Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 6. Rencana Kembali Ke Kota J


__ADS_3

Ar telah membereskan orang-orang yang hendak menyelundupkan beberapa obat terlarang ke tanah air. Mereka sudah diinterogasi oleh Ar dan sungguh mengejutkan. Dari 7 orang ada 2 dari pihak yang ia anggap tidak mungkin melakukan hal tersebut. Ar sedikit frustasi mengenai fakta yang ia terima.


Sebagai mafia saja dia masih ingin melindungi negaranya dari pengaruh buruk. Tapi ini sebagai orang yang bekerja di organisasi perlindungan malah berusaha menghancurkan negeri karena semata-mata uang.


" Heeh trus lu-lu pada mesti gue apain hah. Brengsek bener jadi orang. Gue puntungi tangan lho berdua gimana?"


" Ampun bang!"


" Ampun bang? Lu kate gue preman pengkolan? Sialan. Rok, orang-orang ini jangan dilepasin dulu. Kirim ke tempat Jasson biar dia yang beri tindakan sama para curut ini."


" Wokeey bos."


Ar sungguh kesal dengan mereka ini. Sungguh diluar nalar, mengherankan dan mencengangkan. Sedangkan ketujuh orang itu bergidik ngeri melihat tatapan membunuh Ar. Sebenarnya Ar sungguh ingin menghabisi nyawa mereka. Namun Ar mengingat bahwa ketujuh ornag itu masih punya keluarga yang harus dinafkahi. Alhasil Ar akan menggunakan cara yang halus untuk menghukum mereka dengan mengirim kepada Jason.


" Halo Jas."


" Yes Ar, ada apa."


" Aku mengirim tujuh orang ke tempat mu. Treatmen mereka dengan baik selama seminggu lalu kembalikan ke tempat asal."


" Sesuai keinginanmu yang mulia."


Ar tersenyum puas. Jason benar-benar bisa diandalkan dalam urusan seperti ini. Ar melenggang keluar dari markas dan hendak menuju ke lota J lagi. Tentu saja Roki sedikit heran dengan Tuannya itu.


" King, mau ke kota J?"


" Yoi, perkebunan sawit ente yang ngurus. Aku bakalan ngurus kantor yang di kota J. Eh Rok, ente ikut ane aje lah. Bingung gue ntar ngurus-ngurus semuanya sendiri. Perkebunan sawit serahin ke Bruno. No, ready kan?"


" Re-redy King."

__ADS_1


" Good."


Bruno, salah satu orang kepercayaannya setelah Roki hanya bisa mengangguk pasrah menerima perintah dari Ar. Padahal sungguh ia tidak tahu menahu masalah perkebunan sawit. Selama ini ia hanya mengawasi saja namun tidak mengurusi apa yang terjadi di dalam perkebunan. Bruno kemudian melihat ke arah Roki dengan tatapan memohon pertolongan. Roki hanya mengangguk kecil sebagai tanda semua akan baik-baik saja.


Ar kemudian kembali masuk ke kamar untuk mengambil beberapa barang yang ia akan bawa ke kota J. Bagaimanapun di kota J ia memiliki kantor yang memang harus dia urus. Selama dia di markas Black Wolf yang ada di kota P, PT Argo Group di pegang oleh orang kepercayaannya yang lain.


" Hallo Njir semua sudah beres di perusahaan? Oke besok pagi aku akan datang ke Argo Group."


Plak


Roki mengeplak keningnya sendiri dengan sedikit keras setelah mendengar perkataan sang tuan. Ar memang sesukanya sendiri jika memanggil anak buahnya.


" Bos bisakah memanggil dengan nama yang benar. Nama dia bagus lho Benjiro, kenapa manggilnya jadi Njir?"


" Laah suka-suka aku. Mulut-mulutku ini."


Ya Tuhan saya berharap semoga ini orang segera ketemu pawangnya biar agak lebih bener lagi dalam segalanya, doa Roki dalam hati.


Setelah memberitahukan apa yang harus Bruno kerjakan selama mengurusi perkebunan akhirnya Roki pun menuju ke kota J dengan Ar sesuai perintah Ar.


Sedangkan di kota J tepatnya di PT Argo Group, Benjiro yang sedang rapat dengan dewan direksi tentu dibuat pusing karena sang bos besar akan datang ke perusahaan. Dia pun mengubah rapat laporan bulanan perusahaan menjadi rapat persiapan untuk menerima kedatangan sang bos.


