Edzar berlalu. Ia yang tadi memasang wajah kasihan ketika menyeringai saat berjalan menjauh dari Amber. 


“ Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang mamaku sayang. Lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini. gadis manja itu pati akan menyusahkanmu. Enak saja sudah meninggalkan aku dan papa saat terpuruk dan kau malah enak-enakan hidup merawat anak orang lain ketimbang anaknya sendiri. Cih, dasar!"


🍀🍀🍀


Amber pulang dengan membawa kemarahannya. Kata putus yang diucapkan Edzar membuat gadis manja itu meradang. Baru sampai di pintu ruma Amber sudah berteriak begitu kencang.


" Mama Nita! Mama Nita!"


Nita yang tengah bercengkrama dengan sang suami tentu terkejut mendengar teriakan putri sambungnya itu. Pun dengan Cokro. Ia bahkan sampai menutup kedua telinganya dengan tangan karena suara sang putri yang begitu memekakkan telinga.


" Ada apa sayang, putri mama yang cantik hmmm?"

__ADS_1


" Stop mengatakan bahwa aku putrimu. Aku bukan putrimu, kau hanya orang lain di rumah ini yang tiba-tiba menjadi ibu ku. Kau sungguh ibu tiri yang jahat."


Deg


Nita tentu terkejut mendengar semua ucapan Amber begitu juga dengan Cokro. Selama beberapa tahun ini semenjak ia masuk ke rumah ini Amber selalu bersikap manis. Tapi kali ini tidak. Sorot kebencian terlihat dari mata gadis itu. Nita bahkan sampai memundurkan tubuhnya. 


" Amber, mengapa kau bicara begitu kepada mama mu. Cepat minta maaf," teriak Cokro tak kalah kerasnya.


Namun Amber tidak peduli dengan ucapan sang papa. Saat ini dirinya diliputi kebencian kepada Nita. Ia menyalahkan Nita atas hubungan dirinya dan Edzar yang kandas.


" Pa, papa selalu memuja-muja wanita ini. Dia jahat pa, dia udah buat aku putus dengan Edzar. Apa papa tahu, kami saling mencintai tapi wanita itu mengatakan bahwa kita nggak cocok."


Nita membuang nafasnya kasar. Kini dia tahu kenapa gadis manja itu meledak-ledak. Sedangkan Cokro, ia juga tidak mengerti kenapa Nita bersikukuh menolak Edzar. 


Selama berhubungan dengan Nita, Cokro hanya tahu kalau wanita itu memiliki anak. Tapi dia tidak pernah tahu bahwa Edzar adalah putra dari istrinya.


" Iya sayang, mengapa kau tidak setuju dengan Edzar. Dia pemuda yang baik."


Nita terdiam. Dia bingung apakah akan mengatakan hal ynag sebenarnya atau tetap menyimpan rahasia itu.


" Alaaah memang dia wanita yang jahat. Dia tuh cuma pura-pura baik padaku. Nyatanya dia tidak ada bedanya dengan ibu tiri dalam dongeng. Aku sungguh membencimu. Aku benci!"


Amber berlari meninggalkan Nita dan Cokro ke kamarnya. Gadis itu terlihat begitu marah dan kecewa. Amber bahkan meraih apa saja yang ia lewati lalu dia lempar ke lantai. Amber bahkan mengambil vas dan melemparkannya ke foto pernikahan Nita dan Cokro hingga jatuh dan pecah.


" Amber jangan keterlaluan!"


Teriakan Cokro tentu tidak digubris oleh Amber. Gadis itu bahkan menunjukkan jari tengahnya kepada Nita. Nita, seketika tubuhnya luruh ke lantai. Ia bersimpuh di sana dan menangis tersedu. Sakit, itulah yang ia rasakan saat dimaki orang yang selama ini sudah ia sangat sayangi. Amber yang masih sempat melihat hanya tersenyum sinis. Dia sungguh tidak peduli dengan tangisan Nita.


" Apakah rasa sakitnya seperti ini. Sungguh ini sangat sakit. Apa mereka juga merasakan seperti ini?"


Nita tergugu, Cokro lalu memeluk tubuh Nita dan mengatakan semuanya akan kembali normal. Ia yakin Amber hanya marah sesaat. Tapi Nita tidak merasa begitu. Mulai saat ini ia yakin Amber akan terus membencinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2