Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 59. Kakak Beradik Psycho


__ADS_3

Malvis, Dean, dan Jason melihat ke sumber suara. Suara seorang wanita membuat ketiganya hilang fokus. Bahkan Jason sudah berlari dan memeluk wanita tersebut.


" Jan, kenapa kau disini. Apa yang kau lakukan hah! Apa kau baik-baik saja. Apa kau sudah gila masuk ke kapal ini. Ya Tuhan, gadis ini benar-benar."


Gadis itu menutup kedua telinganya dengan tangan saat bibir Jason nyerocos tidak ada habisnya.


Berbeda dengan Ella beda lagi dengan Malvis, Dean dan Ar. Ketiga pria itu tentu terkejut saat melihat pemandangan yang ada di depannya itu. 


" Apa mereka adalah sepasang kekasih?"


Pertanyaan tersebut rupanya menghampiri otak ketiga pemimpin mafia tersebut. Ar yang masih memiliki tingkat konsentrasi tinggi, ia pun masih bisa melihat kondisi sekitar. Ar melihat Malvis yang tengah lengah karena sangat fokus melihat Mesa dengan Jason.


Ya wanita yang dipanggil Ella oleh Malvis itu adalah Mesa yang Ar tahu adalah orang milik Dean. Mau dikata curang atau apa, Ar tak peduli. Kesempatan itu langsung digunakna Ar untuk menembakkan RM-02 ke arah Malvis.


" Arghh, brengsek." 


Malvis terjatuh, tapi ia masih bisa memegang senjatanya dengan benar. Ia pun membalas tembakan Ar. Bersama dengan  Vitus mereka berdua adu tembak dengan Ar dan Dean. Di sisi lain Jason membawa Ella bersembunyi.


Door


Door


Door


Suara tembakan saling sahut menyahut. Orang-orang Malvis yang masih tersisa pun ikut terjun membantu. Pun sebaliknya. Ar semakin sigap dalam melesatkan peluru-peluru tersebut. Dengan kaki sedikit tertatih Malvis berusaha mundur dan menjauh dari medan  adu peluru tersebut. Tentu saja dengan dibantu Vitus.


Tak mau mereka kabur, Dean membidikkan RH-03 ke arah Vitus. Bluuuup, bruuuuk, Vitus terjatuh. Pria itu bahkan langsung menggelepar bak ikan yang diletakkan di lantai tanpa diberi air.


Malvis sungguh terkejut, pun dengan Dean. Kedua orang itu yang tidak tahu mengenai senjata buatan Jason tentu baru melihat yang demikian. Tubuh Vitus terlihat kejang hebat, dan akhirnya berhenti. Tapi hal mengerikan terjadi yakni darah keluar dari telinga, mulut, hidung bahkan mata pria berusia 40 tahun itu.


" Game over!" teriak Jason dan Mesa bersamaan.


Sedangkan Ar hanya menatap kedua orang itu aneh. Jason tidak pernah seceria itu saat melihat musuhnya mati. Dia akan lebih ceria jika mendapatkan orang untuk dibawa pulang.


" Yaah Dean, ku pikir cewek itu jodohmu tapi ternyata bukan."

__ADS_1


Dean hanya membuang wajahnya dan memutar bola matanya malas mendengar ucapan Ar. Dirinya masih begitu takjub dengan hasil karya Jason itu. Sedangkan Malvis disebelah sana juga sangat terkejut dengan apa yang menimpa asisten pribadinya. Seketika tubuhnya lemas tak berdaya. Beberapa anak buah Malvis yang masih hidup pun memilih kabur melarikan diri. Mereka memilih menceburkan diri mereka kelautan dalam.


Malvis hendak bangkit dan ikut berlari namun oleh Mesa atau Ella dia ditahan. Mesa berjalan mendekati Malvis. 


Jason tentu panik, ia berteriak kencang kepada Mesa.


" Janella, jangan sembarangan kau tidak tahu dia pria yang sangat berbahaya Jan."


" Tenang saja kak, aku bisa mengatasi ini."


Dean dan Ar saling melempar pandangan saat mendengarkan Mesa memanggil Jason dengan sebutan Kak. Mereka benar-benar bingung apa hubungan keduanya.


" Apa itu adalah panggilan mesra mereka?"


Sungguh ucapan Ar tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan Dean. Tampaknya King Mafia itu otaknya sedang tidak jalan, seperti itulah yang ada di pikiran pimpinan Magna Arbor.


