Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 34. Mainnya Kurang Jauh


__ADS_3

Anderson berhasil mengumpulkan setidaknya 100 orang anggota Black Wolf yang masih setia terhadap Rodriguez. Mereka ternyata mengeluhkan tentang kepemimpinan Ar. Mereka berharap ada pemimpin baru.


Tentu saja hal tersebut membuat Anderson tersenyum senang. Ini merupakan kesempatan untuk menggulingkan Ar dari kursi pimpinan Black Wolf. 


Sebenarnya mereka khawatir jika Black Wolf pensiun. Dengan kata lain mereka tidak setuju jika Black Wolf non aktif seperti Wild Eagle. Masih banyak yang mereka ingin kuasai di dunia bawah. Terutama perdagangan obat-obatan terlarang di tanah air yang sama sekali tidak bisa dilakukan karena Ar tidak menyetujuinya. 


Mengapa mereka menginginkan itu, karena  itu merupakan ladang cuan yang sangat mudah untuk didapatkan. Dan tentunya banyak yang akan diraup. Selama ini hal tersebut tidak akan bisa terlaksana jika Ar masih menjadi pemimpin Black Wolf.


" Jadi, apa kalian siap membersamai ku untuk menjemput pimpinan kita yang sesungguhnya, Rodriguez?"


" Ya, kami siap!"


" Apa kalian siap untuk melakukan penyerangan?"


" Tentu, kami sangat siap."


Mereka sungguh loyal terhadap Rodriguez. Entah loyal, entah juga hanya mencari peruntungan untuk bisa kembali eksis di dunia bawah. Yang menjadi pertanyaan, mengapa mereka tidak membentuk klan mafia sendiri?


Hal tersebut tentu sudah terbesit dalam diri orang-orang itu. Namun ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan Anderson pernah membuat klan mafia nya sendiri. Ia memberi nama The Lion. Namun seperti yang ditahu, membuat klan mafia mungkin terdengar mudah tapi tidak untuk menunjukkan eksistensi dan dipandang di dunia hitam itu yang tidak mudah.


Bertahun-tahun Anderson mencoba berdiri di kaki nya sendiri namun tidak bisa sejaya Black Wolf. Pada akhirnya dia pun menyerah, membiarkan The Lion terbengkalai. 


Dan, kini ia kembali untuk. Dengan alasan menjemput Rodriguez dan membalas perbuatan Ar terhadap kakak nya itu ia mencoba peruntungan untuk menguasai Black Wolf. Ternyata, masih banyak orang yang tidak puas terhadap Ar dan menginginkan pemimpin baru untuk Black Wolf.


" Baiklah, aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian jika aku menjadi pemimpin Black Wolf nanti," ucap Anderson percaya diri.


Pria itu sungguh yakin bahwa ia bisa mengalahkan Ar dengan kekuatan yang sudah ia kumpulkan itu.

__ADS_1


Mereka pun siap berangkat menuju ke lokasi. Namun sebelumnya Anderson mengirim setidaknya masing-masing 5 orang menuju ke kediaman Silvya dan Elisa. Anderson tahu Silvya adalah saudara kembar Ar dan Elisa adalah gadis yang saat ini dekat dengan Ar.


Dan benar saja sekelompok orang mendekat ke kediaman Silvya dan Elisa. Namun orang-orang Ar dan Silvya tentu sudah berjaga di sana. Sebelum mereka berhasil mendekat ke pagar saja mereka sudah berhasil dilumpuhkan.


Sama hal nya dengan Yoyok dan tim nya yang menjaga Elisa dan Jasmine. Mereka dengan mudah berhasil melumpuhkan orang-orang kiriman Anderson itu. 


Rupanya Anderson benar-benar tidak tahu kekuatan sebenarnya dari Black Wolf dan Wild Eagle. Ia mengira bahwa Wild Eagle yang pensiun, terus mereka benar-benar mati. Tentu saja anggapan itu salah besar. Begitu juga dengan Black Wolf, namanya yang tidak lagi disebut di dunia bawah menjadikan Anderson meremehkan mereka. Padahal dunia masing-masing dari klan mafia yang ada masih begitu segan dengan King Black Wolf tersebut.


Bahkan kartel Magna Arbor, Dean Benicio sampai saat ini belum bisa juga menembus pasar tanah air karena ketatnya penjagaan dari King. Padahal Dean Benicio lumayan dikenal di perdagangan obat terkenal di dunia.


