Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 44. Banyak Berjuang


__ADS_3

Dean yang kesal setengah mati dengan apa yang ia temui hari ini akhirnya kembali ke apartemen. Ia sepertinya harus segera menyelesaikan permasalahannya di negara ini. Dena memanggil Rex asistennya.


" Rex, kita tetap tidak bisa menembus pasar negara ini. Ar dan Queen masih sangat kuat melindungi negara ini. Apa kau tahu apa yang terjadi beberapa malam karin?"


Rex mengangguk, ia bahkan tidak menyangka jika Silvya a.k.a Queen masih begitu kejam dan kuat dalam menghadapi para musuh. Rex tentu mendapat kabar itu dari mata-matanya.


" Lalu apa yang akan kita perbuat tuan."


" Non est ulla (tidak ada), setelah urusanku kita akan segera pulang. Lagian Magna Arbor tidak pernah kehilangan tempatnya."


Rex mengangguk paham. Jika Dean sudah berbicara seperti itu maka ia hanya tinggal menuruti perintah saja. 


Dean kemudian fokus terhadap laptopnya. Ia melihat profil lengkap mengenai Baskoro. Ia akan membuat perhitungan dengan pria itu. Dan cara yang pertama kali akan digunakan adalah mengingatkan Baskoro dengan sang kakak.


" Aku yakin kau akan bernostalgia Baskoro. Exspecto tuum exitium (aku menunggu kehancuranmu )."


*


*


*


Ar sudah berada di rumah sakit milik Jason bersama Mia. Ia sungguh kesal kepada kedua orangnya itu yang tidak memberi tahu mengenai apa yang terjadi dengan Elisa. Pun dengan Yoyok. Kesalahan terbesar Yoyok adalah membiarkan Dean dekat-dekat dengan Elisa. Yoyok akhirnya mendapatkan punishment potongan bonus selama 3 bulan.


Sebelum Ar menemui Anderson dan Rodriguez  ia terlebih dulu menyidang Roki dan Mia. Jika Yoyok sudah dapat hukumannya kini giliran Roki dan Mia.


" Kalian minta dihukum apa?"


" Laah jelas nggak minta lah bos. Ya kali orang mau minta dihukum"


Plak


Tangan Mia melayang ke lengan Roki membuat pria itu mengaduh kesakitan. Mia yang punya basic beladiri yang mumpuni tentu memiliki tenaga yang kuat. Roki melirik ke samping. Wajah cantik itu sejenak membuat Roki oleng. 


Heeh, nih bocah lama-lama cakep juga.


Roki membatin, bukannya fokus terhadap apa yang akan Ar katakan dirinya malah salah fokus mengamati wajah Mia.

__ADS_1


“Ekheeem, gue kawinin juga lo berdua.”


Mata Mia langsung melotot sempurna mendengar ucapan sang bos. Sedangkan Roki yang tahu dirinya tengah disindir langsung mengalihkan pandangannya.


“ Sekarang kalian mau ku hukum apa?”


“ Daah bos, potong gaji atau bonus aja deh. Siap.”


Sebuah solusi Roki ucapkan. Ia sungguh tidak bisa berlama-lama di sidang seperti itu. Dengan mengatakan hal tersebut ia yakin semua ini akan segera selesai.


“ Hish, enak saja potong gaji. Aku akan ninggalin kalian berdua disini. Coba pikir hukuman apa yang pantas buat kalian jalanin.”


Ar melenggang pergi dari sebuah ruangan. Lebih tepatnya itu ruangan Jason. Ya, Ar meminjam ruangan Jason untuk menyidang Roki dan Mia. 


Kini Keduanya diliputi kecanggungan yang luar biasa. Mia yang berusia jauh dibawah Roki itu selalu jengah jika dianggap masih seperti anak kecil. Usia Roki 30 tahun dan Mia masih 23 tahun membuat Roki selalu merasa Mia adalah gadis kecil. Padahal sejak bergabung dengan Black Wolf keahlian Mia tidak perlu diragukan lagi.


“ Apa kau sekarang punya pacar?”


“ Tentu saja, aku bukan seperti kakak yang suka ngejomblo.”


Jleb


“ Orang mana lagi yang kau pacari?”


“ Rahasia, kalau ku kasih tahu kakak akan mengacaukannya lagi.”


Roki membuang nafasnya dengan kasar. Ia bukannya mengacaukan tapi dia menjaga Mia dari para pria hidung belang. Sesama pria Roki tentu tahu bagaimana karakter pria yang dipacari oleh Mia.


