Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 33. Persiapan


__ADS_3

Silvya bersama dengan Ar berangkat menuju ke rumah sakit milik Jason. Mereka harus bersiap sebelum Anderson sampai terlebih dahulu di sana. 


Jason yang diberitahu oleh Ar mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ar yakni memindahkan Rodriguez ke tempat lain. Bukan hanya Rodriguez saja yang dipindahkan, akan tetapi pasien Jason yang berjumlah 100 orang pun ikut dipindahkan kuga.


Ar tidak mau mengambil resiko melukai warga sipil. Dalam hal ini mereka benar-benar harus meminimalisasi orang yang tidak bersalah terluka.


" Ar, apa kau tidak merasa ini seperti dejavu?"


Pertanyaan Silvya dijawab dengan anggukan kepala oleh Ar. Tentu dia ingat bagaimana waktu itu mengecoh Peter anak buah Rod yang hendak menjemput Rod juga.


" Semoga kita bisa membereskan Anderson seperti kita membereskan Peter pada waktu itu."


Silvya mengangguk atas ucapan Ar. Mereka harap ini terakhir kalinya berhubungan dengan Rodriguez. Jika dihitung sudah berapa kali keluarga mereka dikacaukan oleh Rodriguez ini. Mulai hingga kelahiran mereka sampai mereka dewasa ini Rodriguez selalu menjadi duri dalam daging.


" Apa aku salah membiarkannya hidup, Si?"


Silvya terdiam. Ia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan saudara kembarnya itu. Bagaimanapun  Ar dibesarkan dari bayi oleh Rod. Tentu ada rasa tidak tega dalam diri Ar untuk menghabisi nyawa Rod. Maka dari itu Ar tetap membuat Rod hidup dan hanya membuat pria tua itu tidak berdaya.


Akan tetapi sepertinya banyak masalah yang ditimbulkan. Salah duanya ya saat ini, munculnya Anderson ke permukaan. Jika Kemarin Peter sudah tenggelam, kini terbitlah Anderson. Dimana Anderson memiliki kuasa lebih ketimbang Peter.


Ar memiliki keyakinan bahwa Anderson mampu mengumpulkan orang-orang Black Wolf yang masih setia terhadap Rodriguez. Karena masa kepemimpinannya di Black Wolf banyak diantara mereka yang menentang.


" Ar aku merasa ini bukan hanya semata-mata Rodriguez deh."


" Ya, aku setuju. Tampaknya Anderson menargetkan posisi pimpinan Black Wolf juga. Waktu setahun ini mungkin dia sudah mengumpulkan orang-orang yang menentang ku. Elaaah season ini kenape urusan gue yang runyem sih. Gue mau otw tobat adeee ajeee urusannye. Keburu out gue dari dunia ini."

__ADS_1


Plaaak


Tangan Silvya reflek menggeplak kepala Ar. Bagaimana tidak, ucapan Ar sungguh membuat Silvya tidak suka. Silvya tentu tidak ingin kehilangan saudara kembarnya kembali. Kejadian belasan tahun silam itu sampai saat ini masih sangat membekas di hati dan pikiran Silvya.


Melihat Zion, salah satu dari kembarannya meninggal di depan mata dan kepalanya sendiri membuat Silvya menjadi Queen mafia yang kejam dan sadis. Jadi kata-kata Ar yang seperti itu sungguh membuat Silvya tidak suka.


" Sakit Sisi, buseet deh ah."


" Habisnya kalau ngomong sembarangan. Awas aja lo ya ngomong kayak gitu lagi. Gue pecat jadi anggota keluarga."


Arduino hanya tersenyum simpul. Pria yang memiliki nama lahir Zola Aaron Linford itu sungguh bahagia karena disayangi oleh keluarga. Kasih sayang yang selama ini tidak didapatkan karena ulah Rodriguez.


*


*


*


" Oh ayolah Jas, jangan berkelakuan seperti itu. Ini bukan kali pertama kamu menghadapi situasi ini kan?"


" Aku tahu, tapi kan sudah lama aku tidak melakukannya. Dan selama setahun ini semuanya adem ayem. Jadi sangat wajar kalau aku begitu gugup."


