Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 20. Jaga Kesehatan Tubuhmu!


__ADS_3

Di kediaman mommy dan daddy nya kini Ar berada. Ia tampak tengah berdiri di balkon atas. Disana merupakan sebuat tempat santai yang terdapat sebuah meja bundar sekitar 1 meter diameternya dan 4 buat kursi. 


Dika yang baru saja kembali dari pekerjaanya itu langsung menghampiri Ar. Ia kemudian meraih tangan Ar dan membawa A untuk duduk. Dika mengambil batang rokok yang masih berada di mulut Ar dan mematikannya.


Ar hanya diam tanpa protes sedikitpun bahkan saat Dika mulai memeriksa tubuhnya.


“ Kau pasti tidak menghabiskan obat mu?”


Ar hanya nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi-gigi putihnya. Entah dari mana kakak iparnya itu tahu jika dia menyisakan obat yang diberikan oleh Dika.


Dika mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia kemudian mengeluarkan sebuah permen karet dan memberikan kepada Ar.


“ Berhenti menghisap asap mu itu dan kunyahlah permen ini. Ar kau harus menjaga kesehatanmu. Sungguh ini tidak baik. Jika kau tetap ngeyel maka aku akan melaporkan ini kepada mommy, daddy dan juga Sisi.”


“ No, Please don’t tell them. Aku akan menuruti semua pengaturan mu kakak ipar tapi aku mohon jangan beritahu mereka.”


Dika sungguh merasa dilema. Sebagai dokter, Dika memiliki kewajiban menjaga rahasia pasien namun sebagai saudara Dika berkewajiban memberitahu anggota keluarga mengenai apa yang terjadi dengan tubuh Ar.


“ Baiklah aku akan menjaga rahasia ini tapi besok datanglah ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.”


Ar mengangguk. Sebenarnya ia tidak merasa sakit apa-apa setelah terkena serangan cabe waktu itu. Akan tetapi kakak iparnya yang seorang dokter itu tampaknya begitu khawatir dengan diri nya.


Untuk saat ini ia lebih baik mencari aman yakni mengikuti semua perintah dari dr. Dika.


“ Ar, jika kau masih ingin hidup bahagia dengan memiliki istri dan anak maka mulailah peduli dengan tubuhmu.”


Dika menepuk bahu Ar dengan pelan, kemudian pria tersebut berlalu dari sana menuju ke kamar menemui istri dan buah hatinya.


Ar menyandarkan tubuhnya di salah satu kursi di sana. Kata-kata Dika mengenai istri dan anak membuat pikiran Ar melayang. Dan, satu-satunya wajah yang terbayang adalah wajah Elisa.


“ Haish, gadis itu rupanya benar-benar membuatku jatuh hati. Bahkan aku sampai melakukan hal gila dengan memakan oseng mi pedas level 100 hingga masuk ke rumah sakit. El apa yang membuatmu bersikap begitu dingin, apa karena ayahmu yang durjana itu? Atau Edzar si senior yang merupakan cinta pertamamu?”

__ADS_1


Ar mendesahkan nafasnya dengan begitu berat. Ia meminta bantuan Drake untuk menyelidiki Elisa dan menemukan fakta-fakta tersebut.


“ Tenang saja El, aku akan mengubah ke anyepan dirimu itu menjadi lebih anget.”


Ar tergelak dengan ucapannya sendiri. Ia merasa semakin kesini dia semakin tidak waras.


Panggilan masuk mendarat di ponselnya. Tertulis nama Roki di sana.


" Ya Rok, good job. Biar mereka tahu siapa King sesungguhnya. Oke, tetap minta Drake untuk memantau."


Ar kembali tersenyum puas. Rencananya berjalan dengan sukses. Mengirim Olinda Breitis Benicio kembali ke rumah asalnya sedikit membuat shock terapi untuk Dean. 


Olinda pengedar barang haram kelas teri itu nampaknya harus banyak belajar dulu sebelum menjadi kelas kakap. Tapi mungkin karena usia gadis itu masih muda jadi mudah ditipu daya dengan keberhasilan yang instan.


