
Baskoro sangat kesal mengetahui bahwa Jasmine bisa memiliki sebuah toko bunga lagi. Sungguh rencananya tidak seperti ini. Rencana Baskoro adalah, ia berharap Jasmine akan memohon-mohon agar bisa kembali menempati toko. Jika itu terjadi maka Baskoro akan memberi syarat yakni meminta Jasmine untuk rujuk. Ya, Baskoro menginginkan Jasmine kembali menjadi istrinya.
" Brengseeek!!! Dari mana wanita itu punya uang untuk menyewa toko di daerah strategis seperti itu. Lokasi itu adalah incaran para pelaku bisnis dan tidak mudah mendapatkan. Bahkan harga sewanya bisa 2 kali lipat harga jual ruko yang kemarin aku beli. Lalu bagaimana bisa Jasmine menempatinya?"
Baskoro heran bagaimana sang mantan istri itu memiliki uang yang begitu banyak. Ia pun berusaha mencari pemilik ruko itu untuk kemudian membelinya. Ia ingin membuat Jasmine tidak bisa lepas ataupun lari dari dirinya.
Baskoro kali ini benar-benar dibuat pusing dengan apa yang ia perbuat sendiri. Bahkan ia langsung mendatangi kantor pemasaran kawasan ruko tersebut.
" Maaf pak, pemilik dari ruko itu adalah seseorang yang tidak bisa kami sebutkan namanya. Kami selaku bagian pemasaran memiliki kewajiban untuk melindungi identitas setiap pembeli."
Baskoro sangat kesal dengan jawaban orang tersebut. Ia menjadi penasaran, kira-kira siapa orang yang membeli ruko yang saat ini ditempati oleh mantan istrinya.
" Apa orang itu adalah kekasih Jasmine? Apakah Jasmine sudah mendapatkan pengganti diriku?"
Pikiran Baskoro melayang kemana-mana membuat sebuah praduga. Di sisi lain Yoyok, orang yang dikirim Ar untuk mengawasi Elisa memberikan laporan bahwa ayah Elisa itu tengah mencari tahu identitas Ar. Bukan hanya Yoyok tapi bagian pemasaran juga menghubungi Ar bahwa ada seorang pria yang mencarinya. Ar hanya terkekeh, namun ia berusaha tidak melanjutkan tawanya karena ia tengah berada di sebuah kelas.
Ya, saat ini Ar tengah menjalani perkuliahan. Ia benar-benar konsisten dengan keputusannya untuk masuk universitas. rupanya hal tersebut tidak lepas dari pengawasan Dika. Kakak iparnya itu langsung memberitahu Radi bahwa adik iparnya kuliah di Universitas Nusantara.
Dari situlah sebenarnya mau tidak mau Ar harus serius menempuh pendidikannya.
“ Wah, anda cukup luar biasa hebat menerima perkuliahan. Padahal S1 yang anda tempuh sudah terlewat lama.”
“ Palk Radi terlalu memuji, kebetulan saja otak saya ini memang cerdas pak.”
Keduanya tertawa. Baru kali itu Radi mengetahui saudara Silvya. Ar memang jarang sekali terlihat setiap ada acara keluarga.
__ADS_1
“ Kenapa Tuan Arduino tidak pernah tampak kalau Silvya memiliki acara.’
“ Panggil saja saya Ar pak. Tapi tetap saya tidak bisa memanggil Anda nama, karena Anda adalah dosen saya heheh. Saya selama ini domisili di Kota P di pulau S pak. Di sana ada sedikit bisnis dan kini saya menetap di sini, aaah itu kantor saya kelihatan dari sini.”
Untuk kesekian kali Radi kagum dengan keluarga Silvya. Sang ipar itu adalah CEO LT dan kini dia tahu saudara kembar Silvya juga pemilik PT AG. Ar juga tipe orang yang supel sehingga Radi nyaman berbicara dengan Ar.
“ Baiklah Ar saya permisi dulu, masih banyak kelas yang harus saya datangi.”
“ Wah selamat pusing pak, saya sudah selesai dan saya akan pergi bermain dulu.”
