
“ Hallo kakak ipar, aku akan membawa seseorang ke sana. Ini gawat dia kehilangan lumayan banyak darah. Jadi tolong siapkan semuanya.”
Dika yang mendapat telepon dari Ar hanya menghembuskan nafasnya kasar. Setiap kali Ar menghubunginya mengapa tidak ada kabar yang bagus yang disampaikan. Bahkan terkadang Dika merasa sedikit parno setiap Ar menelpon.
“ Ok team. Bersiap kita punya pasien serius. Dia akan datang sekitar 30 menit. Menurut orang yang menolongnya dia kehilangan lumayan banyak darah. Ada benturan di sekitar perutnya. “
Semua tim Dika langsung bersiap menuju posnya masing-masing. Tiga diantaranya mengikuti Dika mengadang didepan pintu ruang IGD.
Ar membawa Dean menggunakan mobilnya. Sama-sama bertubuh tinggi besar, tapi tidak membuat Ar kerepotan dalam memindahkan Dean. Beruntung mobil Dean tidak ringsek jadi Ar bisa menggunakan tenaga nya sendiri untuk mengeluarkan Dean tanpa bantuan.
Tadi setelah mobil Dean oleng dan menabrak pembatas jalan, orang-orang tersebut langsung kabur. Ar tidak ada waktu untuk mengejar mereka. Ia memilih untuk menyelamatkan Dean terlebih dulu.
“ Dean kau masih bisa mendengar ku?”
Ar terus berusaha membuat Dean sadar. Hal itu yang dipesan oleh Dika padanya.
“ Dean apa kau mengenal mereka? mengapa mereka bisa menyerang mu di wilayah ku?"
Dean menggeleng, ia sendiri tidak tahu mengapa dia serang. Dia tidak pernah punya musuh di negara ini. Jika itu di negara nya maka merupakan hal yang wajar, lha ini di negara orang yang bahkan ia sangat jarang sekali mengunjunginya.
Atas bantuan Drake, Ar bisa sampai di rumah sakit lebih cepat dari perkiraan. Dika yang mengenali mobil Ar langsung mendekat. Dengan bantuan Ar, Dean berhasil dipindahkan ke brankar dan dibawa ke ruangan untuk segera ditangani.
Semua bekerja cepat, mereka tidak ingin sampai terjadi sesuatu yang buruk. Jujur Ar begitu cemas. Ia berhasil mengamankan ponsel milik Dean. Ar sedikit heran, sekelas Dean tidak mengunci ponselnya. Namun hal tersebut malah memudahkan Ar untuk menghubungi orang Dean. Ar yakin Dean pasti ke negara ini bersama asistennya. Yang jadi pertanyaan siapa nama asisten nya di ponsel milik Dean.
Akhirnya berdasarkan insting dan keberuntungan, Ar menekan nomor yang terakhir kali dihubungi oleh Dean di riwayat panggilan.
“ Hallo tuan?"
“ Yes bener. Kau Rex kan, cepatlah ke rumah sakit. Dean sedang ditangani. dia tadi mengalami kecelakaan. Nanti ku jelaskan lebih lanjut. Ini aku Arduino.”
__ADS_1
Rex tentu saja terkejut, Bagaimana bisa Ar, King Black Wolf itu memegang ponsel milik tuannya. Namun ia mengabaikan pertanyaan itu. Hal yang ia harus lakukan saat ini adalah segera menyusul Dean ke rumah sakit.
Rex merutuki dirinya sendiri yang tidak mengikuti tuannya. Dalam perjalanannya Rex beroda agar tuannya itu baik-baik saja.
Ar juga menghubungi Roki. Dia butuh membicarakan hal tersebut dengan Roki secepatnya. Bahkan ia sudah meminta Drake untuk melacak mobil-mobil itu.
Rupanya Rex dan Roki datang bersamaan. Roki yang baru saja mengantar Mia dan Elisa ke toko bunga langsung saja berlari ke rumah sakit. Roki begitu khawatir, ia pikir bosnya yang kenapa-napa. Tapi Roki bernafas lega saat ia melihat Ar baik-baik saja.
Berbeda dengan Rex. Terlihat raut wajah yang begitu khawatir. Ar menepuk bahu Rex pelan.
" Aku yakin tuan mu itu tidak apa-apa."
Melihat betapa khawatirnya Rex membuat Ar berkesimpulan bahwa Dean adalah orang yang baik. Terlepas dari pekerjaan yang saat ini mereka sama-sama jalani.
