
Ar menjelaskan dengan baik mengapa Elisa terlambat pulang malam ini kepada Jasmine. Jasmine mengangguk paham. Sekalian berada di sana, Ar memberi tahu bahwa ia menemukan sebuah ruko yang cocok digunakan oleh Jasmine untuk membuka toko bunga nya kembali.
Jasmine tentu senang dengan bantuan Ar yang mencarikan ruko tersebut. Namun Jasmine mengatakan bahwa untuk saat ini ia akan menjual bunga-bunga nya dari rumah terlebih dahulu. Jasmine tidak ada lagi tabungan untuk menyewa toko.
“ Bunda tidak perlu khawatir soal itu. Ar akan membantu untuk menyewanya.”
“ Jangan nak, sungguh bunda tidak mau jika harus kembali merepotkan orang lain.”
“ Begini saja, anggap itu adalah pinjaman. Jika bunda sudah memiliki uang silahkan bunda membayar kepada Ar. Aaah Ar ingat. Begini saja, bunda bisa membayarnya dengan rangkaian bunga yang dikirim ke kantor Ar bagaimana. Ar minta setiap 2 atau 3 hari sekali 10 rangkaian bunga ke kantor Ar. Bagaimana?”
Jasmine sejenak menimbang usulan pemuda tersebut. Ia memang membutuhkan ruko untuk menjual bunga-bunganya. Beberapa hari ini pelanggannya kesulitan menemukan toko bunganya.
“ Baiklah nak Ar, bunda setuju. Sungguh bunda merasa tidak enak dengan nak Ar. Sekali lagi bunda ucapkan terimakasih.”
Ar tersenyum. Tak berselang lama ia pun langsung pamit undur diri karena malam sudah terlewat larut. Sikap lembut dan ramah itu kini berbeda menjadi tegas dan kejam saat berbicara melalui telepon kepada asistennya.
“ Dimana mereka?’
“ Markas Wild eagle Ar.”
Ar lalu mematikan panggilannya dan secepat kilat menuju markas Wild Eagle. Total ada sekitar 7 orang yang diamankan Roki dan anak buahnya. mereka dimasukkan ke dalam kurungan yang berada di ruang bawah tanah milik markas Wild Eagle. Kurungan yang sengaja Silvya bangun untuk memenjarakan orang-orang yang berhasil mereka tangkap.
Jika masih ingat Jeff, sebelum Silvya melepaskan pria pengkhianat itu ke jalan, ia terlebih mengurungnya di sana. Berbagai siksaan Silvya berikan sendiri kepada Jeff. Pria yang dulu adalah rekannya itu dengan tega berkhianat kepadanya. Silvya tanpa ampun. Kabar terakhir yang Drake dapatkan Jeff mati mengenaskan di samping tempat pembuangan akhir sampah.
“ Dimana mereka!”
“ Di ruang bawah tanah king.”
Dengan langkah panjang dan tegap, ar menuju ke ruang bawah tanah. Markas Wild eagle ini sudah sepericabang markas Black Wolf. Seolah-olah Ar menjalankan dua klan mafia.
“ Buka pintunya!”
Bugh
__ADS_1
Bugh
Bugh
Ar menghajar mereka satu persatu tanpa ampun. Tidak ada perlawanan sama sekali. masih hidup saja mereka sudah untung.
“ Katakan siapa yang menyuruh kalian!”
Hening, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut ketujuh orang tersebut. Ar memberi kode tangan kepada roki untuk memeriksa mulut mereka satu persatu. Dia tidak ingin melihat orang-orang tersebut mati menggigit racun yang mereka simpan dalam mulut. Namun dugaan Ar salah, tidak ada benda semacam itu di dalam mulut mereka.
“ Bagus, setidaknya tuan kalian bodoh membiarkan kalian semua hidup. Cepat katakan siapa yang menyuruh kalian menyerangku!”
Diam, lagi-lagi mereka hanya diam. mereka bergeming, bahkan tidak bergerak dari tempatnya. Ar sungguh kesal. Ia hampir kehilangan kesabaran dengan mengarahkan pistol ke kepala satu dari mereka.
“ Sepertinya kalian benar-benar ingin melihat isi otak teman kalian baru bisa menjawab pertanyaanku. Rok, mereka punya keluarga? bawa keluarga mereka, jual istri mereka dan jadikan anak-anak mereka sebagai donor organ di pasar gelap.”
