
Selama 3 hari itu Iraa berusaha menerobos keamanan rumah sakit namun tidak juga bisa ia jebol. Mau menggunakan banyak cara dan kamuflase tetap tidak bisa membuatnya menemukan dimana keberadaan Anderson.Tanpa Iraa tahu Anderson sudah langsung dipindahkan ke rumah sakit milik Jason.
Iraa benar-benar kebingungan setengah mati dalam pencariannya itu. Wanita itu kini tengah berada di apartemen milin Anderson. Ia kemudian mengingat saat Anderson menghubunginya waktu itu.
“ Bodoh, mengapa aku tidak tanya kepada orang yang memiliki ponsel saat tuan menghubungi ku?”
Iraa kemudian mengambil ponselnya dan mencari riwayat panggilan. Ia tersenyum saat mendapatkan nomor tersebut. Iraa pun melakukan panggilan kembali terhadap nomer tersebut.
“ Yess diangkat, hallo. Bolehkan saya bertanya sesuatu.”
“ Iya bu, ada yang bisa saya bantu.”
“ Apakah pasien yang meminjam ponsel Anda beberapa hari kemarin saat ini masih ada bersama Anda. Maksud saya masih ada di rumah sakit.”
“ Ooh tuan itu. Maaf bu kami tidak tahu. beliau adalah pasien VVIP. Beliau sudah dipindahkan tapi kami tidak mengetahui hal tersebut.”
Iraa tentu kecewa. Ia lagi-lagi tidak bisa menemukan keberadaan tuannya. Wanita itu pun menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang,
“ Apakah aku akan hidup sendiri tanpa Tuan Anderson. Haish brengsek, kemana lagi aku harus mencari sandaran setelah ini.”
Ira benar-benar bingung. Kehilangan Anderson berarti kehilangan penyokong hidupnya. Beruntung apartemen ini dibeli lunas oleh Anderson jadi paling tidak ia memiliki tempat tinggal.
“ Maaf tuan Anderson, bukannya aku tidak cinta tapi aku harus tetap hidup dan melanjutkan hidup itu butuh uang bukan hanya sekedar cinta.”
Iraa pada akhirnya menyerah. Ia tak akan lagi mencari Anderson dan memilih untuk move on. Ia harus mencari sandaran hidup yang baru.
🍀🍀🍀
Elisa yang tidak tahu menahu kabar Ar sungguh sangat penasaran Tapi sebenarnya lebih ke khawatir. Mia tentu tahu gadis itu tengah gelisah saat ini Tapi sesuai perintah Ar ia tidak boleh memberitahu El apa yang terjadi.
Sepanjang Hari El sama sekali tidak fokus menerima perkuliahannya. Pikirannya tertuju kepada Ar. Tak bisa dipungkiri, tidak ada nya Ar beberapa hari ini membuatnya rindu.
Huftt
Gadis itu membuang nafasnya kasar. Mia hanya tersenyum simpul melihat tingkah gadis itu.
“ Apa sangat bosan hmmm?”
__ADS_1
“ Eh kak, maaf.”
Alisa menggelengkan kepalanya tanda mengusir segala segala kekhawatiranmu kepada Ar.
Tiba-tiba datang dua orang menghampiri Elisa membuat gadis itu sedikit terkejut. Ia pun menghela nafasnya dengan begitu berat.
Dua orang pria itu selama Ar tidak ada di dekatnya selalu mencarinya. bukan mau sok famous tapi memang begitulah adanya.
“ Tuan Dean, Kak Edzar ada perlu apa ya mencari saya.”
Ya kedua orang itu adalah Dean dan Edzar. Dean sendiri tidak tahu mengapa ia sangat penasaran dengan gadis kecil itu. Terlebih saat dia tahu bahwa Elisa merupakan putri dari pria yang akan jadi sasarannya.
Sedangkan Edzar, ia pun tak dapat acuh tentang Elisa. Niatnya untuk membalas perbuatan papa amber tetap tidak bisa mengacuhkan Elisa yang tiap hari dilihatnya di kampus.Seperti saat ini, saat Amber tengah ada kelas, Edzar berusaha mendekati Elisa kembali. Padahal sudah sering kali Elisa bilang bahwa ia tidak mau berurusan dengan Amber. ia tidak mau melihat gadis itu cemburu brutal melihat kekasih hatinya tengah berbicara dengannya.
Dan, apa yang ditakutkan akhirnya terjadi juga. Amber muncul dengan wajah yang merah padam karena marah. Ia bahkan setengah berlari menghampiri sang kekasih yang saat ini sedang berdiri di depan Elisa.
“ Haish, bencana datang,” gumam El singkat sambil melengos ke sampung.
