Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 47. Mission Complete!


__ADS_3

Malvis Bonaventura bersama asistennya Vitus dan beberapa orang-orangnya telah sampai di bandara internasional Soetta. Dengan orang-orangnya yang ada di dalam negeri memudahkan Malvis dalam mobilitas. Ia bahkan sudah menemukan hunian guna untuk beristirahat selama di negara ini. 


Malvis bahkan sudah menyusun rencana untuk menjatuhkan Ar. Ia sangat geram atas gagalnya penyerangan waktu itu. Siapa sangka Ar akan mendapatkan bantuan tiba-tiba dari orang lain.


Ya, Malvis tentu tidak tahu jika orang yang membantu Ar adalah Silvya. Dia tidak tahu soal itu karena kedatangan Silvya yang tiba-tiba dan sama sekali jauh dari perkiraannya sebelumnya.


“ Aku benar-benar harus segera membuatnya menyusul kakak ku.”


Malvis mengepalkan tangannya dan mengetukkan ke meja panjan di ruang makannya. Ia terlihat begitu marah ketika mengingat bagaimana tubuh sang kakak dikirim kembali ke negaranya dengan keadaan tidak bernyawa.


Black Demon yang waktu itu pernah mengusik Ar karena dengan berani menyentuh wilayah di negeri ini dengan menculik anak-anak kecil, ternyata adalah kakak dari Malvis.


Namun memang tidak ada yang tahu bahwa Ragno Valenoso, organisasi bawah yang diketuai oleh Malvis adalah adik dari Black Demon. Sama-sama menjadikan perdagangan manusia sebagai bisnis utamanya tapi wilayah jangkauannya berbeda.


Meskipun baik Demon maupun Malvis jarang bertemu namun hubungan mereka termasuk baik. Pengiriman kapal mati oleh Ar beberapa waktu yang lalu tentu menggemparkan dunia bawah di dataran benua biru tersebut. 


Malvis kembali menjadi emosional saat mengingat kejadian tersebut. Vitus sang asisten yang mengetahui hal tersebut tentu tahu akan perubahan ekspresi sang atasan. Ia langsung menyajikan makanan dan minuman manis untuk mengembalikan mood Malvis.


“ Grazie Voltus, Kau paling mengerti diriku.”


“ Sama-sama Signore. Pergunakan waktu istirahatmu dengan baik saat ini agar kita bisa segera membereskan orang itu.


Sambil menenggak hot chocolat yang dihidangkan oleh sang asisten Malvis mengangguk. Ia kemudian bersandar di kursi sambil memejamkan matanya menikmati aliran coklat panas itu ke dalam tubuhnya.


🍀🍀🍀


Mesa saat ini tengah menjalankan misinya. Sesuai instruksi Dean bahwa dia harus bisa menggoda Baskoro. Saat ini Mesa tengah berada di kantor Baskoro. dengan dalih memperbaharui kontrak kerja sama yang diajukan Dean ia berada di sana.


Baskoro yang sedari tadi melihat Mesa sungguh tidak berkedip. Pria yang sudah lanjut umur itu bahkan sesekali mengusap senjata miliknya yang sudah mulai menegang saat melihat paha putih mulus milik Mesa. Jangan lupakan dada sintal milik Mesa. Padahal Mesa mengenakan baju yang sopan. Bahkan relatif tertutup. Tapi memang bentuk tubuh Mesa begitu bagus bak gitar spanyol.

__ADS_1


“ Shakila,”


“ Maaf tuan Baskoro, apa anda memanggil seseorang.”


“ Tidak-tidak. Hanya saja kamu, bukan maksud ku wajah mu mengingatkan ku kepada istriku yang sudah lama meninggal. Aku berpikir bagaimana bisa seseorang bisa semirip ini.”


Mesa tersenyum simpul. Sudah mendapatkan pelatihan dari Rex, dalam menghadapi hal-hal tersebut membuat Mesa begitu tenang. Dean juga sudah memberitahu apa yang harus ia kerjakan.


“ Bukankah katanya di dunia ini kita memiliki 7 orang yang mirip dengan kita, mungkin saya adalah salah satunya.”


“ Ya, kau benar bahkan tubuhnya yang sangat seksi itu pun juga begitu mirip dengannya.”


“ Apakah begitu tuan?”


Baskoro sungguh tidak tahan. ia pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Mesa. Mesa bisa melihat sesuatu menonjol dari balik celana Baskoro. Gadis itu mengangkat satu sudut bibirnya. Ia tentu tahu apa yang diinginkan oleh pria paruh baya itu.


“ Waktunya bermain.”