" Ini kayaknya Anderson mainnya kurang jauh. Ya kali mengirim curut kayak begini. Hadeeeh. Tapi bagus sih, mayan juga nih curut-curut buat tikus percobaan dokter Jason."


Yoyok berucap mengejek. Dia sudah diamanahi oleh Ar agar membawa orang-orang yang ditangkap itu ke markas Wild Eagle.


🍀🍀🍀


Suara Ar yang melengking membuat Roki dan Jason bernafas lega. Akhirnya yang ditunggu datang juga. Keduanya pun berlari keluar untuk menyambut Ar dan Silvya.


Namun tiba-tiba Silvya merasa dadanya sedikit sesak. Ar tentu terkejut melihat saudara kembarnya itu tampak kesakitan. Namun bukannya mengkhawatirkan diri sendiri, Silvya malah bertanya kepada Ar mengenai keadaan Ar. Tentu saja Ar menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.


" Kau yakin kalau kau baik-baik saja?"


" Si, I'm fine. See, kamu bisa lihat sendiri kalau aku baik-baik saja."


Entah mengapa Silvya tidak merasa begitu. Dalam lubuk hati terdalamnya mengatakan ada yang tidak beres dengan Arduino.


" Jas, bisakah kau memeriksa Ar?"

__ADS_1


Glek


Ar menelan salivanya dengan susah payah. Mengapa Silvya tiba-tiba bicara begitu. Sungguh membuat Ar salah tingkah. Roki hanya menatap bingung dengan apa yang dilihatnya itu. Sedangkan Jason, dokter itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Si, common. Bukan waktunya untuk bercanda. Sebentar lagi rombongan Anderson datang."


Silvya terdiam sesaat. Apa yang dikatakan Ar memang benar. Tapi apa yang dikatakan hatinya membuat Silvya sejenak merasa ada yang salah dengan Ar. Beberapa kali bertemu tapi mengapa kali ini ia melihat Ar memiliki aura yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. 


"Baiklah mari hadapi Anderson. Kita tumpas ke akar-akar nya, dan setelah itu kau harus ikut denganku untuk memeriksakan tubuhmu. Kali ini aku tidak akan menyerahkannya padamu jika aku yang mendapatkannya. Aku akan menghabisinya sekali lihat. Jason, aku minta RH-03. Aku mau dia mati secepatnya."


Glek


Baik Ar, Roki, dan Jason benar-benar dibuat tidak berkutik dengan ucapan dingin Silvya dan tatapan tajam mata wanita yang sudah menikah dan memiliki satu putra itu. Silvya tetaplah Queen, julukan Queen mafia yang kejam benar-benar masih terlihat hingga saat ini.


Jason hanya bisa mengangguk dan berlari meminta apa yang diinginkan oleh Silvya. Tadinya Jason hanya akan memberikan RM-02 untuk digunakan Silvya dan Arduino. Tapi permintaan Queen tentu saja tidak bisa diacuhkan begitu saja.


" Ini Queen."


Jason memberikan sebuah senjata laras panjang. Memang fisiknya seperti senjata api biasa. Namun pelurunya sudah dimodifikasi oleh Jason dengan racun berlevel tinggi.


" Baiklah mari kita sambut paman tersayang mu itu yang sok-sok an mau jadi pahlawan kesiangan untuk Rodriguez. Aku sungguh tidak sabar ingin bermain. Sudah lama aku tidak menggerakkan tubuhku. Sepertinya akan seru."


Ar mengangguk, ia sama bersemangatnya dengan sang saudara kembar. Akan tetapi terbesit kekhawatiran dalam diri Arduino mengenai apa yang diucapkan oleh Silvya tadi.


" Bagaimana jika Sisi beneran ngajakin buat cek-up. Pasti bakalan ketahuan. Apa ini yang namanya feeling saudara kembar. Huft, apa benar-benar tidak bisa menyembunyikan dari dia."


Ar bermonolog dalam hati. Pikiran itu tentu memenuhi otaknya. Namun sesegera mungkin harus ia kesampingkan. Dia benar-benar harus fokus dengan datangnya Anderson ini. Ia tidak boleh mengacau, bahkan rasa sedikit nyeri yang ia rasakan harus ia toleran dengan meminum obat nya secara sembunyi-sembunyi dari Silvya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2