Saat ini Mia tidak banyak berkomentar ia masih mengamati apa yang terjadi. namun dari tadi pandanganya tidak lepas dari Dean. Mia tentu tahu siapa Dean. Tapi yang ada dalam benak Mia adalah mengapa bos kartel Magna Arbor itu mencoba mendekati Elisa. Apa Dean tahu bahwa Elisa tengah dekat dengan Ar sehingga akan menggunakan Elisa untuk mengancam Ar. Saat ini hanya itulah spekulasi yang ada di otak Mia.
" Sayang kamu ngapain di sini?"
" Iya sudah."
" Baiklah ayo pulang. Bye El, next kita bicara lagi."
El hanya memutar bola matanya dengan jengah melihat bagaimana cara Edzar menatapnya. Dean yang tahu bahwa Elisa tidak suka dengan Edzar pun mencoba mengatakan sesuatu.
" Aku bisa membantumu menyingkirkan pria itu."
" Terimakasih Tuan Dean tapi saya tidak memerlukan itu."
Bukannya marah Dean malah tersenyum. Baru kali ini ada wanita yang menolak dirinya. Ini membuat Dean tambah penasaran dengan Elisa.
" El bisakah kau tidak memanggilku tuan. Sepertinya kita sangat berjarak sekali."
" Maaf tuan sebaiknya memang begini saja. Permisi."
__ADS_1
El menggandeng tangan Mia dan pergi dari hadapan Dean. Lagi dan lagi Dean tersenyum. Ia benar-benar tertarik dengan Elisa. Dan kali ini bukan karena Elisa memiliki kemiripan wajah dengan Andrina tapi kepribadian Elisa lah yang membuat dean tertarik.
" Aku harus mendapatkan gadis itu bagaimanapun cara nya. Dan kau Baskoro, sepertinya aku harus membalas dua kali lipat. Yang pertama untuk kakakku dan yang kedua untuk putrimu. Aku yakin ini akan sangat adil buat semuanya."
*
*
*
" Kak Mia, kakak kan istrinya Kak Roki."
Uhuk …
Mia yang tengah meminum es boba tetiba tersedak. Mendengar nama Roki disebut plus kata istri membuat wanita itu sungguh terkejut.
" Kak pelan, aku tidak akan meminta boba mu."
" Mengapa menanyakan dia."
" Gini, kak Roki kan teman Bang Ar. Apa dia tidak tahu kabar Bang Ar. Sudah beberapa hari ini dia tidak kelihatan. Aku sih nggak peduli ya tapi kan dia jadi banyak ketinggalan kuliah."
Lain di mulut lain di hati, Mia hanya terkekeh mendengar ucapan Elisa. Akhirnya gadis itu mengatakan kekhawatirannya.
Waah si bos pasti senang nih kalau tahu doi nya khawatir. Kasih tahu nggak ya.
Mia bermonolog dalam hati. ia sungguh merasa kasihan melihat El yang beberapa hari ini tampak gelisah.
“ Ehm nanti aku tanyakan dulu ya pada suamiku. Siapa tahu dia tahu dimana Ar berada.”
Geli, hanya kata itu yang mewakili perasaan Mia saat ini. Menyebut Roki sebagai suaminya membuat ia bergidik sendiri. Bagaimana bisa ia terjebak di permainan sang bos. berpura-pura berstatus suami dan istri dengan Roki.
Mia masih kesal setengah mati dengan pria itu. MIa dan Roki juga sudah lama mengenal. Mia direkrut Roki saat gadis itu baru saja kehilangan kedua orang tuanya. Ia hampir dirudapaksa oleh beberapa preman di jalan. Hidup sebagai sebatang kara saat usianya masih belasan tentu membuat Mia begitu kesusahan. Ia bahkan menjadi penjual cangcimen di jalanan.
Roki yang beberapa kali melintas di jalan akhirnya menolong Mia dan membawa gadis itu ke Black Wolf. Oleh Roki gadis itu dilatih hingga menjadi agen wanita yang kuat. Tak bisa dipungkiri oleh Mia bahwa ia jatuh hati kepada Roki. Dengan berani Mia pun mengungkapkan rasa hatinya kepada Roki namun Roki menolak Mia.
Roki mengatakan bahwa Mia hanyalah adik saja baginya. Hingga suatu ketika Mia kesal dan ia mempunyai kekasih. Entah mengapa Roki tidak terima. Di depan kekasih Mia, Roki dengan berani mencium Mia membuat gadis itu dan kekasihnya bertengkar hebat dan pada akhirnya putus.
__ADS_1
Mia tentu sangat kesal dengan ulah Roki. kejadian itu bukannya berlangsung satu kali, tapi setiap kali Mia punya kekasih pasti Roki akan mengacau. Jika ditanya maka jawaban roki adalah karena Mia masih kecil jadi tidak boleh berpacaran. Aneh bukan? Ya memang aneh. Itulah yang membuat Mia kesal setengah mati dengan Roki.
TBC