Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 16. Peringatan Kecil


__ADS_3

Semua sudah dipersiapkan oleh Roki. Mereka menaiki kapal menuju lokasi yang sudah ditemukan oleh Drake. Ternyata Dark Demon mengubah schedule keberangkatan. Mereka 2 jam lebih cepat dari rencana semula.


Beruntung Ar memang datang untuk memeriksa terlebih dulu. Meskipun begitu rupanya Ar dan tim sedikit terlambat karena kapal milik Demon sudah mulai melaut. Ar beserta tim segera menyusul agar tidak tertinggal jauh.


" Sial, rupanya mereka benar-benar waspada."


Ar bersiap menyerang kali ini. Setelah beberapa saat ia berdiam dan tidak berolahraga, tampaknya malam ini ia akan berkeringat.


Roki memberi instruksi kepada seluruh anak buahnya untuk bersiap menyerang. Sesuai arahan Ar, mereka akan dibagi jadi 3 tim. Tim A akan berlaku sebagian penyerang atau pembuka jalan. Tim B, mereka akan menyelamatkan anak-anak yang tengah ditahan dan tim C sebagai penerima. Tim C akan standby di kapal, mereka harus segera pergi setelah anak-anak tersebut berhasil dipindahkan dari kapal Demon.


" Apa kalian siap!"


" Siap!"


" Ingat, jangan ada kesalahan. Jangan sampai menyakiti anak-anak itu."


Semua tim mengangguk paham dengan apa yang dikatakan oleh Roki. Ar kemudian datang dan memberikan sebungkus permen kepada ketua tim B.


" King, apa ini?"


" Berikan ini kepada anak-anak itu. Di dalamnya ada obat tidur, anak-anak akan tertidur sehingga kalian bisa lebih cepat memindahkannya. Itu buatan Jason, aman. Tapi jangan sampai kalian ikut makan."


" Baik King."


Kapal Ar melaju begitu kencang dan mulai mendekat ke kapal Dark Demon. Tampak beberapa orang menjaga sekeliling kapal.


Tim A mengeluarkan senjata laras panjang yang diberi alat agar suara tembakan tidka terdengar.


Bleep


Bleep


Bleep


Satu persatu penjaga di bagian buritan kapal tumbang juga oleh tim A. Terlebih buritan kapal milik Dark Demon berbentuk miring membuat Tim A dengan mudah naik ke atas kapal. Ar pun ikut naik ke kapal. Dia harus berhadapan langsung dengan Dark Demon.


Rupanya mereka belum juga menyadari kedatangan Black Wolf, Ar menyeringai. Kemudian Ar memberi kode agar timnya menyerang lebih dalam lagi.


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan terdengar jelas beradu dengan angin laut malam itu. Satu per satu anak buah Demon di bagian luar kapal sudah bisa dihabisi oleh Tim lawan. Namun Ar tiba-tiba berhenti. Ia merasa sedikit curiga dengan kemudahan yang mereka alami.


" Sial, ini hanya pancingan."

__ADS_1


Dan benar saja, di sebelah lainnya ada sebuah kapal yang pergi menjauh. Melalui alat penghubung jarak jauh, Ar menghubungi Roki untuk mengejar kapal yang satunya lagi.


" Rok, anak-anak itu di kapal yang itu! Kejar cepat!"


Tanpa basa-basi Roki lalu meminta nahkoda kapal untuk mengejar kapal yang mulai menjauh. Sedangkan Ar, ia akan mengejar menggunakan kapal yang sudah ia kuasai itu.


Di sisi lain Dark Demon tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengecoh Ar.


" Kau memang hebat Darf bisa membuat rencana begini. Aku ingin bisa melihat wajah King yang pasti sangat kesal"


" Terimakasih tuan."


Demon memuji rencana Darf yang tidak terpikirkan olehnya. Darf memang memiliki otak yang cerdas. Tidak salah ia menjadi orang yang dipilih Demon untuk jadi tangan kanannya. Pria itu benar-benar puas dengan hasil kerja anak buahnya.


Disisi Ar bukannya marah atau kesal saat mengetahui dirinya dikecoh. Pria itu hanya menerbitkan seringainya. Para anak buah Ar bahkan dibuat merinding oleh ekspresi Ar. Sudah lama mereka tidak melihat raut wajah pimpinannya yang seperti itu.


“ Kayaknya malam ini kita akan melihat pertunjukkan.”


“ Ya kau benar. Aku juga merasa begitu.”


Ar kembali fokus dengan kapalnya. Ia menaikkan laju kapalnya agar segera sampai di kapal milik Demon. Kapal milik Demon sudah berlayar lumayan jauh. Mereka tidak boleh membiarkan kapal itu semakin jauh.


Hingga beberapa saat kemudian baik kapal Ar maupun kapal roki dapat mendekati kapal Demon. Dengan aba-aba Ar, Tim A dan Tim B langsung masuk bersamaan. Tanpa melupakan pembagian tugas di awal bahwa tim B harus segera mencari lokasi dimana anak-anak itu disekap.


“ Hitungan ke 3 langsung serang ok! satu … dua … tiga … go!”