Malvis tersenyum manis kepada wanita yang ia panggil Ella itu. Mungkin otal Malvis juga sudah rusak dengan hadirnya Ella.


" Kau, kau akan membantuku. Kau akan menolongku. Bukankah begitu sayang?"


“ Apa kau tidak merasa ada sesuatu terhadap juniormu?”


Malvis tidak mengerti apa yan dikatakan oleh Ella. Ia  hanya menatap wajah cantik Ella tanpa berkedip sdikitpun. Kecantikan Ella yang alami benar-benar berhasil menghipnotis mata Malvis.


Tidak mendapat respon dari Malvis, Ella kemudian mengulurkan tangannya menyentuh area pribadi milik malvis. Tentu saja Malvis sangat senang, rupanya Ella menyulkai miliknya tersebut.


“ Bagus, sepertinya ini lebih cepat dari pada milik pria tua gila itu.”


Malvis sedikit kecewa saat Ella menarik tangannya. Namun tiba-tiba dia merasakan sebuah gejolak. Bukan gejolak hasrat ingin bercinta tapi gejolak rasa perih dan panas yang tak tertahankan di bagian ininya.


“ Arghhhh!!!”


Malvis berteriak kesakitan sambil tangannya memegangi juniornya. Ia bahkan sampai mengeluarkan air mata karena saking sakitnya.


“ Kau jalaang, apa yang kau lakukan kepadaku hah!”

__ADS_1


Janella tertawa terbahak-bahak. Ia sungguh puasa melihat wejah merah padam Malvis. Diantara rasa sakit dan marah yang pria itu tunjukkan, sungguh membuat gadis itu sangat senang. 


Jason, Dean, dan juga Ar pun berjalan mendekat ke arah Jannela dan melihat apa yang terjadi kepada Malvis. Jika Dean dan Ar bergidik ngeri melihat kondisi Malvis, maka tidak dengan Jason. Pria itu tertawa puas. Bahkan dia mengajak Janela melakukan hi five.


“ Tunggu!! sebenarnya apa hubungan kalian? Apa kalian ini adalah sepasangn kekasih.”


Rupanya diam-diam tidak berkomentar dari tadi rupanya Dean sangat penasaran dengan hubungan Janella dan Jason. Ar hanya mengangguk sebagai tanda dia juga menanyakan pertanyaan yang sama.


“ Jan adalah adikku Ar.”


“ Apa!!!”


Kedua orang tersebut tentu sangat terkejut. Terlebih Ar, bagaimana mungkin seorang remaja yang waktu itu dia ambil dari jalanan bisa memiliki seorang saudara. Yang Ar tahu Jason hanyalah seorang bule yang hilang dan tidak pernah menemukan orang tuanya meskipun sudah mencari kemana pun. Tapi saat itu Ar yang masih remaja juga tidak mengerahkan kemampuannya untuk menemukan jason dengan orang tuanya. Pada akhirnya Rodriguez menerima Jason, dan karena kecerdasannya Jason berhasil menjadi seorang dokter.


" Kau utang penjelasan padaku Jas," ucap Ar tajam.


" Kau pun Mes, kau berhutang penjelasan padaku," imbuh Dean.


Tapi baik Jan dan Jas keduanya terlihat sedikit acuh. Mereka masih menikmati penderitaan Malvis.


" Kak lihatlah bukannya wajahnya sungguh kasian."


" Hahah kau benar, wooaah kau berhasil mengembangkannya menjadi seperti itu. Kau semakin hebat Jan."


Dean dan Ar lagi-lagi melihat aneh ke arah kakak beradik itu. Mereka berdua juga merupakan mafia kejam tapi sepertinya kakak beradik itu benar-benar lebih kejam dari yang mereka duga.


" Kakak beradik psycho!"


Malvis tentu semakin marah melihat dirinya ditertawakan. Ia ingin berdiri dan memukul dua orang itu tapi sungguh dia tidak berdaya sama sekali. Bagian intinya semakin sakit, ditambah ia merasa semakin besar.


“ Tolong, tolong selamatkan aku. Aku mohon.”


Akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulutnya. Jan dan Jas saling pandang lalu mereka tersenyum menyeringai.


“ Tikus baru untukmu kak.”

__ADS_1


TBC


__ADS_2