Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
72


__ADS_3

brakkk!


zaen menggebrak meja itu dengan emosi, tatapan kemarahan tidak bisa di sembunyikan sama sekali membuat dirinya tampak menyeramkan.


"Queen menipu kita!..sial!."maki zaen Tanpa segan sama sekali padahal di sini bukan hanya dirinya tapi keluarga Azmi menatap pria itu dengan tatapan tajam.


"jaga sopan santun mu zaen,atau.."zien sengaja tidak melanjutkan ucapannya yang sudah pasti di mengerti zaen yang menggeram marah.


"sial!..sial!.."maki zaen dalam hati kini dia duduk lagi dengan tenang walaupun ekspresi wajahnya yang belum berubah,dari pada mendapatkan hukuman dari saudara kembarnya itu mending dia memendam perasaan keselnya dalam hati.


"kalau Queen tidak kesini jadi di kemana?.."Angela yang masih mengotak-atik iPad tapi semua itu gagal,tidak ada informasi sama sekali seakan kepergian Queen sengaja di sembunyikan,tidak tau itu baik atau buruk.


"dia bukan orang yang suka kelayapan!..kecuali__"zien menatap mereka dengan nada menggantung.


"ada sesuatu yang di sembunyikan lagi!.."Angela sampai memijit pelipisnya yang jadi pusing dengan kepergian Queen tanpa kabar sama sekali.


Queen itu walaupun sering bersama mereka tapi tetap saja dia adalah orang yang paling misterius di Antara mereka, perasaan,nada,apakah dia senang atau tidak,mereka tidak tau itu karena Queen sangat pandai menyembunyikan keadaan dengn wajah dinginnya, perubahan Queen saat di pesantren ini membuat mereka jelas terkejut tapi ada rasa senang dalam hati.


"kami mendengar orang tua Qila di perusahaan Queen.dar ?..jadi video waktu itu rekayasa?.."Azmi sangat penasaran sekali akan hal itu,dia merasa menjadi suami yang tidak tau apa-apa tentang keluarga istrinya.


"menurut kami itu nyata!..tapi setelah melihat secara langsung orang tua Queen, sepertinya orang dalam vidio kalian maksud itu adalah palsu!.."


penjelasan Angela membuat keluarga Azmi tidak paham,"mungkin saja Queen membayar orang agar menyerupai keluarganya yang di sekap?.."zaen menjelaskan agar mereka mengerti dan terlihat mereka mengangguk paham.

__ADS_1


"apakah rencana ini kalian juga tidak tau?.."


kompak ketiga orang itu menjawab,"tidak!.."


Azmi jadi termenung dengan jawaban mereka,betapa misteriusnya Queen, bahkan dengan anggota sendiri saja di tidak terbuka?..apakah dengan dirinya begitu juga?.. menyembunyikan sesuatu yang penting?..


....


"tidak menyangka seseorang yang tampak tak terlalu berguna tapi sangat pandai dalam IT,CEO dan seorang ustadz, kalau di fikir lagi ,Azmi cocok lah pada Queen si tembok itu!.."


zaen yang hanya diam memperhatikan mereka kini merasa tersindir dengan ucapan Angela yang semakin menjadi-jadi,saat ini Angela dan Azmi membuat sebuah persatuan antara IT mereka akan menggabungkan keahlian IT mereka agar bisa menerobos masuk kesebuah sistem yang sengaja di buat seseorang agar tidak dapat di akses sama sekali.


Angela berkerja sambil menyindir zaen, Karena Angela cukup kesel juga Dengan tingkah zaen yang selalu ikut campur dan menjelekkan azmi yang padahal lebih baik dari pada zaen si pemarah itu.


"aku tidak terlalu pandai hanya saja masih bisa mencari bila kita berkerja Sama!.."perkataan Azmi yang santai membuat Angela mengangguk pelan,Tampa ekspresi.


"di minum dan di makan!..maaf umma cuman bisa sajikan ini!.."


umma yang tiba-tiba datang membawa cemilan dan minuman, sedangkan azim di belakang membawa Bolu yang baru di buat.


"umma!.."panggil azim dengan tatapan memelas.


"tidak boleh banyak-banyak!.."tegas umma pada azim yang kadang berlebihan dalam memakan sesuatu yang manis membuatnya kadang sakit gigi hal itu umma sangat menjaga pola makanan azim.

__ADS_1


"yes!.. makasih umma!..sayang deh sama umma!. nanti kalau mbak Aqila udah pulang azim traktir deh makan bakso!.."azmi memeluk manja ummanya tanpa malu di hadapan mereka.


"dasar manja!..,cuman bakso lagi!.."gumam zean pelan tapi di denger oleh mereka semua hal itu sontak azim menatap pria itu tidak suka.


azim memang susah membedakan yang mana zien dan zaen tapi kalau sudah berbicara asal ceplos saja tanpa memikirkan perasaan orang lain,nah gak usah susah-susah mencari yang mana zien atau zaen,karena sifat mereka sangat bertolak belakang membuat mereka gampang mengenalinya.


"sangat pintar mengkritik orang lain, tanpa melihat diri sendiri yang kayak anak jalanan!.."ketus azim dengan tatapan mengejek.


"hus!..azim!.."umma memukul bahu anaknya dengan gemes,apa enggak tau dia kalau zaen ini termasuk orang yang ganas?.. melihat saja sudah tau di orang yang cukup berbahaya.


"maaf ya nak!..anak umma memang seperti ini!.."


Zein mengangguk tak masalah tapi tatapannya tajam pada azim yang menatap musuh juga.


"berhenti membuat keributan Zein!.."


mendengar teguran zien kembali terdengar membuat suasana senyap hanya terdengar suara ketikan yang cepat dan terdengar sangat lihai,Abi tidak ada di sana karena setelah berbincang pada mereka dia pergi karena ada urusan dadakan yang masih belum selesai,tidak mungkinkan dia menyuruh azmi kekantor?.. sedangkan Azmi di sini sangat penting bagi mereka.


kini melihat ekspresi wajah Azmi dan Angela yang tidak biasa saat melihat alat canggih mereka,dan tekk..


"dapat!!.."ucap Azmi dan Angela bersamaan dengan tersenyum senang.


.....

__ADS_1


jangan lupa komen yang banyak,like,vote ya teman-teman agar author rajin buat ceritanya,dan doain aja semoga author engk males buat cerita hingga tamat..bay.. bay salam dari author ✍️😊


__ADS_2