
Bab 1
Seorang gadis tengah berkutat dengan pekerjaannya di sebuah meja tepat di depan ruangan CEO.
Dibelakang mejanya tertulis begitu besar nama perusahaan tempat ia bekerja. Linford Transportation, ya nama yang tertera di dinding belakang meja kerjanya adalah itu. Linford Transportation merupakan salah satu perusahaan transportasi terbesar di negara ini. Dan saat ini gadis yang sudah bekerja selama 2 tahun ini tengah kerepotan menyelesaikan berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya.
Sebenarnya sekertaris Linford Transportation itu memiliki tim yang beranggotakan 3 orang, namun gadis yang bernama Gauri Jayashree ini adalah ketua timnya.
" Ya Allaah, nih pekerjaan kapan kelarnya."
Gadis itu mengeluh dengan mengetuk ngetuk kan keningnya ke meja.
" Awas jidat mu benjol nanti. Mana berkas milik Dewantara Corp Company sudah beres belum?"
Gauri sungguh terkejut mendengar suara bariton pria yang ia sangat kenal. Ia pun menengadahkan kepalanya menatap pria tersebut.
" Eh asisten Ian, sebentar saya cari."
Dengan segera Gauri mencari berkas yang diminta Ian sang asisten CEO. Namun baru saja ingin mencari, ponselnya bergetar. Diliriknya siapa yang sedang menghubunginya itu.
" Babe?"
__ADS_1
" Angkat aja, takut pacarmu khawatir."
" Pacar, saya nggak punya pacar Asisten Ian."
" Lha itu babe."
" Itu babe bos... Babe itu artinya bapak. Are you understand Bos."
" Ya... Ya... What ever. Minta Rika untuk mencarikan berkasnya."
Asisten Ian pun melenggang kembali masuk ke dalam ruangan CEO. Ya semenjak sang CEO mengambil cuti untuk berbulan madu yang entah sampai berapa lama itu, Ian lah yang mengambil alih tanggung jawab. Padahal si CEO udah punya anak tapi mereka tetap melaksanakan bulan madu.
" Rika...please help me. Cariin berkas DCC dan berikan kepada Bos Ian."
Sementara itu Gauri mengangkat panggilan dari ayah nya. Tumben-tumbenan babenya itu menghubungi di jam-jam sibuk seperti saat sekarang.
" Halo Be... Ada apa?"
" Maaf, apakah anda adalah kerabat dari pemilik ponsel ini?"
" Ya, saya anaknya. Maaf ini siapa ya. Mengapa ponsel ayah saya ada pada anda?"
" Maaf nona, saya adalah perawat di RS Mitra Harapan. Ayah anda tadi mengalami tabrak lari dan sekarang tengah di tangani di ruang IGD, segera mungkin anda bisa ke sini."
__ADS_1
" Astagfirullaah... Ya Allaah Babe... Ya baik terimakasih."
Gauri segera memasukkan ponselnya ke tas miliknya dan ia langsung berlari keluar untuk menuju ke rumah sakit. Rika yang baru saja dari ruangan CEO hanya menatap aneh kepada rekan nya itu.
" Der... Kenapa itu Gauri kelihatan panik gitu?"
" Itu tadi lamat-lamat kedengeran kalau babe nya di rumah sakit."
" Ya Tuhan, ada apa dengan babe. Semoga babe tidak kenapa napa."
Rika sedikit terkejut dengan ucapan Derry. Ya di tim sekertaris yang berjumlah 3 orang tersebut Derry menjadi satu satunya pria.
Rika yang memang dekat dengan Gauri juga mengenal dekat babe. Bahkan Rika sudah menganggap babe ayahnya sendiri, apa lagi memang Rika sudah tidak memiliki ayah.
Gauri dengan langkah terburu langsung menuju ke tempat parkir dan mengambil motornya. Meskipun ia memiliki mobil tapi Gauri lebih senang memakai motor. Kata gadis itu di kota padat ini lebih enak pakai motor karena bisa nyelap-nyelip.
Gauri menyalakan motor matic nya dan bergegas menuju ke rumah sakit.
" Ya Allaah, jangan ada apa-apa sama babe. Aye ntar ame siape ya Allaah."
Sepanjang jalan Gauri berdoa tanpa putus. Ia sungguh takut kalau ayahnya itu kenapa-napa.
untuk lanjutannya langsung cus kesana ya..
__ADS_1
Happy reading ...