Bleep


Dor


Dor


Suara tembakan sedikit mengejutkan beberapa anak buah Demon. Namun mereka dengan sigap melawan. akhirnya tembak menembak pun terjadi juga. Tim B langsung menerobos masuk ke dalam kapal mencari lokasi di tahannya anak-anak itu. Sedangkan tim A terus berusaha mengalahkan musuh.


di dalam kapal, tepatnya di sebuah bar mini yang ada di sana. Demon tentu terkejut saat mendengar laporan anak buahnya bahwa mereka di serang. Mata Demon terlihat begitu marah. Ia bahkan melempar gelas wine yang tadi ia pegang.


“ Brengsek, bisa-bisa nya King mengejar kita sampai di tengah laut begini. Sial!”


Demon hendak mengambil senjatanya, namun sebuah suara tembakan begitu menggelegar. Ia pun berteriak keras saat salah satu timah panas itu berhasil menembus telapak tangannya.


“ Bajingan!!”


Darf yang berada di sebelah demon berusaha melindungi sang tuan.


“ Tck tck tck, baru begitu saja sudah sakit. Apa kabar anak-anak itu yang kau sekap. Apa mereka tidak lebih sakit karena ketakutan. Sepertinya kau perlu diberi shock terapi deh.”


“ Dasar brengsek kau King. Mengapa kau ikut campur terhadap urusanku!”

__ADS_1


Demon benar-benar berteriak marah kepada Ar. Namun Ar dengan tenang malah duduk disebuah kursi sambil memutar-mutar kan pistolnya.


Demon semakin marah. Bahkan ia menggertakkan gigi-giginya karena saking marahnya melihat gaya Ar yang benar-benar sangat mengesalkan. Demon dan Darf belum sadar bahwa kapal yang mereka tumpangi itu sudah sepenuhnya berhenti karena kemudinya sudah diambil alih oleh orang-orang Black Wolf.


“ Kau bilang apa? Mengapa aku ikut campur? Apa kau lupa setan, bahwa ini adalah daerah kekuasaan ku. Maka tidak ada yang bisa menyentuhnya. dan kau, dengan beraninya melakukan praktek penculikan anak-anak di tempat ku. Kau benar-benar cari mati.”


Glek


Demon dan juga Darf kesulitan menelan saliva mereka masing-masing. Kali ini yang mereka hadapi benar-benar seorang raja serigala yang siap mencabik mangsanya hidup-hidup.


baru kali ini Dark Demon ataupun Darf berhadapan dengan secara langsung.


Dor


sebuah tembakan yang berlangsung begitu cepat mengenai kepala Darf. Darah mengucur deras, dan seketika itu pula Darf jatuh ke tanah, mati.


Demon sungguh terkejut. Ar benar-benar tanpa basa-basi menembak orang kepercayaannya tersebut. Para anak buah Ar tentu saja hanya menonton pertunjukan tersebut sambil sesekali tersenyum melihat ekspresi Demon.


“ Ternyata nggak seperti namanya ya?”


“ Ho oh, kupikir bakalan seru. Eeh nggak tahunya begini doang.”


Beberapa anak buah Ar berbisik-bisik mengenai kemampuan Dark Demon. Meeting yang diberikan Roki sungguh tidak sesuai dengan realita yang terjadi di lapangan. Demon benar-benar tidak ada apa-apanya dengan Ar.


“ Bagaimana, sudah tahu siapa aku. lalu apa permintaan terakhirmu.”


Klak klak


Ar kembali menarik pelatuk pistol nya lalu membidik tepat ke arah demon. Pria itu sedikit ketakutan. Kali ini dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan lidahnya sudah terlanjur kelu untuk berucap.


“ Tck, lama.”


Dor


Dor


Dor


Dengan tiga kali tembakan Ar menumbangkan Demon. Tembakan pertama mengenai kaki, tembakan kedua mengenai jantung dan tembakan ketiga mengenai kepala. Darah seketika memenuhi lantai kapal. Ar tersenyum puas. Ia pun melempar pistolnya kepada anak buahnya agar di simpan. Ar berjalan menghampiri tubuh Demon yang tak lagi bernyawa lalu menginjaknya.


“ Jangan pernah berani-beraninya kalian melakukan hal yang tidak seharusnya di wilayah ku. Drake, sebarkan berita ini di dunia bawah. Aku ingin menjadikan ini sebagai sebuah peringatan untuk mereka semua.”


“ Di copy Ar. Siap laksanakan!”


Ar melenggang keluar tempat itu. para anak buah ar tentu tahu apa yang harus dilakukan. Mereka akan mengirim kapal tersebut ke negara asal mereka.


Ar yang mendapat kabar dari Roki bahwa semua anak-anak itu aman akhirnya bernafas lega. Ia pun segera kembali ke kapal dan putar balik kembali ke daratan.

__ADS_1


“ Ini hanya sebuah peringatan kecil, jika masih ada yang macam-macam lagi maka aku akan membuat sesuatu yang tidak pernah kalian bayangkan.”


TBC


__ADS_2