Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 53. Meluapkan Kerinduan


__ADS_3

Tatapan tajam mata Dean mengarah lurus kepada Rex membuat pria itu bergidik ngeri. Ia tahu bahwa dirinya salah karena tidak mengikuti perintah sang tuan. 


“ Jangan marah kepada Rex tuan. Sungguh ini adalah permintaan saya. saya hanya merasa tidak pantas menggunakan wajah mendiang kakak Anda.


“ Kau tahu apa hah!”


Dean berteriak marah kepada Mesa. Namun gadis itu sungguh tidak merasa takut sedikitpun. Mesa malah tersenyum ke arah Dean. 


“ Baiklah, terserah jika tuan akan memarahi saya. tapi saat ini sebaiknya simpan rasa marah tuan. bahaya jika marah-marah nanti jahitan pasca operasi yang tuan punya bisa terbuka. Dan itu akan lebih sakit daripada setelah operasi.”


Dean melongo mendengarkan setiap ucapan Mesa sedangkan Ar yang masih berada di sana hanya tertawa terbahak-bahak.


“ Sepertinya pawangnya sudah ada Rex. Kau selamat.”


Ar melenggang keluar setelah mengatakan hal tersebut. Dimana Rex tidak mengerti arti ucapan king mafia tersebut. Namun Rex bisa melihat bahwa Mesa benar-benar tidak takut dengan Dean. Bahkan Mesa membantu Dean untuk minum meskipun pria itu menolak. Rex tentu terkejut dengan apa yang dilakukan Mesa tersebut. Namun Rex memilih diam. Ia pun dengan perlahan keluar dari ruang rawat sang tuan.


“ Apa sudah selesai?”


“ Selesai? Oooh soal pria itu. tentu sudah tuan. saya menyelesaikan dengan baik. Saya yakin dia akan kehilangn beda beharganya itu. Atau paling parahnya dia akan mengalami kelumpuhan dari perut ke bawah.”


“ Sebenarnya apa yang kau berikan kepadanya? Dan mengapa kau bisa mendapatkan barang seperti itu.


Mesa tidak menjawab, gadis itu hanya tersenyum samar. Tidak ada yang tahu bahwa Mesa sebenarnya seorang dokter berbakat. Karena dia berada di waktu dan tempat yang salah membuat gadis itu ikut tertangkap oleh pasar gelap perdagangan manusia. Dean sendiri juga asal dalam membeli Mesa dipasar gelap. Bagi Dean yang penting ia mendapatkan seseorang sebagai alat untuknya membalas perbuatan Baskoro.


“ Dari mana kau berasal Mesa? Siapa namamu.”

__ADS_1


Mesa yang sedang menyuapi Dean makan hanya diam dan tersenyum. hal tersebut membuat Dean kesal. Saat Mesa hendak menyuapkan bubur ke mulut Dean, tangannya langsung dicekal oleh Dean. Meskipun sakit, ternyata tenaga Dean masihlah besar. Terbukti Mesa meringis kesakitan. Dean pun lalu melepaskan cengkraman tangannya.


“ Anda bertanya nama saya tuan? Bukankah nama saya Mesa seperti yang tuan berikan,” ucap Mesa sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah akibat ulah Dean. Dean mendengus kesal. ia membuang pandangannya ke arah lain.


“ Sebaiknya Anda segera menghabiskan makanan Anda. Saya yakin Anda tidak ingin berlama-lama berada di sini bukan?”


Dean mendengus kesal, tapi apa yang dikatakan Mesa benar adanya. Baru beberapa hari ia sudah bosan setengah mati. Dean pun dengan terpaksa membuka mulutnya untuk makan makanan yang disuapkan oleh Mesa.


🍀🍀🍀


Di kediaman Jasmine dan Elisa sama-sama terkejut melihat berita yang tengah viral tersebut. Mereka tidak menyangka, pria yang begitu mereka kenal akan masuk dalam jajaran berita terpanas. 


Meskipun Jasmine tahu seperti apa kelakuan Baskoro. Tapi Jasmine tidak menyangka bahwa pria itu bisa sampai mengalami hal tersebut. Akan tetapi Elisa sudah begitu keras hatinya. Dia tidak lagi merasa iba dengan apa yang terjadi kepada ayahnya tersebut.


