
Anderson dan rombongan mengintai rumah sakit Jason dengan seksama. Orang-orang itu terutama Anderson tersenyum lebar saat mereka melihat aktivitas rumah sakit yang seperti rumah sakit kebanyakan. Tidak tampak satupun penjaga di sana.
" Semuanya sesuai dengan rencana. Aku yakin mereka akan panik dan lari tunggang langgang saat mengetahui kedatangan kita."
Anderson berucap yakin. Ia pun mengambil pistol miliknya dan turun dari mobil diikuti oleh orang-orang nya. Anderson berjalan mantab tanpa pernah memprediksi apa yang terjadi di depan. Namun seketika pria itu berhenti saat melihat sesuatu yang janggal di sana.
“ Tidak, ini ada yang salah. Ar tidak mungkin benar-benar tidak tahu bahwa aku akan datang.”
Akan tetapi kesadaran Anderson sudah terlambat saat beberapa orangnya satu persatu terjatuh tanpa ada suara tembakan senjata api.
Bluuub
Bluuub
Bluuub
Terlihat diantara mereka ada yang jatuh tak bernafas sama sekali, tapi ada juga yang terlihat kejang-kejang terlebih dahulu. Semua mata membelalak melihat apa yang terjadi. Bahkan ada yang langsung pecah pembuluh darah, hal tersebut bisa diketahui dari darah yang keluar dari setiap lubang di tubuh mereka. Mulut, telinga dan hidung tampak mengeluarkan darah yang tidak sedikit.
“ I-Ini apa?’
“ Ya, Me-mengapa bisa seperti ini?”
“ A-apa yang terjadi dengan mereka.”
Semua orang yang ikut bersama Anderson benar-benar kebingungan dan ketakutan terlebih melihat rekan mereka terjatuh satu demi satu. Pada akhirnya mereka pun berjalan mundur agar tidak menjadi sasaran berikutnya. Akan tetapi sepertinya sudah tidak bisa lagi mereka berjalan mundur saat dibelakang sudah ada orang-orang dari Black Wolf dan Wild Eagle.
Wajah mereka terlihat pucat pasi. mereka tidak menyangka bahwa musuh yang mereka ingin sekali dihabisi ternyata berdiri kokoh bak tembok besar cina yang tidak akan runtuh didorong oleh ribuan prajurit.
“ Hello paman, long time no see? aaah spertinya kau berhasil mengumpulkan para coro tidak berguna ini sepertinya. Tck tck tck, apakah kau benar-benar tidak tahu bahwa mereka itu hanyalah sekelompok orang picik yang memanfaatkan keadaan? Seharusnya kau bisa menilai kenapa mereka mau bergabung denganmu?”
Arduino berjalan dari dalam rumah sakit dengan begitu santai diikuti oleh Silvya yang sudah siap menghujam tubuh Anderson dengan senjata di tangannya.”
“ Sialan kau Ar, dimana Rodriguez? dan apa yang kau lakukan dengan mereka ini.”
“ Tck, tidak usah sok-sok an peduli dengan peria tua itu. Lagian hidupnya tidak akan lama lagi. Seharusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri Anderson. Apa kau tidak melihat bahwa kakak kembarku sedang menodongkan senjata ke arahmu? Jika dia sudah tidak sabar maka kau akan berakhir seperti mereka yang terjatuh di tanah itu.”
Glek, Anderson menelan salivanya dengan susah payah. Dia bukannya mau kesini dengan mengantarkan nyawa saja. Dia tidak mau mati konyol. Sebenarnya bukan hanya itu keterkejutan Anderson, Ia sangat terkejut saat melihat Silvya berdiri tegak di sana. Cantik, kata itu yang terucap di benak Anderson. Dia selama ini hanya mendengar nama Queen tersebut tanpa pernah melihatnya.
Silvya yang ditatap oleh Anderson tentu saja merasa begitu enggan. Tatapan menjijikkan pria mesum itu membuat silvya sungguh muak. ia lantas menggelengkan kepalanya dan doooor … Slvya mengambil senjata api nya dan melesatkan nya ke kaki Anderson.
__ADS_1
Arghhhhh
Pria itu berteriak kesakitan. Ia tidak menyangka bahwa Silvya akan menembak dirinya.
“ Jaga pandanganmu itu pria menjijikkan, Sungguh aku tidak sudi ditatap oleh matamu itu.”
Sebenarnya apa yang diucapkan oleh Silvya memang benar. Bahkan Arduino bisa tahu bahwa Anderson, si pria penikmat wanita itu melihat Silvya dengan tatapan penuh damba.
“ Kau benar-benar tak tertolong. Bahkan saat nyawamu diujung tanduk, kau masih bisa berpikiran kotor seperti itu.”
“ Hahahha, lihatlah. Bukankah kembaranmu itu memang seksi, terlebih dia baru saja melahirkan aku yakin dadanya pasti sangat kencang dan menggairahkan.”
