
Hari ini tepat seminggu setelah kejadian Ar dan El meminta restu kepada Baskoro.Akhirnya mereka pun memutuskan untuk tidak menghadirkan Baskoro dalam acara ini. Tampaknya pria paruh baya itu pun juga tidak bisa menghadirinya karena masalah psikis dan juga fisik yang tidak memungkinkan.
Setelah dari ruangan Baskoro, Ar dan El menemui dokter dan meminta penjelasan medis mengenai keadaan Baskoro. Dari sana lah kedua orang itu memutuskan tidak mengikutsertakan Baskoro di acara lamaran dan tunangan yang mereka akan adakan.
Keadaan rumah Elisa begitu ramai. Acara yang super singkat persiapannya itu membuat Ar belum mengenalkan Elisa kepada keluarganya. Tadinya Fatimah sempat kesal dengan sang putra karena mereka belum juga melihat calon menantu mereka. Tapi mau dikata apa, semuanya memang serba mendadak membuat mereka sibuk melakukan persiapan masing-masing.
Jadi bisa dibilang nanti saat acara lamaran dan pertunangan, keluarga Ar baru akan melihat menantu mereka. Fatimah tentu sangat tidak sabar. Jika kemarin pernikahan putrinya digelar dengan sangat sederhana, bahkan hanya di kantor urusan agama mungkin kali ini pernikahan Ar akan lebih meriah.
Di kediaman Elisa keluarga Hasna lengkap dengan radi dan Yudi sudah standby menunggu. Yasa, si bayi menggemaskan itu pun juga tidak absen menghadiri acara pertunangan aunty nya.
Radi yang bertugas menjemput tamu di depan rumah sedikit terkejut saat melihat mobil yang dikenalnya. Tapi dosen satu anak itu mencoba berpikir positif bahwa yang memiliki mobil sejenis bukan hanya seorang. Namun kecurigaan dugaan Radi semakin yakin saat ia melihat plat nomor mobil tersebut.
“ Lho, bukannya itu mobilnya Dika. Lha ngapain itu orang di sini. katanya mau nganter adik kembar Silvya lamaran. Apa jangan-jangan~”
Kalimat Radi terpotong saat melihat Ar keluar dari sana. Sungguh dosen itu terkejut melihat mahasiswa S2 nya keluar dari mobil mengenakan busana batik disusul seluruh keluarga Silvya. Bahkan Nataya juga ikut bersama mereka.
Pun dengan Dika, ia terkejut melihat sang kakak berada di sana. Bukan hanya Dika, Ar dan semua nya terkejut melihat Radi yang yang berdiri di depan rumah.
Dika kemudian menghampiri sang kakak dan menanyakan apa yang kakaknya lakukan di rumah Elisa.
“ Lha, Elisa ini adik sepupu Hasna.”
Pluk
Dika dan Silva menepuk kening mereka masing-masing lalu tertawa. Ar yang tidak mengerti sendiri hanya dibuat bingung dan juga semakin gugup.
“ Sebenarnya ini ada apa?” tanya Ar kemudian.
“ Gini Ar, kak Radi itu punya istri namanya Hasna. Dan gadis yang akan kau pinang itu adalah adik sepupu dari istri kak Radi. Dengan kata lain, kamu akan menikahi adik ipar kak Radi. Ya Allaah, dunia ini begitu sempit.”
__ADS_1
Semuanya terkekeh geli dengan takdir yang tengah menghampiri mereka. pun dengan Fatimah dan Harold. Mereka juga mengenal baik Radi dan juga Hasna.
Radi pun langsung membawa keluarganya, eh maksudnya keluarga pria masuk ke dalam rumah.
Hal pertama yang terjadi adalah Hasna dan Yudi yang terkejut melihat Dika dan Silvya.
“ Lho, Dokter dika, Kak Silvya kok kalian berdua?”
“ Ar, maksudku calon suami adik sepupumu adalah adik kembarku Has.”
Semua sungguh terkejut. Bahkan Elisa sendiri juga terkejut bahwa mereka ternyata keluarga keduanya saling berhubungan satu sama lain.
Radi pun mempersilahkan semuanya untuk duduk. Obrolan singkat sebelum acara dimulai menjadikan mereka, atau Ar sebenarnya tambah rilex. Tidak ada kecanggungan karena kedua keluarga sudah mengenal baik. Fatimah sungguh bahagia saat melihat Elisa. Gadis cantik itu mengenakan balutan kebaya berwarna nude dengan riasan yang simple tapi tetap terlihat anggun.