“ Kenapa bisa sampai begitu ya,” ucap Jasmin pelan. Ia ingin tahu seperti apa tanggapan Elisa. 


Jawaban Elisa sesuai dengan apa yang terpikirkan oleh Jasmine. Putrinya itu benar-benar sudah tidak berempati dengan sang ayah.


“ Doakan ayahmu El. Seburuk-buruknya pria itu, dia adalah ayahmu. Doakan semoga oleh Allaah diberikan hidayah.”


“ Iya bund.”


Alisa mengangguk mengerti. Ia tahu kewajibannya sebagai seorang anak adalah mendoakan kedua orang tuanya. El kembali mengingat masa dimana sebelum semua kerusuhan dalam hidupnya ini terjadi.


Baskoro dulu adalah sosok ayah yang sangat baik. El selalu membanggakan Baskoro kepada teman-temannya. Baskoro bahkan selalu rutin mengantar jemput Elisa. Tanpa Elisa tahu kelakuan buruk Baskoro tersebut sudah berlangsung lama. 

__ADS_1


Kekecewaan hati Elisa tentu begitu besar kepada sang ayah. Terlebih lagi saat dia tahu bahwa saudara kembarnya meninggal gara-gara mengetahui kegilaan Baskoro bermain perempuan.


“ Haaah.”


Elisa membuang nafasnya kasar. Ia tengah berbaring ditempat tidurnya. Matanya menatap ke langit-langit dan menerawang entah kemana. 


“ Bang Izar, El kangen. Coba Bang izar masih di sini.”


Elizar Eka Baskoro adalah saudara kembar Elisa yang sudah meninggal. El dan Izar, begitulah sapaan Elizar tetapi sangat dekat. Kepergian Elizar yang tiba-tiba membuat dunia El runtuh. Pun dengan Jasmine. Awalnya Elisa tidak tahu penyebab sang kakak kembar meninggal. Tapi setelah kejadian malam itu membuat El tahu. Elizar meninggal karena memergoki sang ayah selingkuh.


Jadi saat ini Elisa benar-benar sangat berkeras hati terhadap Baskoro. Bahkan ia tidak peduli dengan keadaan Baskoro. Jangankan menjenguk mendengar berita tentang pria yang berstatus sebagai ayahnya itu pun ia enggan.


“ Bang Izar, lihatlah apa yang dia dapatkan. Dia benar-benar pria yang buruk. Aku yakin jika Bang Izar masih ada, abang akan melindungi bunda. Kasian bunda bang. Tapi setidaknya sekarang bunda sudah baik-baik saja. Maafkan aku bang, aku sungguh tidak tahu kelakuan bejat pria itu terhadap bunda. Jika aku tahu semuanya lebih awal maka akupun akan meminta bunda untuk berpisah dari pria itu lebih awal.”


El tergugu. Ia menangis tanpa suara dengan cara menenggelamkan wajahnya pada bantal. Rasanya dadanya begitu sesak. Tapi ia berusaha mengikhlaskan semuanya.


El kemudian bangkit dari posisi tidurnya. ia meraih bingkai foto yang ada di atas nakas samping tempat tidurnya. Foto tersebut adalah foto El bersama Izar.


“ Bang. kalau abang disini sekarang apakah abang akan setuju jika aku menyukai pria bule somplak itu? Entahlah sebenarnya apa yang aku rasakan kepada Bang Ar, tapi jujur aku dari tadi kepikiran dia terus.”


Rupanya selama ini El selalu berkeluh kesah kepada saudara kembarnya yang sudah meninggal. Ia merasa lega jika sudah berbicara kepada foto Elizar. Kebiasaan tersebut rupanya sudah ia lakukan setelah Elizar meninggal. Dan tidak ada yang tahu bahkan Jasmine sekalian pun tidak. 


El membawa bingkai foto itu ke atas ranjang. Ia meletakkannya tepat di sebelahnya. Ia selalu merasa bahwa sang kakak ada bersamanya setiap ia bercerita, sama seperti saat ini.”


“ Bang, aku sungguh merindukanmu. Aku kangen sama abang. El kangen bang.”

__ADS_1


Elisa tergugu. Kali ini bukan karena masalah yang dihadapi ataupun teringat mengenai Baskoro. El menangis karena ia begitu merindukan Elizar sang saudara kembar.


TBC


__ADS_2