Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 14. Jatuh Hati


__ADS_3

Sekelompok orang tengah berada di sebuah pulau kecil. Di sana terdapat sekitar 20 an anak-anak dibawah usia 10 tahun. Mereka ditempatkan di sebuah ruangan dan dibiarkan begitu saja tanpa alas.


Beberapa anak tampak menangis. Namun bukannya bersimpati, seorang penjaga malah meneriaki mereka meminta anak-anak itu untuk diam.


“ Tck menyusahkan.”


“ Kau kenapa?”


“ Apa kau tidak dengar, mereka begitu berisik.”


Seoran pria dengan tinggi hanya sekitar 120 cm mendekat ke arah teman yang tengah mengomel karena ulah anak-anak itu. Pria itu kemudian mendengus pelan.


“ Darf, mengapa sih si bos memilih mengambil anak-anak begini? Kenapa nggak gadis-gadis remaja gitu.”


“ Aku sebenarnya juga tidak tahu Burn. Tapi jika bisa ku simpulkan bos lebih nyari aman. Anak-anak ini kan tidak bisa memberontak. Lagian mereka ini sudah pesanan.”


Burn mengangguk mengerti. Darf pun kembali menjelaskan bahwa mereka atau anak-anak itu nantinya akan diberikan kepada orang-orang kaya. Jika beruntung mereka akan dijadikan anak, namun jika tidak mereka hanya akan menjadi budak. Budak di sini bisa berarti mereka akan jadi pembantu anak-anak mereka atau biasanya mereka akan dibesarkan dengan sebuah tujuan.


Tujuan tersebut biasanya adalah untuk donor organ bagi anak-anak mereka. Kejam memang, tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia bawah nan gelap itu. Terkadang heran di zaman sekarang ini masih ada praktek seperti itu. Tapi memang seperti inilah kenyataannya. Orang kaya yang memiliki uang bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Sekalipun itu diluar norma yang ada.


“ Kalau ku pikir-pikir ngeri juga ya Darf."


“ Sudah kau tidak usah mikir yang beginian. Yang penting kau bekerja dengan baik dan tidak melakukan kesalahan. Kau tahu sendiri si bos tidak pernah mentolerir kesalahan sedikit pun.


Burn menelan salivanya dengan susah payah. Ia tentu tahu bagaimana perangai bos nya. Bos yang dijuluki Dark Demon itu benar-benar sesuai dengan namanya yang berarti gelap. Tapi mungkin sebenarnya setiap ketua klan mafia memiliki sifat yang sama yakni kejam dan mendominasi.


Darf pun melenggang pergi dari tempat itu. Rupanya sang bos memanggil dirinya. jangan salah, meski memiliki tinggi tubuh yang tidak seperti pria dewasa kebanyakan, namun otak cerdas Drf tentu menjadi nilai tambah tersendiri. Darf bahkan merupakan salah satu orang kepercayaan Dark Demon.


“ Apakah semua sudah beres Darf.”


“ Suda tuan Demon semuanya sudah siap. Kita tinggal berangkat saja. Tapi tuan apakah tuan tidak merasa bahwa kali ini terasa terlalu tenang?”


Demon terdiam sejenak. Ia setuju dengan ucapan Darf. Ini terlalu tenang. Ia tahu Wild Eagle sudah pensiun, akan tetapi yang ia dengar meskipun Wild Eagle sudah pensiun klan mereka masih selalu memonitoring apa yang dunia bawah kerjakan di tanah air. Terlebih Black Wolf masih aktif.


“ Baiklah, kita tidak boleh mengesampingkan tu. Tetap pada schedule yakni kita akan berangkat besok. Akan tetapi selalu waspada."


Demon tidak bisa acuh dengan kekuatan Black Wolf. Semua ini memang terlalu tenang. Ia harus ekstra hati-hati. Jangan sampai dia musnah di negara ini.

__ADS_1


Darf tentu mengerti apa yang dimaksud hati-hati oleh sang tuan. Daprf pun segera menyiapkan semuanya. Terutama anak-anak itu. Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun dalam pemindahan besok.


*


*


*


Ar yang mendapatkan pesan tersebut langsung saja meluncur ke markas Wild eagle. Pesan yang ia dapat rupanya berasal dari Drake. 