“ Baiklah, kedatangan kami hari ini ingin menyampaikan maksud bahwa adik kami Arduino Aaron Linford ingin meminang Elisa menjadi istrinya. Silahkan Ar, kamu meminta sendiri gadismu kepada keluarganya.”
“ Elisa Dwi Baskoro. Aku sudah mencintaimu jauh sebelum kau mengenalku. Dan andaikan kau tahu, saat aku kembali menemuimu aku sudah berniat untuk mengejarmu. Aku tidak mau berlama-lama lagi menunggumu. Aku juga tidak akan menjanjikan apapun kepadamu, yang akan ku lakukan adalah berusaha menjadi pria yang pantas untukmu. Elisa Dwi askoro, maukah kau hidup bersamaku hingga maut memisahkan? maukah kau mendampingiku dalam keadaan senang dan susahku di dalam hidup?”
“ Mari kita hidup bersama. Selama Allaah memberi kita nafas.”
Tes
Air mata Jasmine dan Fatimah menetes. Kedua ibu itu sungguh terharu dengan apa yang anak-anak mereka lakukan saat ini. Jasmin dan Fatimah berdiri untuk memakaikan cincin. Fatimah memakaikan sebuah cincin dan kalung kepada Elisa dan Jasmine memakaikan cincin di jari Ar. mereka kemudian saling memeluk satu sama lain.
Acara tersebut berlangsung dengan sangat lancar. Senyum Ar mengembang tiada layu membuat Silvya terkekeh geli. Saat ini mereka sudah ada di acara yang lebih santai. Semua saling mengobrol satu sama lain.
Radi, Hasna dan Yasa tengah duduk bersama Dika, Silvya dan Nataya. kedua bayi itu duduk di stroller mereka masing-masing.
“ Hahaha bener-bener nggak nyangka ya. Ar akan menikah dengan Elisa,” ucap Radi.
__ADS_1
“ Haish, dunia tidak selebar kolor eh kelor,” jawab Dika.
Mereka tertawa bersama. Masih tidak menyangka bahwa mereka akan ‘berbesanan’. Sama-sama tidak tahu membuat mereka merasa begitu geli dengan semua yang terjadi.
Ar membawa gadisnya keluar. Mereka tengah duduk di teras rumah. Ar tidak henti-hentinya menatap wajah Elisa yang hari ini begitu cantik. Elisa yang tidak pernah berdandan tampak berbeda saat mengenakan make up. Gadis itu pun menunduk malu karena Ar terus menatapnya. Ia tersenyum kecil, senyum yang membuat Ar tidak tahan untuk mengecup bibir gadis itu.
“ Haish, nunggu dua tahun.”
“ Sabar ya bang.”
Keduanya terkekeh geli setelah mengatakan hal tersebut. Ar meraih tangan El dan menggenggamnya. Ia mengeratkan genggamannya seakan tak ingin melepaskan.
“ Aku mencintaimu Elisa.”
“ Aku juga mencintaimu bang Arduino.”
Elisa dan Arduino saling melempar senyum. Keduanya kemudian menatap lurus ke depan. hal ini baru merupakan awal dari hubungan keduanya. Mereka akan lebih saling mengenal lagi satu sama lain.
Pertemuan yang tidak sengaja membawa mereka ke hubungan yang serius. Takdir jodoh memang tidak ada yang tahu. Seorang mafia kejam nyatanya bisa luluh hatinya oleh seorang gadis yang terkenal dingin. Pun sebaliknya gadis yang begitu dingin dan tertutup, hatinya bisa menghangat dengan pria yang berkelakukan begitu absurd. Tapi itu lah garis takdir, semuanya sudah diatur, Sebagai insan, kita hanya bisa mengikuti dan melakukan hal yang terbaik.
...~SELESAI~...
Alhamdulillah Ar & El akhirnya selesai juga. Terimakasih sahabat readers yang sudah setia membersamai ohor. Terimakasih sudah selalu mendukung karya-karya othor. Sampai jumpa di karya athor yang lain ya
Terimakasih, maturnuwun, gomawo.
...Salam Sayang...
...Author IAS...
__ADS_1