Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
79


__ADS_3

bruk!..


sesampai di penginapan Queen langsung mendorong Azmi kekasur di kamar, Azmi tau kalau Queen sudah tidak bisa menahannya lagi,maka Azmi akan pasrah apapun yang iya lakukan padanya.


Queen menindih Azmi dan dengan bruntal menciumi azmi,wajahnya sudah memerah akibat perangsang yang kuat membuat Queen tidak bisa berfikir lagi selain menuntaskannya.


"mas!.."


suara Queen tercekat, seolah meminta persetujuan walaupun sudah di butakan olah nafsu tapi masih mencoba berfikir jernih agar tidak membuat Azmi marah atau risih padanya.


"gak papa sayang!..lakukan lah!.."


suara Azmi juga sudah berbeda dari sebelumnya berarti dia juga mulai terpancing apa yang Queen lakukan tadi, mendapatkan persetujuan membuat Queen tak segan lagi pada Azmi,tetap saja dia benar-benar sudah di butakan oleh obat itu.


....


"loh kok kalian di sini?..di mana Queen dan suaminya?.."


kedatangan Kenzo dan Angela membuat acara makan zien dan Angela berhenti dan menatap keduanya.


"di kamarnya!.."singkat zien kembali makan.


Kenzo menyerngitkan dahinya tapi perlahan memudar karena ada suara yang membuatnya jadi gemes sendiri.


"laper!.."


"yaudah ayok!.."Kenzo mengajak ke meja lain yang tidak jauh dari tempat zien dan Angela.


"zaen mana?.."


Kenzo tidak menatap Angela yang bertanya dia lantas berkata,"enggak tau!.."memang benar dia tidak tau karena setelah sampai pria itu langsung pergi tanpa memberitahunya.


zien dan Angela saling pandang dengan menyerngit dahinya seolah bertanya dalam hati,"kemana dia?.."

__ADS_1


....


"uh!..sial sekali hari ini!..kalau bisa aku langsung tembak saja mereka berdua, apalagi pria itu!.."


kegeraman yang hampir sampai ke ubun-ubun membuatnya ingin sekali menebas orang yang lalu lalang dekat dengannya.


tak!..tak!..tak!


brukk!..


"aduh sakit!.."desis kesakitan terdengar dari seorang gadis kecil yang terduduk di lantai.


"heh!. ,kalau punya mata itu di pakek!.."bentak zaen marah,sangat sial sekali hari ini baginya,udah tadi sepasang kekasih itu membuatnya kesel setengah mati kini ada gadis kecil tiba-tiba menabraknya.


"heh om!..kalau di jalan itu enggak usah melamun!..nanti ketabrak mobil!.. kalau langsung mati ya gak papa,tapi kalau nyusahin orang lain gimana!.."


zien melayangkan tatapan permusuhan pada gadis di depannya ini, melihat dari gayanya seperti bukan sekarang gadis melainkan preman,baju kaos putih polos dengan jaket hitam di luarnya,celana yang sobek-sobek di arena dengkul dan paha,topinya juga menutupi sebagian wajahnya dengn rambut yang di tutup topi, sangat tidak mencerminkan seorang wanita yang anggun, melainkan seorang brandal yang tidak punya rumah.


zien sengaja mengeluarkan pisaunya dan mengarahkan pada gadis itu yang dia anggap hanya penampilannya saja yang kasar tapi di dalam pasti mental tahu.


tapi sangat di luar dugaan,dia malah menarik tangannya dengan kuat membuat zien tersentak kaget tak sempat menolak.


"suttt!..tolong diam sebentar!.."


gadis itu meletakkan tangannya di mulut zien dengan pandangan keluar gang itu,mereka sekarang berada di gang sempit membuat jarak di antara mereka sangat lah sedikit.


zien memperhatikan keluar juga,dia cukup penasaran ada apa yang terjadi.


"hah!..hah!..tidak jumpa?.."seorang wanita bertanya pada salah satu pria yang tidak jauh dari sana.


gelengan kepala pria itu membuat wanita itu marah, campur takut.


"cari nona Ara sampai dapat!.. kalau tidak dapat kalian Taukan konsekuensinya!.."teriak wanita itu pada mereka.

__ADS_1


"baik!.."kompak beberapa orang bertubuh kekar itu dan langsung menelusuri di setiap daerah itu.


"hufht!...selamat!.."gadis itu mernafas lega tanpa sadar tangannya yang masih berada di mulut zaen yang menatapnya seakan ingin membunuh saat ini, merasakan hawa mengerikan gadis itu langsung melepaskannya dengan wajah biasa saja walaupun Dalam hati malu.


"makasih om,atas kerja samanya!.."tulus gadis itu dengan tersenyum manis tapi sayang sekali tidak mempan bagi seorang zaen yang sudah di liputi amarah.


"apa keuntungan saya?.."dingin zaen membuat gadis itu merasa dalam bahaya sekarang,saat ingin menjawab pertanyaan zaen tapi suara yang dia kenal membuatnya tegang.


"nona jangan bersembunyi lagi!..ayok keluar sebelum papa anda yang datang dan menyeret anda untuk pulang!.."


"tolong bantu aku sekali lagi ya om!.."pinta gadis itu dan belum sempat zaen menjawab dia malah di hadiahkan benda kenyal di bibirnya,zaen menegang kaku.


wanita itu penasaran di gang sempit dan gelap itu,dan instingnya merasa ada orang di sana membuatnya bergerak perlahan ke dalam,saat sudah berada di sana dia malah melihat penampakan yang sangat membuatnya jijik.


"sialan!..apa yang mereka buat di sini...iuhh menjijikkan sekali!.."suara kejijikan dan wajah tak suka sangat jelas dari wanita itu,yang langsung pergi,karena posisi gadis itu yang membelakangi wanita itu membuat wanita itu seolah melihat orang lain yang berbuat tidak senonoh di area sempit ini.


setelah kepergian wanita itu barulah gadis itu melepaskan ciumannya dengan rasa lega kembali,gadis itu menatap wajah pria di depannya yang tidak terlalu jelas di gang ini,yang jelas itu bukan sesuatu yang baik.


"makasih atas bantuannya om,lain kali saya akan kasih imbalan yang setimpal, untuk saat ini saya tidak punya apa-apa,jadi om bersyukur aja ciuman pertama saya untuk Om,..bay..bay..om sampai jumpa!.."


gadis itu ingin berlari dari sana sebelum zaen menangkap dan membunuhnya,dan benar saja dia tidak bisa pergi dengan mudah.


"setelah berulah tidak ingin bertanggung jawab!..Hem!.."nafas zaen menyapu pada area wajah gadis itu yang jadi takut.


"om!.om itu ada macan!.."


zaen reflek melihat kebelakangnya dengan tersentak kaget Karena teriak itu,gadis itu tidak menyia-nyiakan kesempatannya dia langsung menendang perut Azmi dan sekali sentakan tangan zaen terlepas dari tangannya.


"aduh maaf om!..makannya jangan mesum!.."


setelah mengatakan itu gadis itu berlari terbirit-birit dari sana meninggalkan Azmi yang mengarang marah.


sangat sial hari ku!

__ADS_1


__ADS_2