Di dalam ruang IGD suasana agak sedikit crowded saat darah Dean terus menerus keluar dari luka yang dia dapatkan.
Dika memerintahkan perawatnya untuk mengambilkan alat usg. Ia melihat limpa milik Dean terluka akibat benda tajam yang mengenainya.
" Kita harus segera melakukan operasi laparotomi. Siapkan ruang operasi."
Dika berjalan keluar ruangan untuk memberitahu keadaan pasien kepada Ar. Meskipun Dika tahi siapa pria itu tapi ia yakin Ar pasti mengenal baik.
" Bagaimana kakak ipar."
" Pasien mengalami trauma tajam abdomen. Trauma tajam abdomen merupakan trauma yang disebabkan oleh tusukan benda tajam pada perut. Dan temanmu limpa nya terkena. Maka dari itu kita harus segera melakukan operasi agar bisa segera menghentikan pendarahan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi."( sumber: allodocter.com)
" Baik dok, lakukan yang terbaik."
“ Baiklah kami akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk pasien.”
__ADS_1
Dika mengangguk, ia kemudian berjalan menuju ruangannya untuk berganti pakaian operasi.
Sedangkan Rex, pria itu terlihat begitu cemas. Ar mencoba menenangkan Rex dengan mengusap punggung pria berwajah latin itu. pun dengan Roki dia segera berlari membelikan minuman untuk rex dan bosnya,
Sesaat Rex tertegun dengan ulah King dari Black Wolf tersebut. Pria dengan reputasi kejam dan sadis itu ternyata sangat jauh berbeda saat bertemu langsung. Ar terlihat lembut dan peduli.
“ Apa kau sudah tenang? Sekarang coba katakan. Apa Dean punya musuh? Mengapa bisa dia sekarang disini bahkan saat siang bolong begini.”
“ Saya juga tidak tahu tuan. Selama kami di sini tuan Dean hanya mengatakan akan menyelesaikan masalah pribadi yang ia punya. Dan sejauh pengamatan serta pengamanan saya, Tuan dean tidak memiliki musuh di sini.bukankah negara ini adalah kekuasaan Tuan Ar.”
Ar mengangguk, ia setuju dengan ucapan Rex. Di sini adalah wilayah dia. Jadi kira-kira siapa yang berani membuat onar dengan terang-terangan bahkan sampai menargetkan dean di sini.
“ Bos apa mungkin kalian berdua memiliki musuh yang sama. Maksudku, orang yang ingin menargetkan bos juga ternyata adalah musuh Tuan Dean. Dan mungkin orang tersebut mendapatkan kabar mengenai tuan Dean yang berada di sini jadi sekalian gitu.”
Ucapan Roki bisa diterima oleh Ar dan Rex. Rex pun kembali mengingat-ingat, kira-kira siapa musuh terbesar yang dimiliki oleh Dean itu. Orang tersebut pasti memiliki jaringan yang luas dan kemampuan mumpuni. Kabar kedatangan dean tidak diketahui oleh siapapun karena Dean pun datang ke sini dengan menggunakan pesawat komersial bukannya pesawat pribadi. Dean juga tidak membawa orangnya. Ia hanya pergi degan Rex.
Tring
Sebuah pesan masuk ke ponsel Ar. Rupanya itu adalah pesan dari Drake. Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa sekelompok orang yang menyerang Dean sudah diketahui. meskipun rekaman cctv sudah dimatikan namun Drake bisa mendapat gambar mobil-mobil itu dari sebuah cctv taman yang letaknya lumayan sedikit jauh dari tempat Dean masuk ke mobil sebelum dia diikuti.
“ Laba-laba. Rogno Velenoso. Apa kalian mengenal klan mafia ini?"
Rex tampak terkejut mendengar nama itu. Ia tentu saja tahu siapa Rogno Velenoso. Sebuah klan Mafia yang merupakan saingan dari Magna Arbor. Padahal objek bisnis mereka berbeda tapi Rogno Velenoso menginginkan kartel narkoba milik Magna Arbor. Berkali-kali Rogno Velenoso meminta Magna Arbor untuk bergabung tapi Dean tidak mau. Meskipun dia memiliki perdagangan gelap narkoba tapi dia sungguh tidak setuju dengan namanya perdagangan manusia.
“ Dia musuh kami Tuan Ar.”
“ Pantas.”
TBC
__ADS_1