“ Carilah yang benar-benar menyayangimu, jangan sampai kau kecewa nanti.”


“ Sedang ku lakukan, kakak tidak perlu khawatir. Aku tentu tahu seperti apa pria yang baik untukku.”


Diam, setelah mengatakan hal tersebut keduanya sama-sama diam. Suasana menjadi canggung kembali. Mia sibuk bermain ponsel dan Roki juga sibuk mengecek pekerjaan. Namun Roki sungguh terusik dengan keberadaan Mia. Ia yang tidak pernah tertarik dengan wanita saat ada didepannya sekaligus kini berada di satu ruangan bersama Mia membuat tubuhnya terasa gerah.


Apalagi rambut Mia yang digulung ke atas masih menyisakan helaian-helaian rambut di leher membuat leher jenjang gadis itu benar-benar tampak sekssi. Roki berulang kali menelan saliva nya dengan susah payah. Entah mengapa Roki tidak bisa melepaskan pandangannya dari leher putih nan mulus Mia itu. Tanpa sadar tangan Roki terulur dan menarik ikat rambut Mia.


“ Kak, apa sih.”

__ADS_1


“ Jangan digelung gitu rambutnya jelek.”


“ Balikin iket rambut aku. Suka-suka aku mau diapain rambut ku. Ngapain kakak ngurusin.”


Mia sungguh kesal, menurutnya ada-ada saja kelakuan Roki terhadapanya yang diluar nalar. Mia pun berusaha mengambil ikat rambut miliknya dari tangan Roki. Namun perbedaan tinggi tubuh Mai dan Roki membuat gadis itu kesulitan meraihnya.


Akhirnya Mia pun naik ke atas kursi dan berhasil mengambil ikat rambut tersebut.


“ Yess, dapat … woooaaah.”


Bruuuk.


Mia terjatuh tepat di atas Roki. Wajah mereka benar-benar dekat. Roki sungguh tak kuasa melihat bibir Mia yang menurutnya sangat seksi.


Cup


Roki mengecup bibir itu sekilas. Tapi rupanya Roki tidak puas hanya dengan mengecup. Ia pun kembali mendaratkan bibirnya di bibir sekssi gadis itu. Bahkan Roki mulai melumatt nya dengan lebih intens. Mia tentu terkejut namun ia sungguh menikmati ciuman yang diberikan Roki. 


Sejujurnya dalam hati Mia mendambakan Roki dari lama, tapi penolakan Roki waktu itu membuat gadis itu kesal.


Ciuman itu semakin lama semakin menuntut, bahkan Roki sudah membalikkan tubuh Mia menjadi di bawahnya. Pria itu mengungkung si gadis tanpa melepaskan ciuman mereka. Kini ciuman Roki mulai turun ke leher. leher yang sedari tadi membuatnya ingin menyesapnya kini berhasil ia sesap juga. Suara desahaan kecil keluar dari mulut Mia saat tangan Roki mulai bergerilya kemana-mana mengabsen tubuh Mia yang selalu dianggap bocah itu.


“ Kau sungguh berbeda sekarang, bagaimana kamu bisa menjadi begitu sekssi. Sedangkan kamu dulu saat kutemukan masih ingusan.”


Mia seketika mendorong Roki saat Roki mengatakan hal tersebut. Tentu saja Roki terkejut. Hasratnya yang sudah naik tiba-tiba diputus begitu saja. Mia pun kembali merapikan bajunya yang sudah berantakan.


“ Kak Roki emang nggak pernah berubah, selalu menganggap ku bocah.”


“ Mi, nggak gitu ini lain. Aku cuma bilang dulu.”


“ Halah sama saja. Mending aku sama pacarku jelas. Ngarep kak Roki buat berubah nggak akan berubah juga.”


Roki menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sungguh kali ini dia benar-benar tertarik kepada Mia sebagai wanita. Namun tampaknya penjelasannya tidak akan diterima Mia karena gadis itu masih kesal dengan penolakan Roki.


Di luar Ar hanya terkekeh geli menyaksikan kelakuan dua orangnya tersebut. Ar tentu tahu Mia begitu menyukai Roki, maka dari itu Ar membawa Mia ke kota ini berharap hubungan keduanya akan meningkat. Tapi sepertinya jomblo menahun itu tidak tahu caranya meluluhkan hati wanita.


“ Haissh, kau harus banyak berjuang Rok.”

__ADS_1


TBC


__ADS_2