“ Jangan!! Jangan tuan aku mohon, jangan lakukan itu.”
Ar menarik sudut bibirnya. Ia yakin gertakan itu sungguh berhasil, Ar bukan orang yang kejam melibatkan keluarga mereka yang tentu tidak bersalah. Ia hanya menggunakan itu sebagai gertakan dan pancingan agar mereka mau membuka mulutmu.
“ Yang menyuruh kami? kami sungguh tidak tahu tuan. Kami hanya diminta untuk membunuh tuan dengan imbalan uang. Pria tersebut tidak menampakkan wajahnya. Dia mendatangi kami dengan wajah mengenakan masker dan topi, jadi kami tidak bisa melihat wajah orang tersebut.”
Ar mengambil kesimpulan bahwa orang-orang ini bukanlah dari klan mafia. Mereka ini hanya sekelompok pembunuh bayaran yang disewa oleh seseorang.
“ Apa kalian benar-benar tidak melihat wajah orang itu?”
Semuanya kompak mengangguk. Mereka benar-benar tidak tahu siapa orang yang menyuruh mereka untuk membunuh Ar. Kemudian salah satu dari mereka juga menjelaskan mengenai keberadaan Ar tadi juga dari orang itu.
Tampaknya masih banyak orang yang menginginkan nyawa nya. Kali in Ar harus berhati-hati. Ar berharap El tidak ikut serta jadi sasaran. Mengingat El tadi juga di mobil yang sama. Ar takut kalau orang misterius itu menargetkan mereka berdua.
*
*
__ADS_1
*
Seorang pria tengah duduk sambil tersenyum sinis. Meskipun dia tidak puas dengan hasil kerja para pembunuh bayaran yang ia sewa namun dirinya cukup senang bisa membuat orang yang di targetkan terkejut.
Berkali-kali pria itu tertawa sendiri. Namun seketika tawanya berubah menjadi sebuah seringaian.
" Aku akan pastikan kau hidup menderita Arduino Rodriguez. Tidak ada yang boleh bahagia diatas penderitaannya. Aku benar-benar akan membuatmu membayar apa yang sudah kamu dan keluargamu itu lakukan."
Orang itu meremas gelas wine nya hingga gelas tersebut pecah. Darah segar yang mengalir dari sela-sela jarinya tidak membuat orang tersebut merasakan sakit.
" Tuan, Anda terluka."
Seorang wanita berlari ke arahnya lalu membersihkan darah tersebut dengan tissu. Si Wanita hendak bangkit dan mengambil kotak p3k untuk mengobati sang tuan tapi tangannya dicekal oleh pria tersebut hingga ia terduduk di pangkuan si pria.
" Iraa, kau sungguh seksi malam ini. Apa kau sengaja menggodaku hmm?"
Wanita yang bernama Iraa itu sudah merem melek menikmati sentuhan bibir di leher yang kemudian sudah merembet ke dada sintalnya. Iraa bahkan meremaas rambut pria yang hanya ia panggil tuan itu lalu menekannya ke dada nya.
" Tu-tuan."
" Aku tahu apa yang kau mau baby."
Pria tinggi itu lalu membawa Iraa ke ranjang nya. Hanya dengan hitungan detik keduanya sudah sama-sama polos. Dan detik selanjutnya pria itu mulai melakukan aksinya membuat Iraa terlena dan mengeraangg.
" Anda selalu luar biasa Tuan Anderson."
" Kau pun baby. So,kali ini puaskan aku."
Iraa tersenyum manja. Kini dia berada di atas tubuh pria yang bernama Anderson itu. Iraa menggerakkan tubuhnya naik turun membuat Anderson begitu senang hingga ia mencapai puncaknya.
Tapi ternyata Anderson belum juga puas. Ia kembali memulai sesi bercintanya kembali. Kali ini ia membawa Iraa ke kamar mandi dan bermain di bath up yang telah diisi air.
Benar-benar malam itu ia merayakan keberhasilannya mengejutkan Ar dengan bermain semalaman. Hingga ia merasa lelah dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang masih dengan posisi tubuh yang polos.
__ADS_1
" Hari esok aku yakin akan lebih seru lagi. Tunggu saja Ar, apa yang akan aku lakukan kepadamu dan orang-orang terdekatmu."
TBC