Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
100


__ADS_3

raut wajah kebahagiaan tidak lepas dari semua orang termasuk kedua pengantin baru itu,eh ralat pengantin ulang, suasana di hotel besar itu sangatlah mewah yang pernah mereka temukan, bagaimana tidak!..Azmi merupakan anak sulung dengan dirinya yang menjabat sebagai CEO di perusahaanya, sedangkan Queen pula merupakan putri satu-satunya orang tuanya yang ternyata memiliki berbagai perusahaan kecil maupun besar,mereka benar-benar memanjakan putrinya dengan baik akhir-akhir ini.


Queen merasa senang sekali hari ini,dalam raut wajahnya yang menyatakan bahwa dia sangat bahagia,dalam hati masih belum menyangka akhirnya dia bisa mendapatkan ini semua dengan apa yang sudah dia lalui dengan susah payah.


beberapa hari sebelum acara,Queen sudah memerintahkan Zain untuk mengurus markasnya itu sebagai penampungan keluarga anggota prajuritnya (anggota darkness),karena Queen sudah menceritakan pada Azmi bahwa dia ingin mengubah markasnya itu sebagai tempat tinggal mereka,mereka tidak berkerja sebagai pembunuh atau main dunia bawah lagi,Queen akan membuat sebuah usaha untuk mereka dan di rintis oleh mereka semua, dengan begitu dunia mereka tidak lagi hitam seperti dulu.


kejadian demi kejadian yang di lalui beberapa bulan ini menyadarkan Queen satu hal,di mana kita berjuang di situ kita mendapatkan kemenangan,gagal dan berhasil itu hal biasa,tetap lah berjuang apapun yang akan datang.


Dulu Queen sangat berteguh mendapatkan apa yang dia inginkan,memang berhasil walaupun di jalan ya salah,tapi ingat satu hal,tuhan itu ada dan nyata,dia tau yang terbaik untuk hambanya,dan memiliki jalannya masing-masing.


"wow!.. pengantin lama kembali bersemi!.."


eh!baik Azmi maupun Queen tersentak tiba-tiba ada pria yang berjas putih itu maju dengan membawakan buket besar dengan sebuah kado lain di tangannya.


"Hay bro!..semoga bahagia!.."pria itu menepuk pundak Azmi dengan santai seolah mereka sangat lah sudah akrab,jujur Queen belum pernah bertemu dengan pria ini jadi hanya melihat saja tanpa bicara.


"ngapain kesini?.. enggak di undang juga!.."cetus Azmi tak senang.


"who!.. ternyata kakak sepupuku ini masih marah!..haha!..sorry lah kak!.."tawa pria itu lepas,menawan dan auranya juga tak hilang, walaupun sedikit terlihat bahwa dia bobrok dan petakilan namun itu tertutup oleh auranya.


"aduh maaf ya kakak ipar!..ini untuk kakak!.."pria itu menekuk salah satu lututnya lalu mengarahkan buket dan Kado itu dengan senyum menawan.


"ehem!..teri___"Queen belum selesai berbicara tapi melihat buket dan Kado malah langsung di ambil Azmi begitu saja.

__ADS_1


"terima kasih!..sudah saja turun!.."suruh Azmi datar.


"aduh!..Kakak ini ternyata posesif juga ya?.. baru juga mau kasih bunga dan kado!..itu belum peluk loh kak!.."ucapan pria itu sukses membuat Azmi menatap dingin padanya.


"Sean!!.."


"hehe!.. oky-oky,Sean turun dulu ya kak,dadah kakak ipar!.."pria yang tadi bertingkah di atas pelaminan itu,tapi saat berbalik Queen dapat merasakan aura pria itu tak biasa,berubah dalam sekejap.


"di siapa?.."


"sepupu jauh!..kami jarang berjumpa jadi kurang akrab!..jangan pernah dekat sama dia,..dia cukup bahaya"jelas Azmi menuntun Queen untuk duduk sambil melihat ke depan yang di penuhi orang yang berjamu.


"Hem!.."


"kak Zia masih enggak nyangka loh,Queen nikah!.. terus tersenyum lagi!.."seketika ucapan zia membuat senyuman Queen memudar di ganti dengan tatapan tajamnya.


"hih!.kak,liat lah Queen gak berubah ya!..masih seram!.."Zia sengaja bersembunyi di balik tubuh zaien dengan mengintip sedikit,Queen menghela nafasnya pelan ada-ada saja kerjaan anak satu ini.


"selamat!..jaga Queen kami!.."zain memeluk Azmi sebentar dengan menepuk punggungnya.


"ya aku akan menjaganya.."yakin Azmi yang mendapat senyuman tipis dari Zain.


zaen juga mengatakan selamat pada pengantin itu, walaupun dalam hati sedih tak berjumpa lagi dengan Queenna, bagaimana pun zaen adalah orang paling akrab dengannya.

__ADS_1


Angela melangkah mendekati Queen,wanita itu terlihat cantik malam ini,tidak lagi memakai kacamata,dia terlihat berbeda dari biasanya, memeluk Queen sambil berbisik pelan"doain ya biar cepat nyusul!.."lalu melepaskan pelukannya dengan senyuman di wajahnya. Queen saja sampai tercengang mendengar kata-kata Angela tapi paham saat melihat Angela mengapit lengan Zain dengan mesra,hal itu membuat Queen semakin tercengang walaupun senang juga.


setelah percakapan kecil, anggota inti darkness turun meninggalkan kedua sepasang kekasih mu itu yang kembali duduk.


"haus?.."


Queen menoleh dengan menampakkan wajah rupawan suaminya yang menawarkan air padanya, sedikit manja dia meminta di pegangankan air minum tersebut.orang lain yang melihat pasti menebak kalau mereka sangat bahagia dan serasi.


"mas enggak ada hadiah untuk Qila?.."tatapan Queen berubah menjadi lembut dan terkesan manja.


"ada.."ucap Azmi penuh arti.


Queen langsung menadahkan tangannya meminta,"mana?.."


Azmi tak menjawab melainkan mendekat ke wajah Queen,tepat di telinga Queen Azmi berbisik,"buat junior Azmi Alistair tirgantara"lalu menjauh wajahnya untuk menatap wajah Queen yang sudah memerah,Azmi malah tertawa melihat betapa gemesnya melihat Queen malu.


"ihh!..mas na!..,"Queen memukul bahu dengan antara kesel dan malu,Azmi bukannya kesakitan di malah semakin tertawa,di raupnya tubuh Queen hingga masuk ke dalam pelukannya Tampa perduli banyak pasangan mata yang melihat iri pada pasangan itu.


"mas..malu loh di liatin orang!.."Queen mencubit kecil perut Azmi dengan kesel,malu juga.Azmi meringis mendapatkan cubitan maut dari istrinya itu, kecil-kecil cabe rawit.


Azmi ingin mengatakan sesuatu pada Queen namun terhenti karena mendengar kehebohan di luar sana.


"lepas!.. apa-apaan kalian!..saya adalah istri sah Gus Azmi Alistair tirgantara!..jangan coba-coba menyentuh saya!.."

__ADS_1


deg!


__ADS_2