Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 51. Untuk Baskoro


__ADS_3

Mesa begitu terkejut mengetahui Dean terluka. Ada rasa sedih dalam hatinya saat diberitahu Rex bahwa ia harus mengurus Baskoro sendiri.


" Saya akan menyelesaikan ini dengan baik Asisten Rex."


" Baiklah jika begitu. Aku harap hari ini semua bisa selesai."


" Apakah saya boleh mengunjungi tuan Dean?"


Rex mengangguk, tidak ada larangan untuk itu. Saat ini Rex sedang fokus dengan Dean. Ia hanya memanggil anak buah Dean tapi tidak memberitahu Olin. Ia tidak ingin gadis itu menjadi khawatir.


Hari ini seperti yang dijanjikan, Mesa ada jadwal temu dengan Baskoro. Pertemuan ini merupakan pertemuan final dari rangkain rencana yang disusun oleh Dean. Hari ini Mesa akan mengakhiri kerja sama yang kemarin dibuat. Dengan kata lain, Mesa tidak jadi melanjutkan kerja sama tersebut.


Sebenarnya itu sudah dilakukan oleh Mesa saat pertemuan kemarin. Dalam pembaharuan kerjasama yang ditandatangani oleh Baskoro di salah satu berkasnya ada sebuah perjanjian barangsiapa yang membatalkan perjanjian maka dia harus mengganti kerugian.


Atas kelihaian Mesa memanipulasi Baskoro untuk menandatangani berkas tersebut akhirnya Baskoro menjatuhkan dirinya ke jurang kebangkrutan.


Salah satu berkas yang ditandatangani mengatakan bahwa Baskoro tidak ingin melanjutkan kerja sama tersebut. Tentu saja itu adalah akal-akalan Dean.


Pada awalnya memang Dean hanya mempermainkan Baskoro agar perusahaan Baskoro segera bangkrut. Namun dengan strategi tersebut terkesan Baskoro lah yang mengingkari kerja sama.


" Baiklah Tuan Baskoro. Sesuai isi perjanjian jika anda mengakhiri kerjasama ini maka Anda harus membayar denda kepada tuan Dean."


" Mengakhiri apa? Bagaimana aku mengakhiri kerjasama yang bahkan belum dimulai." 


Mesa mengangkat satu sudut bibirnya. Ia tersenyum sinis ke arah Baskoro sambil memperlihatkan berkas yang di sana tertera tanda tangan Baskoro bahkan di atas materai. Baskoro yang terkejut membaca setiap pasal demi pasal dan nominal yang tertera di kertas tersebut.


" Ka-kalian menipuku. Ini penipuan. Aku akan melaporkan ini kepada pihak yang berwajib."

__ADS_1


" Silahkan, jika kau melaporkan kami maka video mu saat melecehkan ku juga akan aku berikan ke pihak yang berwajib. Bahkan aku akan sebar ke media. Aaah, aku baru ingat. Bagaimana kabar junior mu itu. Apakah masih baik-baik saja."


Baskoro membelalakkan matanya. Ia sedikit heran saat Mesa bertanya seperti itu. Seolah-olah Mesa tahu apa yang terjadi pada juniornya. Dari semalam junior miliknya rasanya sungguh gatal. Gatal yang tak tertahankan bahkan saat Baskoro meminum obat alergi di tetap  terasa gatal.


Baskoro bahkan sampai merendam juniornya semalaman di air hangat tapi rasa gatal itu semakin terasa dan seperti terbakar. Baskoro terkejut saat menjumpai juniornya terdapat bintik-bintik merah bahkan di ujungnya sedikit membengkak. Sebenarnya tadi saja dia kesulitan memakai celananya karena ukuran juniornya yang lebih besar dari biasanya. 


" Kau-kau apa yang kau lakukan padaku hah? Mengapa kalian melakukan ini kepada ku!!


" Aku tidak melakukan apa-apa padamu. Tapi asal kamu tahu tuan, dalam kurun waktu 1x24 jam jika kau tidak segera memotong junior mu itu maka virus itu akan memakan tubuhmu. Saat ini pasti paha mu sangat gatal bukan bahkan mungkin ruam merah sudah terlihat di sana. Itu akan semakin menyebar dan nyawamu tidak akan lama lagi berada di dunia ini. So, selamat menikmati. Terimakasih atas kerjasamanya tuan Baskoro."


