Mafia Somplak & Cewek Anyep

Mafia Somplak & Cewek Anyep
Bab 7. Double Kill


__ADS_3

El yang mengetahui bahwa Edzar Faidan merupakan mahasiswa pindahan di kampusnya sungguh sangat terkejut. Mantan seniornya masa SMA itu membuatnya merasa tidak nyaman. Terlebih seorang gadis yang bernama Amber kini menargetkannya.


Entah apa yang dikatakan oleh Edzar mengenai dirinya kepada Amber sehingga membuat mahasiswi cantik bak model itu sangat tidak suka dengan dirinya saat ini.


Haaah


Elisa membuang nafasnya kasar. Ia tengah duduk si bangku taman seorang diri. Olin semenjak selesai kelas langsung kabur entah kemana ia juga tidak tahu.


" Hai," sapa seseorang yang El tahu sekali siapa pemilik suara tersebut. El memejamkan matanya sejenak sebelum menjawab sapaan pria itu. Sebisa mungkin dia menampilkan ekspresi wajah yang biasa-biasa saja.


" Hai kak."


El menjawab dengan singkat. Tanpa permisi pria tinggi dan tampan berwajah oriental itu langsung duduk di sebelah Elisa. El tentu terkejut, sungguh ia tidak ingi terlibat war dengan Amber.


Mengetahui ekspresi tidak nyaman di wajah Elisa, Edzar malah tersenyum simpul.


" Jangan khawatir, Amber tidak akan melukaimu."


" Apa yang mau kakak katakan, jika tidak ada aku harus pergi."


El bersiap bangkit dari bangku taman itu. Namun tangannya dicekal oleh Edzar. El menatap tidak suka. Edzar pun melepaskan tangannya.


" Sorry, duduklah dulu ada yang mau aku katakan."


El kembali duduk. Sungguh ia ingin segera pergi dari tempat itu. Ia sama sekali tidak ingin bicara lama-lama dengan Edzar.


" El aku sungguh minta maaf atas kejadian saat SMA dulu. Aku tidak seharusnya berbuat begitu kepadamu."


" Tidak masalah, aku sudah melupakannya. Lagian itu sudah lama dan sepertinya tidak perlu dibahas. Jika tidak ada yang lain aku permisi dulu."


Tanpa berkata apa-apa lagi Elisa berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Edzar dengan sejuta penyesalannya. Dulu dia masih sangat naif saat SMA. Edzar adalah kakak senior 2 tingkat di atas Elisa. Saat elisa kelas 1 Edzar kelas 2. Wajah tampan sedari dulu membuat Edzar jadi incaran para gadis. Semua gadis mengidolakan Edzar tapi tidak dengan Elisa. Tentu hal tesebut membuat Edzar penasaran.


Dari rasa penasaran itulah Edzar akhirnya memiliki rencana untuk mendekati Elisa. Berjalan setengah tahun Edzar mengejar Elisa dan akhirnya Elisa luluh juga dengan segala perhatian Edzar. Singkat cerita mereka berpacaran, satu sekolahan tentu mengetahui hal tersebut.


Namun sebuah momen menyakitkan dibuat oleh Edzar. Pada saat perpisahan kelulusan Edzar menyatakan cinta kepada sorang gadis teman sekelasnya tepat didepan semua orang. Hancur sudah hati Elisa. Akhirnya dia pun tahu bahwa Edzar hanya mempermainkan dirinya. Bahkan karena hal tersebut Elisa mendapat bullyan dari teman-temannya karena dia dianggap tidak pantas berpacaran dengan Edar. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Elisa lah yang mengemis cinta Edzar.

__ADS_1


" Huuft kampret, ngapain sih dia pake muncul lagi. Mana sekarang kuliah di sini lagi."


El menggerutu sepanjang perjalanannya pulang ke rumah. Ia benar-benar kesal bertemu dengan pria brengsek yang sudah menghitamkan masa-masa SMA nya itu.


Di sisi lain Edzar malah semakin penasaran dengan Elisa. Elisa yang sekarang sungguh sangat berbeda dengan Elisa yang dulu. Elisa sekarang terlihat sangat cantik terlebih dengan sikap dinginnya itu.


" Aku jadi penasaran lagi dengan mu El. Sama saat pertama kali kau acuh padaku saat SMA. Namun kali ini aku benar-benar menginginkanmu. Maaf aku yang dulu sangat bodoh dan kekanak-kanakan. Aku ingin memeperbaiki ini semua."