Ternyata menggoda pria durjana itu memanglah tidak sulit. Ada rasa jijik dalam diri Mesa terhadap Baskoro, tapi dia harus bisa menahannya hingga tugas yang diberikan Dean selesai.


Mesa sudah mengukuhkan dirinya bahwa Dean adalah tuannya saat ini. Dean adalah penolongnya. Meskipun ia tahu bahwa Dean menolongnya karena tujuan tertentu tapi ia tetap harus membalas budi Dean.


“ Apa yang seperti ini yang anda mau tuan?"


Mesa mengulurkan tangannya sambil mengusap benda tumpul milik Baskoro yang masih tertutup kain tersebut. Baskoro tentu saja blingsatan mendapat sentuhan Mesa. Ia benar-benar merasakan sensasi lain saat tangan Mesa menyentuh miliknya.


Apa mungkin karena dia mirip Shakila hingga rasanya sungguh berbeda dari jalanng-jalangg kemarin?


Baskoro bergumam pelan, namun tentu saja Mesa masih bisa mendengarnya.

__ADS_1


“ Sayang, bisakah kau membukanya untukku. Ini aku ingin lebih.”


Mesa tidak menjawab, tapi dia melakukan apa yang Baskoro mau. Dengan perlahan Mesa mulai melepas ikat pinggang milik pria itu lalu membuka celana Baskoro. Benda itu menyembul keluar dengan sempurna. Bakoro benar-benar menikmati setiap sentuhan tangan Mesa di sana.


“ Apa kau tidak mau melepaskan pakaianmu sayang, a-aku sungguh sudah tidak tahan ingin masuk ke sana.”


“ Jangan terburu-buru tuan. Aku akan ke kamar mandi dulu sebentar. Tunggulah.”


Mesa bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke kamar mandi. Ia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku rok nya. Sebuah kapsul kecil berwarna hitam. Mesa kemudian memutar ujungnya hingga keluar lah isi kapsul tersebut. Isinya berupa jel tanpa warna dan tanpa bau. Ia kemudian menaruh di telapak tangannya.


Mesa pun kembali dari kamar mandi dan meneumi baskoro yang sudah tidak sabar ingin melanjutkan permainan.


Dan, inilah permainan yang sesungguhnya telah dimulai. Mesa dengan segera mengusap benda milik Baskoro dengan tangannya yang sudah ia lumuri jel tadi. Bakoro yang tidak tahu apa yang dilakukan Mesa sebenarnya terus menceracau merasakan kenikmatann pijatan lembut tangan Mesa. Sedangkan Mesa menyeringai.


“ Mission complete!”


Mesa melepaskan tangannya dari senjata milik Baskoro dan segera berlari ke kamar mandi untuk mencuci tangannya. Ia harus secepatnya menghilangkan jel dari tangan miliknya itu sebelum senyawa itu lebih lama di sana.


Dengan sedikit keras menggosok tangan miliknya, Mesa berhasil membersihkannya hingga tidak ada lagi gel itu  disana. Namun tangan Mesa sedikit merah karena ia sangat keras menggosoknya.


“ Aku sudah melakukannya tuan Dean. Aku harap kamu puas dengan hasil kerjaku.”


Mesa menarik wajahnya hingga kulit dari wajah itu terkelupas. rupanya ia tidak benar-benar melakukan operasi plastik. Dai hanya menggunakan sebuah model topeng kulit yang dibuat sama persis dengan Shakila kakak dari Dean. 


Rupanya saat Rex mimintaa Mesa melakukan bedah plastik, gadis itu menyarankan agar membuat topeng kulit wajah saja. Ia berpendapat bahwa Dean pasti tidak benar-benar ingin melihat wajah kakak nya di tubuh wanita lain. Tadinya Rex meragu, tapi setelah Mesa menjelaskan dengan sangat panjang akhirnya Rex setuju. Dan tentu saja itu semua diluar pengetahuan dean. Baru kali pertama itu rex melakukan sesuatu diluar perintah Dean.


Mesa kembali ke ruangan Baskoro, tentunya dengan topeng yang sudah dipasang kembali. Ia tersenyum puas saat Baskoro masih memainkan miliknya sendiri. Pria itu kemudian menatap iba kepada Mesa. Sungguh ia ingin dipuaskan dengan cara yang benar.


“ Maaf tuan, aku tidak bisa menuruti keinginanmu. Aku sedang berada di tanggal merah dimana tamu bulananku datang. Jadi sebaiknya anda menuntaskan sendiri. Terimakasih atas tanda tangan untuk pembaharuan kontrak kerjanya. Permisi.”

__ADS_1


“ Arghhh, sial. Dia mempermainkanku. awas saja, lain kali tidak akan kubiarkan kau lolos begitu saja.”


TBC


__ADS_2