" Besok big bos akan datang. Saya harap Anda semua dapat menyambut beliau dengan sangat baik. Jangan cari muka depan bos, sungguh dia tidak menyukainya. Laporkan segala hal yang berkaitan dengan perusahaan. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Saya harap Anda semua jujur kepada Tuan Arduino besok."


Semua mengangguk patuh, selama ini mereka begitu jarang bertemu dnegan Arduino karena bos besar mereka itu memang tidak tinggal di kota J. Hanya sesekali Arduino ke perusahaan dan itu pun tanpa mereka ketahui. Dengan kata lain Ar datang hanya sekedar mampir, jadi tidak banyak yang tahu siapa Ar waktu itu. Hanya segelintir orang yang mengetahui bahwa orang tersebut adalah Arduino pemilik perusahaan Argo Group.


Benjiro yang menjabat sebagai presiden direktur tersbut mewanti semua orang untuk menyambut Ar di lobi besok. Benjiro menjelaskan bahwa Ar adalah pribadi yang dingin dan tegas. Tentu saja hal tesebut membuat seluruh karyawan mereka merasa sedikit tertekan.


" Aku sungguh menanti kedatangan mu Ar. Siapa tahu kan aku jadi bisa liburan nanti," ucap Benjiro dengan tawa meledak di rungannya.

__ADS_1


Benjiro sendiri merupakan sahabat Ar di Black Wolf. Mereka sama-sama besar di organisasi Mafia. Karena kecerdsan Benjiro, Ar meminta nya untuk mengurusi perusahaan besutan Ar sendiri. PT Argo group merupakan perusahaan buatan Ar yang sama sekali tidak berhubungan dengan dunia bawah.


Meskipun begitu kemampuan Benjiro di medan pertempuran tidak perlu diragukan. Saat-saat tertentu Benjiro juga membantu Ar dalam menyelesaikan pekerjaan dunia bawah.


" Shein, apakah ruangan CEO sudah beres?"


" Sudah bos, aman pokoknya mah."


" Good, inget jangan ada nuasa warna pink sama sekali. Bog boss nggak suka. Jangan taruh bunga juga, dia anti bunga. Lalui ~'


" Wait boss, mending boos tulis aja deh apa yang nggak disukai dan apa yang disukai sama big boos. biar akunya nggak pusing."


Sekertaris Benjiro yang bernama Sheina langsung pamit undur diri setelah mengatakan hal tersebut. Benjiro hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Perasaan dia kan sekertaris gue. Kenapa jadi galakan dia ketimbang gue. Gue sosor juga nig bibirnya kalau nerocos mulu."


Benjiro hanya mendengus pelan melihat kelakuan Sheina yang absurd tersebut. Terkadang gadis berusia 25 tahun memang lebih galak ketimbang dirinya. Akan tetapi hal tersebut merupakan kelebihan tersendiri, karena urusan perusahaan selalu cepat beres dengan sikap Sheina yang galak bin tegas itu.


Benjiro menyandarkan tubuhnya di kursi. Ia kembali mengingat masa-masa saat masih aktif di dunia bawah. Mendengar Ar mempunyai rencana untuk pensiun sebenarnya Benjiro sangat senang. Ia sudah merasakan kehidupan di luar dunia bawah, dan sungguh ia merasa nyaman karena tidak lagi berhubungan dengan nyawa.


" Aku harap kau benar-benar segera pensiun Ar dan menikmati kehidupan normal. Meskipun aku tahu itu sulit. Tapi kau sudah sangat cukup banyak berjuang hingga berada di titik ini. Mengetahui kau masih memiliki keluarga yang lengkap sungguh aku sangat bahagia untukmu."


Bagaimanapun kehiduan Ar selama menjadi anak seorang Rodriguez sangat tidak mudah. Ar dituntut menjadi anak yang sempurna. Diusia belasan bahkan Ar sudah pandai menggunakan berbagai macam senjata api. Emosi Ar sering tidak stabil karena tekanan. Namun setelah beranjak lebih dewasa Ar sudah bisa mengetahui bahwa dia bukan anak kandung Rodriguez mulai menyusun strategi untuk mengumpulkan kekuatannya sendiri hingga bisa menjatuhkan Rodriguez.


Seorang yang mengaku sebagai ayah namun ternyata menculiknya saat bayi, memisahkan dia dengan kedua orang tuanya dan kedua saudara kembarnya. Bahkan Rodriguez yang membunuh salah satu saudara kembarnya yang bernama Zion.


Benjiro benar-benar berharap Ar akan hidup lebih baik lagi setelah memutuskan pensiun nantinya, setelah banyak hal yang dilalui..


TBC

__ADS_1


__ADS_2