Ar sebenarnya terlambat mengetahui mengenai peredaran psikotropika yang dilakukan oleh Olinda. Terlebih ternyata area kampus Universitas Nusantara menjadi cikal bakal Olinda memulai bisnis nya. Namun saat itu berhasil dN mulai merambah ke para kalangan atas terlebih public figure, dengan mudah Ar mendapatkan arus perputaran jalur transaksi dan menemukan Olinda Breitis Benicio sebagai muaranya.


" Oh iya aku harus minta bantuan Sisi atau kakak ipar untuk kasus di kampus."


Ar kemudian langsung berjalan menuruni tangga lalu mengetuk kamar Silvya. Beruntung sepasang suami istri itu belum tidur.


" Kau harus membantuku, bilang ke kakak ipar kalau kampus banyak sekali pemakai."


Silvya tentu saja terkejut. Ia menutup pintunya dengan pelan dan membawa Ae untuk berbicara lebih banyak.


" Jelaskan!"


Ar kemudian menjelaskan mengenai apa yang terjadi. Ia juga menjelaskan tentang kartel Magna Arbor yang berada di balik layar. Meskipun bulan Dean yang melakukannya namun bukankah sama saja karena Olinda adalah adik Dean.


" Brengsek!! Berani mereka menyentuh negara ini. Baik aku akan menelpon kak Radi malam ini juga. Biar Kak Radi dan Ayah Aryo segera membersihkan kekacauan di kampus. Oh iya tadi Mas Dika ngobrol apa sama kamu."


" Oooh nggak, nggak ada. Biasa obrolan lelaki."

__ADS_1


" Awas kalau macam-macam."


" Kagaaaak."


Silvya berlalu dari hadapan Ar. Dan Ar menghembuskan nafasnya lega. Hampir saja, tampaknya Silvya mulai curiga dengan pembicaraan sang suami dan saudara kembarnya itu. Akan tetapi sejauh ini Ar masih aman karena Dika berjanji menjaga rahasianya.


" Ada apa sayang?"


" Ar mas, dia bilang di kampus banyak pemakai narkoba. Itu valid karena Ar tahu siapa pelakunya."


Dika terkejut mendengar ucapan sang istri. Ia pun segera menghubungi ayah dan kakak nya. Bagaimanapun Universitas Nusantara mendapat predikat salah satu universitas terbaik, kejadian ini pasti akan sedikit menggoyang nama kampus. 


Tetapi bukan itu poin utamanya. Hal yang terpenting saat ini adalah anak-anak itu harus segera mendapatkan perawatan agar segera terlepas dari barang laknat tersebut.


Kebetulan RS. Mitra Harapan juga memiliki RSKO atau rumah sakit ketergantungan obat. Jadi Dika cara membuat lajur proses rehabilitasi mahasiswa ke rumah sakit.


Silvya sungguh terkesan dengan kecepatan Dika dalam berpikir. Dalam hitungan menit dia sudah bisa memutuskan apa yang harus dilakukan nanti.


" Bagaimana mas?"


" Tentu ayah dan Kak Radi terkejut. Besok aku akan membawa tenaga medis di rumah sakit untuk mengambil sampel urine para mahasiswa tersebut. Dan ini semua tanpa sepengetahuan mereka. Biar mereka tidak ada yang kabur."


Dika juga meminta Radi untuk mengeluarkan pengumuman bahwa besok di kampus akan live perform dari Rafandra, dimana Andra adalah anak ketiga keluarga Dwilaga yang tidak lain dan tidak bukan adik dari Radi dan Dika. Andra adalah seorang traveler dan selebgram. Fans nya tidak hanya dari kalangan cewek tapi juga dari kalangan cowok. 


Hal itu bisa digunakan untuk mengalihkan perhatian agar para mahasiswa tidak kabur saat pengambilan sampel darah atau urine.


" Besok aku akan minta orang-orang ku untuk berjaga. Sekalian juga orang-orang Ar. Bagaimanapun kita akan butuh mereka. Pasti tidak sedikit yang berusaha untuk kabur."


" Dan biasanya yang kabur adalah yang merasa salah."


Silvya mengangguk setuju. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Belum lama dia pensiun,  sduha ada hal yang meresahkan terjadi.

__ADS_1


Dika mengusap punggung snag istri, menyalurkan ketenangan. Dika mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja dan jangan menyalahkan diri sendiri.


TBC


__ADS_2