
pagi ini suasana di meja makan sangatlah bahagia, apalagi Azmi udah ikut bergabung pada mereka membuat kedua paruh baya itu senang sekarang,anaknya sudah sehat walaupun masih blm sembuh sepenuhnya tapi karena ramuan Queen dan tidur yang cukup membuat Azmi lebih fit hari ini.
"tangan mas masih sakit!.."
"jadi?.."dengn tatapan tak mengerti.
"suap! sayang"
Queen langsung diam, bingung dan malu sekarang, bisa-bisanya Azmi meminta dirinya menyuapinya,Oky suap lah,tapi setidaknya jangan meminta dengn panggilan seperti itu, apalagi di depan mertuanya,ya ampun ingin tenggelam saat ini juga dirinya, sangking malunya.
queen berdehem pelan lalu menyuapi Azmi Tampa membantah karena saat ini dia sedang mengontrol detak jantungnya yang tiba-tiba berdebar tak tentu.
"apa aku punya riwayat jantung?.."dia khawatir sendiri masih muda kok merasa jantungnya tidak normal,Queen berencana akan memeriksanya saat jumpa pitter si dokter serba bisa itu.
"sayang juga makan yang banyak!.."hanya di jawab cengiran canggung,dia merasa nasinya tidak ketelan saat ini, entah merasa klau nasi kali ini agak beda dari yang kemarin.
kedua orang yang menjadi nyamuk itu tersenyum senang melihat mereka,umma juga merasa sangat bersyukur akan hal itu, sosok wanita di depannya ini ada sebuah harta berharga bagi,dia adalah orang yang bisa membuat Azmi lebih terbuka dan tidak tertutup seperti dulu, umma pun sangat menyesal knp dia kemarin membentak menantunya yang baik ini.
setelah sesi makan yang sederhana tapi nikmat!,untuk mereka tapi tidak untuk Queen merasa nasi yang iya makan seperti batu yang tak tertelan dan sayur seperti makanan yang kurang bumbu,hambar.padahal itu makanan dia yang buat dengn umma tadi.
kini mereka duduk di ruang keluarga,untuk bersantai dulu sebelum mengerjakan aktivitas masing-masing,tidak ada yang mereka lakukan hanya terdiam sambil mencerna makanan dalam perut mereka, hingga suara Abi terdengar oleh mereka.
__ADS_1
"Azmi kemarin Abah Umar ngabarin Abi!.."Abi berhenti sejenak lalu melanjutkan "beliau mau kamu kesana!.. seperti ada sesuatu yang penting!.."
"Abah Umar?.. kira-kira ngapain bi?.."umma yang malah bertanya dengn cepat sebelum Azmi ingin bertanya juga.
"engk tau umma!..tapi itu pasti penting!.."
"jadi Azmi harus kesana?.."Azmi yakin ada sesuatu yang penting yang akan di bahas oleh gurunya terdahulu,dia merupakan ulama besar tapi hidup sederhana di sebuah desa di balik pegunungan yang merupakan di mana azim menimba ilmu di sana sekarang.
"iya nak!..tapi karena kondisi kamu kayak gini Abi akan bilang untuk beberapa hari kemudian saja kalian pergi!.."jelas Abi yang di jawab setuju oleh umma, karena tak ingin terjadi sesuatu yang akan membahayakan anaknya ini.
"tapi___"
"benar kata Abi dan umma!.."
"Aqila Abi mau nanyak sama kamu!.."
tatapan Abi yang serius membuat Mereka penasaran tapi Queen sudah merasa ini akan di tanyakan,oleh Abi yang cukup tau tentang perubahannya waktu itu.
"Aqila tau dari mana obat-obatan seperti itu?.."
"kan bener!.."
__ADS_1
"obat apa bi?.."Azmi malah bingung kemana arah pembahasan mereka.
"obat kamu!..kamu engk tau nak klau menantu umma ini yang obati kamu bahkan dia bilang gini'umma maaf, Aqila cuman mau ngobati anak umma tapi umma mencegah nya,umma mau klau anak umma ini tidak selamat karena kekhawatiran umma yang berlebihan ini,klau kalian tidak percaya dengn saya,kalian bisa bawa kerumah sakit bila ada sesuatu jangan salahkan saya..."
Queen sangat tidak menyangka ibu mertuanya ini mengcopy kata-katanya yang sama persis Tampa ada kehilangan satu kata pun yang iya ucapkan sebelumnya.
Azmi?..dia antara percaya dan tidak percaya klau istrinya mengatakan itu, keyakinannya semakin besar pada wanita di sampingnya ini bahwa dia tak sesederhana itu,suatu hari Azmi akan bertanya akan hal itu,dia ingin mendengar dari mulut istrinya sebenarnya dia siapa?.,untuk saat ini biar lah dulu.
jawaban queen hanya bilang kau dia tiba-tiba tau aja,tidak masuk akal hal itu semakin di curigai Azmi tapi kedua orang tuanya hanya mengangguk Tampa memperpanjang lagi.
.
"kemana mereka semua?.."
"tidak dapat di lacak tuan!."
"sial,ini pasti ulah Queen!.."sambil memukul meja dengn kuat hingga mejanya pecah.
Alex hanya terdiam melihat itu,karena sudah terbiasa melihat tuannya seperti itu klau gagal,dia hanya menunggu apa yang di pritahkan Tampa mau mengusik pria itu, bisa-bisa dia jadi samsak kemarahannya.
cklek..
__ADS_1
"sayang!!.."suara wanita yang mendayu-dayu masuk Tampa permisi dan tanpa segan pada Alex langsung saja duduk di pangkuan tuan Maximilian Evander,itu lah nama pria tersebut yang di kenal keganasan dan suka bermain-main dengan musuh,tapi tak segan menghancurkan orang-orang yang dia sebut hama.
tuan max adalah sosok pria yang hampir setengah paruh baya,dia merupakan ayah angkat Queen,ups ralat pelatih Queen,knp begitu?..karena dia ada sosok yang paling kejam selama Queen berada dalam hidup mereka,Queen dulunya anak yang cantik dan baik sekali,tapi seiring bertambahnya usia tuan max dan istrinya,lionner Evander,kini menjadi salah iblis bagi Queen,baru seusia umur dua tahun dia sudah mendapatkan pelatihan keras,tidak hanyaa cabuk!.. tendangan!..pukulan!.. tembakan!..itu semua sudah Queen rasakan sedari kecil!..,dulu Queen merasa dia harus jadi baik lagi,dan lebih nurut lagi agar di sayang orang tua nya itu tapi apa yang ia dapatkan?..mereka hanya memanfaatkan dirinya untuk membunuh musuh bisnis mereka,suatu hari dia mendapatkan pernyataan dia bukan anak mereka!..nah dari situ sifat baik dan penurut hilang begitu saja kini malah di ganti menjadi seorang wanita kejam!.. hingga ia menjadi kuat dia bisa berhasil lolos dari cengkraman mereka!..dan membentuk kehidupan baru..tapi mereka seperti blm puas selama ini membuat dia di kejar-kejar oleh mereka yang benar-benar pasangan iblis yang sesungguhnya.