Edzar bertekad mendekati Elisa lagi. Rupanya dia lupa bahwa saat ini dia tengah menjalin kasih dengan Amber.



Elisa Dwi Baskoro



Edzar Faidan



Amber Swastika


" Asaalamualaikum bund?"


" Waalaikum salam nak, Sudah pulang El?"


Elisa menangkap sesuatu yang tidak beres pada bunda nya. Kedua mata Jasmine tampak sembab seperti habis menangis. Elisa pun menghampiri sang bunda dan menatap wajah bundanya dengan lekat.


" Bunda habis nangis?"


Jasine menggeleng, ia mencoba mengalihkan perhatian El dengan banyak pertanyaan mengenai kegiatan El di kampus. Namun El sudah dewasa untuk dikecoh seperti itu.


" Bund, El bukan anak kecil lagi yang ketika dikasih permen terus lupa akan sesuatu. Ada apa bund? Kita hanya berdua El harap bunda juga mau berbagi sama El dengan apa yang bunda rasakan."


Jasmine menunduk, ia tergugu. Air matanya tak lagi terbendung. Elisa membiarakan sang bunda mencurahkan rasa hatinya terlebih dahulu sebelum akhirnya siap untuk bercerita.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya cerita Jasmine mengalir. Ternyata mantan suaminya Baskoro mendatanginya. Pria itu menginginkan putrinya kembali ke rumahnya. bagaimanapun dia berhak atas Elisa karena Elisa adalah darah dagingnya. Tentu saja Jasmine menolak akan hal itu. bagaiman hidup elisa nanti jika kembali kepa pria brengsek yang hobi bermain wanita itu. Jasmine sungguh tidak bisa membiarkan putrinya tumbuh di lingkungan buruk sang ayah.


Elisa membuang nafasnya kasar. Bagaimana pun baskoro merupakan ayahnya. Namun meskipun begitu Elisa juga tidak ingin tinggal dengan pria yang sudah menyakiti hati ibunya berkali-kali.


" Aku akan ke tempat ayah besok untuk membicarakan hal ini."


" Jangan El, bunda takut kamu kenapa-napa nantinya."


" Bunda jangan khawatir, el pasti baik-baik saja. Bagaimanapun dia kan ayah El, masa iya dia akan jahat sama El."


Jasmine mengangguk mengerti. Apa yang diucapkan sang putri ada benarnya juga. meskipun begitu Jasmine tetaplah khawatir.


" Bunda tidak ke rumah kak Hasna?"


" Ada Bunda Sekar di sana jadi bunda bisa pulang."


" Ya udah l masuk kamar dulu ya bund."


Jasmine mengangguk, elisa melenggang pergi menuju kamarnya. ia menaruh tas nya dan menjatuhkan tubuh nya di kasur empuk miliknya.


Haaaaah


Sudah dua kali ini Elisa merasakan dadanya begitu sesak dalam sehari. Tadi saat pria dari masa lalunya yang tiba-tiba muncul dan sekarang ayah yang tiba-tiba memintanya untuk kembali ke rumah.


" Haish, kenapa hari ini begitu banyak masalah yang membuatku mood ku jelek."


Elisa memejamkan matanya sejenak. Ia sungguh tidak menyangka hidupnya akan berubah drastis saat ia mengetahui kelakuan bejat sang ayah.


Hatinya tentu sangat sakit bagi ditusuk belati saat ia tahu kelakuan ayahnya.bagaimana bisa ayah yang selama ini jadi panutannya dan hero nya ternyata perbuatannya sungguh diluar norma. Dengan tega menyakiti hati bundanya dengan membawa wanita yang berbeda-beda ke dalam rumah mereka. dan yang memuat elisa sangat merasa bersalah dengan sang bunda sat ia tahu bahwa jasmine bertahan karena dirinya.


" Maafkan el bund. El janji akan jadi wanita yang kuat. El tidak akan membiarkan ayah menyakiti bunda lagi. Terlebih ayah dan bunda juga sudah berpisah. El janji."


Elisa tergugu, ia menangis dalam diam. Sebisa mungkin ia tidak mengeluarkan suara tangisnya krena El tidak ingin Jasmine mendengarnya. Meski dadanya begitu sesak tapi ia harus bisa kuat di depan sang buna. Ia tidak ingin Jasmin mengetahui kalau dia juga terluka dengan perpisahan kedua orang tuanya tersebut.


TBC

__ADS_1


__ADS_2