Roki yang diamanati oleh Dika tentu saja terlihat sedikit kelimpungan. Dia yang baru saja menyelesaikan masakannya sudah ditinggal lebih dulu oleh Ar. Alhasil Roki menaruh bubur yang baru saja matang itu ke dalam termos bubur lalu menyambar obat-obatan yang harus Ar minum.


“ Aseem, punya bos semaunya sendiri. Aisssh, harus ngojek dong gue.”


Tak mau telat memberi sang bosa obat, roki memilih memesan ojek online ketimbang taksi. Beruntung kang ojeknya langsung datang setelah dipesan.


Sesampainya di markas Wild Eagle Roki bersungut-sungut, dan Ar hanya diam saja melihat asistennya mengomel.


“ Woooah sejak kapan kau punya bayi Roki, bawa-bawa termos bubur segala.”


Drake sedikit terkejut, rupanya bubur tersebut diperuntukkan untuk Ar. Namun Drake memilih diam sambil menunjukkan beberapa hal di layar monitor miliknya.


Ar tersedak saat ia melihat salah satu rekaman kamera pengawas. Di sana memperlihatkan seorang gadis tengah menolong seorang anak kecil yang hampir dibawa orang tak dikenal. Matanya membulat sempurna sambil terus terbatuk-batuk hingga Roki membatu Ar menepuk punggung sang bos.


“ Bos, pelan. Aku tidak akan meminta makananmu.”


Ar bergeming. Ia meminta Drake untuk memperbesar gambar tersebut.


“ El!”


“ Ar. apa kau mengenal gadis itu?”


Drake bertanya kepada Ar dan Ar menjawab dengan anggukan kepala. Ia pun meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


“ Hallo? dimana kau sekarang. Baik, jangan kemana-mana. aku akan ke sana.”


Tanpa bicara apapun lagi Ar segera berdiri dari duduknya. Namun sebelumnya ia menyambar obat yang sudah disiapkan oleh Roki lalu memasukkan sekaligus ke mulutnya.

__ADS_1


Glek


Ar kemudian berlari dan pergi entah kemana Roki dan Drake tidak tahu.


“ Apa Ar mengenal gadis itu. Sepertinya dia begitu khawatir.”


Roki hanya mengangkat kedua bahunya tanda dia tidak tahu. Ar tidak pernah bercerita bahwa ia tengah dekat dengan seorang gadis. Sejak bertemu dengan keluarganya Ar tidak pernah dengan wanita manapun.


Ar menekan pedal gasnya dalam-dalam. Dengan sedikit cepat ia mengemudikan mobilnya agar cepat sampai di tempat tujuan.


Ciiit


Ar memarkirkan mobilnya tepat di depan kampus. Ia turun dari mobil dan berlari menuju dimana El berada. Ar tampak bernafas lega saat melihat El tengah duduk disebuah bangku taman.


“ Syukurlah kau baik-baik saja.


El tentu terkejut saat tiba-tiba tubuhnya dipeluk oleh seseorang. Gadis itu pun memberontak namun saat ia mengetahui bahwa Ar lah yang memeluk, entah mengapa ia diam saja.


“ Ada apa?”


Ar melepaskan pelukannya dan duduk disebelah El. Pria itu kemudian menanyakan apa yang dilakukan oleh El beberapa hari ini selama mereka tidak bertemu. Ar tidak mungkin mengatakan poinnya langsung mengenai El yang menolong seorang bocah.


“ Ah aku ingat, kemarin aku menolong seorang anak taman kanak-kanak yang hampir dibawa oleh orang asing. Aku kemudian membawa anak itu pergi.”


“ Lain kali jangan bertindak gegabah. Lebih baik teriak manggil orang. Beruntung tidak terjadi apa-apa padamu.”


“ Apa kau mengkhawatirkan ku.”


“ Tentu saja. kalau terjadi apa-apa padamu lalu siapa yang bakal masakin aku.”


El mendengus pelan. I pikir Ar aka kapok setelah memakan makanan yang ia buat. sedangkan Ar tentu saja bukan karena itu. Entah sejak kapan rasa itu timbul, Tapi Ar merasa ia sudah jatuh hati kepada El. Gadis yang usianya terpaut 7 tahun dengannya itu berhasil membuat Ar khawatir setengah mati saat ia tidak berada di sampingnya.


“ Sepertinya aku harus kembali mengirim orang untuk mengawasi gadis ini.”


Ar bermonolog dalam hai. Ia mempunyai feeling tidak enak kedepannya nanti. 


TBC

__ADS_1


__ADS_2