Roki mengangguk paham. Selama ini Jason memang jarang ikut bertarung di medan pertarungan. Dia yang memang ahli dalam bidang medis diberi kuasa sepenuhnya untuk melakukan penelitian mengenai obat-obatan. Bahkan Jason juga  yang membuat senjata racun. Dimana senjata itu malah menjadi andalan Ar saat beraksi. Selain tidak menimbulkan kebisingan, orang yang tertembak senjata buatan Jason langsing tak sadarkan diri.


Jason membuat senjata beracun itu dengan level-level atau tingkatan tertentu. Dari level awal, medium, dan high. Tingkatan awal memiliki kadar racun yang tidak kuat. Biasanya orang yang terkena akan lumpuh sementara tapi nanti jika sudah beberapa jam akan kembali normal.

__ADS_1


Yang kedua tingkatan medium. Racun di tingkat medium ini bisa melumpuhkan tubuh. Jika tidak diberi penawar maka racun akan terus menggerogoti organ-organ tubuh sehingga pembuluh darah bisa pecah dan orang yang terkena akan mati dalam waktu 3 hari.


Yang terakhir adalah level high. Seperti namanya high yang berarti tinggi. Racun yang berada di level ini akan langsung membuat orang yang terkena meninggal di tempat. Sebelumnya orang itu akan mengalami kejang-kejang lalu kesulitan bernafas dan mati. Racun ini benar-benar mematikan. Jason sendiri tidak menciptakan penawarannya karena memang digunakan untuk senjata membunuh lawan.


Jason menamai senjatanya itu dengan nama RA-1, RM-2, dan RH-3. Saat ini Jason tengah mengembangkan obat untuk ketergantungan obat-obatan terlarang yang ia namai Antsiko-01. Antsiko-01 ini diharapkan bisa membantu para pecandu untuk lepas dari kecanduan mereka. Sifat obatnya seperti penenang yang mengubah keinginan pecandu memakan obat-obat terlarang itu. 


Selain Antsiko-01, Jason juga membuat Depant-02. Depant-02 adalah obat untuk penderita depresi. Fungsi obatnya untuk membantu pasien depresi lebih nyaman dalam melakukan meditasi. Sama-sama sebagai penenang namun fungsinya berbeda Depant-02 ini langsung merespon ke otak sehingga otak bisa memberikan perintah-perintah positif terhadap pasien. 


Oleh karena itu, Jason membutuhkan objek penelitian. Dan objek yang dijadikan bahan percobaan Jason biasanya adalah orang-orang hasil tangkapan dari musuh-musuh Ar. Biasanya Jason akan membekali Ar dengan RA-1. Efek racun sementara itu lumayan cocok untuk menangkap mereka dan membawanya ke rumah sakit Jason.


" Jas, kali ini akan pakai yang mana?" tanya Roki.


" Pakai RM-2 aja. Biar bisa dipilah mana yang bisa digunakan mana yang tidak bisa digunakan lagi," jawab Jason mantab.


Sebenarnya ia sudah menyiapkan tadi malam. Jadi saat Ar dan Silvya datang, ia akan langsung memberikannya kepada mereka.


Senjata biologis itu lebih praktis dan tentunya tidak berisik. Hal tersebut akan membuat lawan terkecoh. Jason merasa yakin senjata yang ia buat itu mampu mengalahkan musuh-musuh Black Wolf dan Wild Eagle.


Bagaimanapun kedua klan mafia tersebut adalah bagian dari keluarganya. Jason yang diambil dari jalanan oleh Ar sungguh sangat berhutang budi. Ia akhirnya pun mendedikasikan hidupnya untuk membantu Ar.


Ditambah dengan Silvya maka ia pun tak segan membantu saudara kembar Ar tersebut. Terlebih Jason juga mengenal Dika. Ia yang dulu mengagumi Dika sebagai seniornya saat belajar di universitas semakin kagum saat mengetahui bahwa Dika adalah suami Silvya. 


" Orang hebat bertemu orang hebat di keluarga yang hebat pula. Aku sungguh bersyukur Ar berada di tengah-tengah mereka. Dan aku akan selalu mendukungmu Ar, sahabatku, temanku, saudaraku, dan penolongku."


TBC

__ADS_1


__ADS_2