Radi menggeleng pelan, Arduino ini sungguh tidak seperti kelihatannya. Wajah bule nya yang terkesan dingin itu berbanding terbalik dengan sikap dan tutur katanya yang ceplas ceplos.
“ Jika dipikir-pikir, Silvya dan Ar ini memiliki kesamaan. Jika sudah mengenal keduanya sama-sama rusuh,” gumam Radi sambil berlalu menuju kelas yang lain.
*
*
*
“ Apakah sudah ada titik terang Drake?”
“ Belum Ar, semua tampak gelap.kamera pengawas yang aku dapatkan tidak bisa menampilkan wajah orang itu sama sekali. Kelihatannya orang itu ingin membuatmu penasaran.”
Ar memicingkan sebelah matanya mendengar ucapan Drake. Drake yang tahu arti tatapan ar langsung memberikan penjelasannya.
__ADS_1
“ Begini, jika dia ingin tidak diketahui seharusnya dia bisa menutup atau mematikan kamera pengawas. menurutku Dia itu seolah-olah ingin menunjukkan padamu bahwa dia telah datang. dia ingin memancing rasa ingin tahu mu tentang Dia. Apa kau punya musuh Ar?
Sungguh pertanyaan yang salah. Semua orang tahu setiap klan mafia pasti memiliki musuh. Akan tetapi musuh yang mana, itu lah yang Ar tidak ketahui. Tapi Drake bisa memastikan bahwa orang itu bukanlah Dean. menurut informasi yang Drake terima, Dean yang berada di negara M benua Amerika itu tengah sibuk mengembalikan kesehatan sang adik.
“ Siapa-kira-kira orang itu. Drake coba salin rekaman tersebut kedalam flashdisk. biar nanti aku amati ketika sudah sampai di apartemen.”
Drake mengangguk patuh. Tiba-tiba Ar memiliki pemikiran lain. ia merasa orang itu bukan hanya mengincar dirinya melainkan orang-orang terdekatnya juga.
“ Drake kirimkan orang untuk menjaga kediaman Sisi dan tempatkan orang untuk menjaga dr. Dika full selama 24 jam.”
Drake sedikit terkejut namun ia tetap mematuhi perintah Ar. Ar juga menghubungi Roki untuk menambah pengawalan terhadap Elisa dan ibunya. Yoyok tidak bisa jika harus sendiri, dia harus ditemani. Ar tidak ingin kecolongan sama sekali. Apa gunanya nama King Black wolf yang ia sandang jika orang-orang terdekatnya tidak bisa ia lindungi.
Ar segera kembali ke apartemen. Ia harus bisa mengetahui siapa orang itu malam ini juga agar bisa mengambil tindakan. Ar tidak ingin berlama-lama merasa was-was dan penasaran terhadap orang yang telah mengganggu ketenangannya. Ia yakin orang tersebut pasti mengenalnya begitu juga sebaliknya. Dan, jika benar demikian maka Ar sungguh tidak akan sungkan untuk menyingkirkannya. Ia harus benar-benar membersihkan orang semacam itu sampai ke akar-akarnya.
“ Lagi dan lagi, gue mau pensiun nape ade aje sih halangannya.”
Ar menghantuk-antukkan keningnya di stir kemudi. Ia sungguh kesal. Niatnya untuk pensiun semakin besar tapi permasalah di klan mafia juga semakin bertambah.
“ Apa ini adalah cobaan orang yang mau insaf dan taubat ya?”
Ar kembali bermonolog. Sepanjang jalan dari markas Wild eagle menuju apartemennya, Ar tidak henti-hentinya berbicara sendiri. Pria itu tampaknya benar-benar tengah merasakan perasaan dan pikiran yang campur aduk.
“ Et dah, dah macem es campur aja ini pikiran. Mending es campur enak dimakan. Lhaa ini bujuuug tambah empet yang ada. Ya Allah apa salah Ar ya Allah."
Ar berucap menirukan gaya seorang artis cilik di sinetron pada masa dulu itu. Sungguh jika ada yang melihat tidak akan menyangka bahwa dia seorang mafia kejam berdarah dingin. Dimana ia bisa membunuh orang tanpa ampun dan belas kasih.
__ADS_1
TBC