Mesa melenggang keluar dengan anggun meninggalkan Baskoro dengan wajah pucat karena  keterkejutannya. Bagaimana tidak, ia benar-benar tidak tahu apa yang akan diperbuat dengan perusahaan dan dirinya sekarang. Bagaimana dia bisa mendapatkan 1 juta dolar dalam waktu singkat. Bahkan jika menjual perusahaannya sekarang pun tidak akan serta merta ada yang membeli. Apalagi dalam 2 hari ini tidak ada yang menggunakan perusahaannya untuk melakukan pengiriman.


" Arghhhhh, brengsek semua brengsek!! Sialan!!!"


Baskoro berteriak marah. Ia benar-benar hilang kendali pada dirinya. Ditambah miliknya yang berada di balik celana itu semakin berdenyut nyeri. Saat ini bahkan Baskoro sudah melepas celananya. Dan benar apa yang dikatakan oleh Mesa bahwa di pahanya juga terdapat ruam merah dan sangat gatal tentunya.


Benjiro tersenyum lebar saat ia mengetahui apa yang terjadi dengan perusahaan Baskoro. Ia pun langsung menghubungi Ar. Tanpa membuang waktu Ar langsung berangkat ke perusahaan Baskoro untuk mengakuisisinya.


" Njir, kita ketemuan di depan gedung perusahaan pria durjana itu. Langsung bawa surat-suratnya kita akan eksekusi sekarang juga."


" Siap bos."


Dengan dibantu oleh Shenia, Benjiro berhasil membuat surat perjanjian tersebut hanya dalam kurun waktu 30 menit. Sungguh Shenia adalah wanita yang cerdas dan cekatan. Benjiro pun mencium bibir Shenia dengan singkat.


" Haish, aku sungguh tidak tahan ingin menikahi mu. Benar-benar bisa lepas kendali jika begini terus."


Benjiro memeluk gadisnya itu itu dengan sangat posesif. Shenia hanya tersenyum samar ia tentu tahu apa yang dirasakan oleh Benjiro.

__ADS_1


" Tunggu, sabarlah. Bukankah katamu ingin melihat Bos Ar bahagia dulu?"


" Ya kau benar. Aku ingin dia menemukan kebahagiaannya dulu. Itulah mengapa aku menangguhkan pernikahan kita. Kau tidak keberatan kan? Kau mau menungguku kan?"


Shenia mengangguk, mereka sudah membicarakan ini saat Ar menawarinya menikah. Shenia tahu betapa sayangnya Benjiro kepada Ar. Dia tidak ingin menikah dulu sebelum Ar benar-benar berhenti dari kegiatan dunia bawahnya. Benjiro juga akan menunggu sampai Ar berhasil bersanding dengan Elisa. Ya, Ben tentu tahu Ar begitu mencintai gadis itu. Dan Ben ingin Ar bisa bahagia dengan gadis pujaannya itu.


" Baiklah segeralah menemui bos. Khawatir dia menunggu terlalu lama."


Benjiro mengangguk lalu mencium pucuk kepala Shenia. Benjiro benar-benar menahan dirinya sesuai dengan ultimatum Ar.


Dna disinilah keduanya berada. Benjiro dan Ar langsung masuk ke perusahaan. Ben mengatakan kepada resepsionis bahwa mereka sudah ada janji temu dengan Baskoro. Keduanya pun diantar sampai lantai atas.


Ar dan Benjiro langsung masuk ke ruangan Baskoro. Keduanya saling pandang saat melihat celana Baskoro yang teronggok di lantai.


" Apa dia sedang bermain Ar?"


" Entahlah Njir, tapi tidak ada suara lucknut yang terdengar dari ruangan ini."


Ar menyapu seluruh ruangan. Hingga mata dia terkunci pada kamar mandi yang pintunya tidak tertutup. Ar berjalan mendekat kesana. Bukannya terkejut, pria itu malah menyeringai melihat keadaan ayah dari wanita yang dicintainya itu menggelepar di lantai kamar mandi. 


" Woohoo, sungguh sangat menarik. Sepertinya Ada yang lebih dulu mengeksekusi pria tua bajingaan ini." Benjiro yang mendengar ucapan Ar tentu langsung menghampiri Ar. Benjiro membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat apa yang terjadi dengan pria itu.


" Ar, ini apa yang terjadi. Itu, itu junior miliknya kenapa bisa segede itu. Hiii ngeri Ar."


" Ada yang lebih dulu mengerjai orang ini. Ini orang pasti bejibun musuhnya. Panggil ambulan segera."


Benjiro mengangguk. Ia kemudian memanggil ambulan untuk segera datang ke perusahaan Baskoro. Plus awak media yang siap meliput keadaan terkini.

__ADS_1


TBC


__ADS_2