
"kita sepertinya harus menginap!.."
Azmi menatap langit luar yang sudah berubah menjadi jingga,lagi pula melihat badan dirinya dan Queen yang juga sudah basah tak mungkin mereka pulang dengan keadaan seperti ini.
"ya!.."
zien dan Angela setuju dan langsung menghubungi zaen yang berada di mobil Kenzo,mobil Kenzo hanya di tempat zaen,kenzo dan Lucia, sudah di pastikan bukan gimana wajah zaen yang melihat betapa mesranya Kenzo memperlakukan Lucia.
sebenarnya zaen tadi ingin semobil dengan mereka tapi itu tidak mungkin karena tidak akan cukup tempat duduknya dan terpaksa lah zaen jadi supir untuk sepasang kekasih itu.
"kenapa!.."
Azmi mencium dahi Queen yang berada di pelukannya, kejadian tadi membuat Azmi tidak ingin melepaskan istrinya sama sekali.
"dingin?.."
Queen hanya mengangguk pelan,dia tidak berbohong kalau sekarang membuat kedinginan rasanya sangat ingin membekukan tubuhnya sendiri.azmi semakin mempererat pelukannya mencoba menghangat satu sama lain,Azmi sengaja melepaskan baju agar tidak membuat Queen kedinginan dengan memeluknya, sedang Angela dan zien tidak akan dapat melihatnya kerena di halangi oleh kain di depannya, walaupun begitu mereka masih mendengar apa yang di bicarakan mereka.
"apakah masih sakit?.."
Azmi menggapai tangan Queen yang terluka dengan pelan agar tidak menyakitinya, hati Azmi terasa teriris karena tidak dapat melindungi istrinya sendiri.
"enggak papa!.."
...
"bisa gak sih gak usah bermesraan di sini!.."
zaen merasa berada di area yang sangat menggangunya, seandainya zaen punya sihir mungkin saja dia akan membuat kedua manusia itu menjadi batu,agar tidak merusak mata dan pendengarannya.
Kenzo hanya melirik sebentar tanpa menghiraukan zaen yang sudah memiliki asap di kepalanya.
"mereka enggak buat jahatkan sayang?.."pertanyaan Kenzo untuk Lucia membuat zaen mendencih dan berkata,"udah tau di culik,mana ada di kasih fasilitas mewah dan di hormati!.. pertanyaan bodoh!"ketus zaen dengan tajam.
__ADS_1
Kenzo ingin sekali menembak kepala zaen saat ini,sangat menggangu saja.
"Ken!.."Lucia menggelengkan kepalanya pelan,"aku enggak papa,mereka enggak apa-apain aku kok!.."sambil memamerkan senyum lembut.
"bener!.."Kenzo menangkup wajah kekasihnya dengan kasih sayang.
"bener!.."Jawab Lucia yakin.
"baiklah!.."Kenzo tidak akan berdebat lagi,"lagi pula mereka sudah berada di tempat yang pantas!.."batin Kenzo penuh kebencian,tapi merasa lega saat mereka tewas dan berhasil mengebom gedung itu hingga rata.
"Ken!.."
"hm!"
"apa bener kamu akan nikahkan aku setelah bertemu?.."Lucia menatap serius Kenzo.
"ha!..siapa bilang?.."
"wanita yang tadi!..apakah dia bohong!.."raut Lucia langsung berubah seketika,tidak ada senyum dari wajahnya.
"eh bukan gitu!..bener aku akan nikahkan kamu!.."seketika raut Lucia langsung berubah 180 Drajat.
"trus kenapa kaget!.."
Kenzo menelan salivanya dengan susah payah, bingung mau jawab apa apalagi di tatapan intens seperti itu membuatnya tak bisa berfikir.
"bohong tuh!..nanti punya yang lain!..liat lah wajahnya saja gugup!.."kompor zaen senang tanpa perduli tatapan tajam kenzo kepadanya.
"bukan seperti itu sayang!..jadi gini sebenarnya Ken udah buat acara mewah untuk kita nanti,tapi Queen sangat ember membuat Ken terkejut klau kamu tau sayang kalau Ken mau nikahin kamu!.."
kata-kata Kenzo sungguh membuat Lucia melayang dan erat di memeluk Kenzo"makasih!.."kenzo hanya mengangguk lega, sepertinya dia harus membuat acara ekstra cepat untuk membuat Lucia tidak kecewa.
"Queen-Queen!.. gara-gara mu aku sendiri yang susah!.. walaupun sebentar lagi wedding sih gara-gara mu!.."
__ADS_1
zaen memutarkan bola matanya malas, seperti membuat mereka berantem tidak lah berhasil,jadi enggak bisa melihat pertunjukan deh.
dasar zaen iblis!.
.
"ada apa?.."
Azmi menyadari istrinya yang bergerak dengan gelisah, sedangkan Queen menggeleng kepalanya.
"ada dengan ku!..rasanya!..uh sial ini pasti gara-gara Alberto!.."batin Queen yang sudah bisa merasakan ada sesuatu aneh di tubuhnya.
Azmi jelas tidak percaya dengan jawaban Queen,dia memeriksa tubuh Queen untuk melihat adakah yang sakit selain tangannya yang terluka.
"ja-jangan!.."Queen mengehentikan pergerakan Azmi kepada tubuhnya, sungguh ini menyiksa sekali, sentuhan kulit Azmi dengan nya membuat dirinya semakin terbakar oleh sesuatu.
"ada apa!.."Azmi menangkup wajah istrinya yang berkeringat sekarang, padahal baru beberapa menit lalu dia berkata dingin dan sekarang sudah kepanasan.
"akhh!..aku gak bisa!.."
Queen langsung memegang tengkuk Azmi dengan erat dan memajukannya,Queen mencium dengan nafsu yang tinggi hingga membuat Azmi yang di serang menjadi membelalakkan matanya terkejut.
"mas!..Qila enggak tahan!.."
nafas Queen memburu dan ingin membuka bajunya yang sangat gerah sekali,tapi Azmi menghentikannya, melihat gelagat Queen yang sudah di butakan nafsu membuat Azmi tau apa masalahnya walaupun tidak tau dari mana sumbernya.
"zien!.."
zien dan Angela tau apa yang terjadi walaupun tidak melihatnya, dengan itu zien mempercepat mencari penginapan terdekat di sini.
Queen semakin liar menjelajahi tubuh Azmi,dia juga ingin membuka bajunya tapi Azmi tidak membiarkan itu,maka dari itu dia hanya mencium Queen dengan berada di pangkuannya.
"sabar!.."
__ADS_1
hanya tanggapan gelengan Queen, sungguh ini sangat nyiksanya,entah seberapa banyak Alberto memberikan perangsang padanya,tapi satu yang Queen tebak ini pasti perangsang bubuk yang berada di pisaunya hingga lumayan lama bereaksi.