
Queenna mengatur nafas ngos-ngosan,saat sampai di kamar azim dia langsung masuk dan menampakan warna biru di sana, melihat sekeliling yang cukup mewah dan elegan di sini juga lebih terasa berwarna,tidak seperti kamar Azmi yang hitam dan putih,tapi lebih dominan ke hitam.
"ugh!..sial sekali!..baru juga ingin melakukan hal yang sedikit ekstrim gitu tapi malah gagal!.."
gerutu Queenna yang memang dia ingin membobol masuk ke kamar Azmi,Hanya ingin melihat apa yang di lakukan pria itu,tapi malah ketahuan membuat Queenna kesel.
"jadi sekarang gue harus ngapain?.."
begini lah kegabutan Queenna dia meloncat-loncat di tempat tidur dengan berbagai ekspresi berbeda,jam masih menunjukkan jam setengah sebelas tapi rasa kantuk nya belum datang.
"huaa!..pengen tidur tapi gimana caranya?.."rengek Queenna seperti anak kecil,dia memukul-mukul kasur itu dengan kesal, seandainya dia ikut dengan anggota darkness pasti dia sekarang sudah bisa tidur bersama zaen!..eits!..jangan salah sangka maksudnya dia tidak akan bisa tidur bila tidak ada yang mengelus kepalanya,memang selama dia yang menggantikan tubuh Queen, Queenna cukup dekat dengan zaen karena dia lah yang bersikap baik padanya, sedangkan yang lain menganggap dirinya hanya pembuatan onar dan beban.
"cicak cicak di dinding..CK.ck..ck..diam diam merayap datang seekor kucing hap mati si cicak...hihihi!.."
Queenna cekikikan dengan pandangan yang terbalik karena saat ini dia sedang berbaring dengan kepala yang di bawah kasur sedangkan kakinya menjuntai di atas.
"tolong-tolong lah kantuk, datang-datang kemari!..nanti ku kasih pangeran Tampan dari neraka deh!.."
"benarkah?..maka aku akan datang!..bersiaplah melayari lautan mimpi...Tut..Tut...ngeeeeng!.."
__ADS_1
"huggg...huggg..mendengkur dengan keras,berlayar bermimpi bersama pangeran tampan..,dia tidak ilfil tapi merasa wajah sang putri terlihat sangat imut dan menggemaskan. .huh.. sweet nya..wkwk"
seandainya ada orang lain di sini mungkin pasti mereka menganggap Queenna sudah gila!.. rambut acak-acakan dan ekspresi seperti orang yang tak punya beban hidup,dan tingkah yang tak jelas.
...
senyum kedua paruh baya itu melebar saat mendapatkan hal yang membuat mereka gembira,rasa bersyukur sangat menyarang di hati mereka,tak sadar air mata bahagia yang tak bisa di hentikan saat mengetahui kedua putra yang sudah lama koma kini telah tersadar dan bahkan sehat,tidak sepenuhnya tapi hal itu cukup membaik bagi mereka.
Dario dan Hanan memasuki ruangan dan menempati putra mereka yang telah sadar,mereka langsung memeluk mereka dengan hati-hati.
"jangan buat bunda khawatir nak!..hiks!.."Hanan memeluk putra sulungnya dan bergantian memeluk putra keduanya yang hanya menampilkan senyuman.
jelas cerita!
Ryu Hernandes dia adalah anak pertama dari dario Hernandes dan Hanan Hernandes,tak lupa adik Ryu adalah Daffa Hernandes,mereka sebenarnya menetap di Indonesia tapi karena ada keperluan membuat satu keluarga itu datang ke Rusia, sekaligus ingin mencari jejak adik mereka yang hilang sejak bayi,memang mustahil bagi mereka mengetahui itu tapi dalam hati mereka rasa ingin menemukannya itu lebih tinggi dari apapun membuat mereka memiliki tekat ingin menemukan Queen.
sampai di sana mereka bukan mendapatkan informasi tentang Queen melainkan mereka di culik dengan membius mereka, bangun-bangun mereka sudah ada di tempat gelap dan bau tidak lupa mereka di ikat dengan kuat.
"bunda,ayah,Daffa!.."Ryu khawatir mencoba mendekati keluarganya yang masih tidak sadarkan diri,tapi seolah tali yang mengikatnya ini sangat erat membuatnya tak bisa berbuat apa-apa selain berkata lirih dengan sedih.
__ADS_1
dari hari itu mereka di siksa dengan seseorang,memang tidak terlalu parah karena mereka di kasih makan juga tapi setelah ada seseorang datang dengan gerak-gerik yang sangat membuat mereka waspada.
"tenang,saya orng baik!.."ucap pria itu tanpa membuka topengnya.
"siapa kau!.."dario hanya bisa bertanya Tanpa melakukan apapun.
"tidak perlu kalian tau!..,"pria itu mengatakan itu dengan mengambil handphonenya dan memotret mereka.
"apa yang kau lakukan?.."Ryu menggeram marah pada pria itu,tak tau apa tujuan orang itu memotret mereka dengan keadaan kacau seperti ini.
"saya kasih kalian pilihan!.."pria itu tidak peduli dengan amarah Ryu malah dia bertanya dengan nada dingin.
"dua orang bisa keluar dan dua orang tinggal!.."ucapan pria itu sama sekali tidak di mengerti oleh mereka terpaksa pria itu menjelaskan bahwa di membawa orang yang berupa persis seperti mereka ber empat di suatu tempat,namun penjagaan yang ketat membuatnya harus bisa membuat pertimbangan siapa yang akan kelaut terlebih dahulu, sekarang mereka tau maksud pria itu yang masih belum di kenali mereka tapi sudah tau pasti dia baik hingga membuat wajah yang sama seperti dirinya.
Ryu Tak ingin membuat orang tuanya celaka jadi dia mengajukan diri untuk menetap di sini,daffa juga tak ingin kalah dari sang kakak dia pun ikut tinggal, sebenarnya itu di tolak oleh kedua orang tuanya tapi mereka keras kepala tak ingin berubah.
jadilah pria itu membawa dario dan hanan keluar dengan perasaan berat,pria bertopeng itu tak lupa mengabari seseorang untuk menjalankan tugasnya, sebenarnya bisa saja membawa mereka keluar tapi masih ada yang harus pria itu jalankan, sesuatu yang penting untuk nanti.
sejak pergian mereka semuanya seperti biasa saja,tapi hilang saat seseorang badan kekar malah menyiksa mereka habis-habisan, untung dunia masih berpihak pada mereka pria itu datang kembali dan menukar mereka dengan orang palsu,tapi karena luka yang tak di obati membuat mereka pingsan dan koma bersamaan.
__ADS_1
end