Ar menggerangg marah mendengar penuturan Anderson. Ia tentu tidak terima Silvya dilecehkan secara verbal seperti itu. Ar lalu mengambil pistol dari balik jaketnya dan menembakkan tangan dan kaki Anderson berkali-kali.
Door
Door
Door
Pria itu jatuh tersungkur. Rasanya menembaknya dengan RH-03 sungguh sangat sayang sekali. Anderson akan mudah sekali mati dan itu memudahkan nya. Ia harus dibuat menderita dulu baru akhirnya dia sendiri yang akan meminta kematiannya.
“ Jas, kayaknya tikus percobaanmu banyak nih, seneng pasti,” ucap Roki kepada Jason yang berdiri sekitar 2 meter dari Queen dan King.
“ Hahah kau benar Rok, haish aku sungguh tidak sabar,” jawab Jason sambil menjentikkan jarinya. Setelah itu semua pengikut Anderson jatuh ke tanah.
Bruuk
Bruuk
Bruuk
Mereka oleh Jason ditembakkan jarum obat bius. Sehingga akan dengan mudah untuk membawa mereka masuk ke laboratorium milik Jason.
“ Jas, kau sungguh tidak sabar.”
“ Siapa suruh mereka mengantarkan tubuh mereka Queen. Laah jelas aku senang dapat bahan percobaan gratis.”
Silvya dan Arduino hanya terkekeh geli melihat tingkah teman dokter mereka itu. Keduanya saling pandang. Mereka pikir ini akan seperti saat menghadapi Peter,tapi ternyata mereka salah. Ini bahkan jauh lebih mudah daripada saat itu.
__ADS_1
“ Tck, apa-apa an ini. Sama sekali tidak ada keringat yang keluar,” keluh Silvya yang dijawab gelengan kepala oleh Ar.
Sedangkan Anderson, pria itu masih tergeletak kesakitan di tanah. Ar dan Silvya memang mengacuhkannya hingga Roki mengangkat tubuh pria itu dan mendudukkannya di sebuah kursi roda. Dengan darah yang bercucuran dari luka tembak yang dilepaskan Ar dan Silvya, Anderson benar-benar meringis kesakitan.
“ Bagaimana? realita tak seindah ekspektasi bukan?”
Ar menyeringai sedangkan Silvya hanya tersenyum sinis. Mereka benar-benar membiarkan Anderson kehilangan banyak darah tanpa berniat menghentikannya.
“ Sialan kalian berdua. Kalian benar-benar brengsek. Bajingaan!!!”
“ Simpan saja tenagamu untuk bertahan hidup beberapa jam sebelum darahmu habis keluar. Tenang aku akan membuatkan pemakaman yang layak untukmu.”
Silvya menepuk bahu Anderson yang terdapat luka tembak. Sebenarnya lebih tepatnya menekannya hingga Anderson kembali mengerangg kesakitan. Silvya kemudian membalikkan badan untuk berjalan masuk. Namun langkahnya terhenti saat mendengar sesuatu.
Bruuuk
Suara seorang jatuh ke lantai. Silvya kembali menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya dia saat menemukan Ar tergeletak di tanah tidak sadarkan diri.
Silya bergerak cepat menghampiri Ar dan mengangkat tubuh kembarannya itu di pangkuannya. Ia menepuk pelan pipi Ar dan memanggil nama Ar. Mata Silvya menatap tajam ke arah Anderson seakan ingin menguliti pria itu hidup-hidup.
“Aku tidak melakukan apapun kepada nya. Apa kau tidak melihat bahwa tangan dan kakiku terluka olehnya.”
Ucapan Anderson benar adanya. Silvya berusaha membangunkan Ar tapi Ar tidak bergeming.
“ Roki!!!!! Jasooooon!!!”
Hanya itu yang Silvya lakukan. Roki dan Jason yang mendengar teriakan Silvya pun langsung berlari ke arah sumber suara. Keduanya terkejut, terlebih lagi Roki. Asisten Ar itu tentu tahu mengapa sang king pingsan.
“ Apa yang kau sembunyikan dari ku Roki? Cepat katakan atau aku akan menembak kepalamu saat ini juga agar isi otakmu keluar.”
Tubuh roki meremang seketika saat melihat tatapan maut dari Silvya. Sungguh ia melihat bahwa Silvya benar-benar seorang Queen mafia yang sangat kejam.
Roki kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Ar. Tentang kondisi kesehatan sang bos yang sebenarnya sangat buruk.
Tes
Air mata Silvya luruh juga. Ia memeluk Ar dengan erat.
“ Please jangan tinggalin aku. Please, aku nggak mau kamu pergi seperti Zion. Sudah cukup aku merasa sendirian selama ini. Masa kau tega Ar ninggalin aku sendirian.”
__ADS_1
TBC