
Azmi menatap kosong seluruh kamarnya, seluruh ruangan yang pernah di isi oleh istrinya ini yang sudah tak terlihat atau bahkan bagaimana kabarnya sekarang.
seminggu!..sudah seminggu Azmi merenungi masalah ini,tapi saat teringat dengn flashdisk itu di langsung membuka dan betapa terkejut dia saat melihat isi itu, setelah melihat itu Azmi kini kembali dengan tekatnya dan janjinya bahwa dia akan menerima Qila apa adanya,tapi Azmi telah ingkar dengn janjinya sendiri,dia merasa seperti orang yang pengecut dan seorang bajingan.
"maaf sayang,maaf!.. maafkan mas!..tolong jangan pergi!..mas akan buktikan ke kamu kalau mas akan menempati janji itu walaupun terlambat!.."
Azmi berbaring di kasur dengan air mata,ini merupakan air mata penyesalan baginya yang membiarkan istrinya pergi begitu saja yang lebih parahnya dirinya tidak mengatakan apapun, membayangkan Qila sakit hati membuat Azmi berkali-kali menyalahkan dirinya, seandainya dia membela istrinya saat itu!.. pasti mereka Tidak akan berpisah selama ini dan tidak memberikan kabar satu sama lain.
kali ini Azmi sangat bertekad akan memperjuangi cintanya walaupun keluarganya menolak,Azmi sangat yakin qila yang dia kenal akan kembali lagi dengan satu arah yang benar sepertinya,Azmi sungguh-sungguh ingin mengubah Queen menjadi Qila yang dia kenal.
flashback on
"Abi,umma sepertinya kita harus memberikan kesempatan buat Qila untuk___"
"bisa tidak sih Azmi tidak membahas pembunuh itu!.."ucapan Azmi langsung di potong oleh umma nya langsung kesal mendengar siapa orang yang akan membahas.
"umma!..kita tidak boleh seperti ini,kita merupakan seorang kiyai dan nyai yang di hormati dan di segani oleh orang lain,tapi apa yang kita perbuat?.. bahkan masalah dengn menantu seperti ini saja kita tidak dapat menyelesaikannya?..apa kata orang di luar sana kalau kita tidak adil seperti ini karena masa lalu Qila?.."Abi Usman menasehati istrinya ini yang selalu sensitif terhadap apapun yang bersangkutan tentang pembunuh,ada trauma sendiri baginya,jadi Abi cukup memaklumi umma yang sensitif pada menantunya.
"bi!..dia..."
__ADS_1
"umma dengerin Azmi!.."Azmi langsung bersimpuh di depan ummanya dengn tatapan sedih,.."umma Qila istri Azmi,dia masih tanggung jawab Azmi!.. apapun masa lalu nya itu Hanya masalalu umma!..jadi..."
"masalalu seperti apa!..dia membunuh Azmi dia membunuh orang!..dia masih melakukan itu..dia..dia...hiks..
hiks.."umma tak bisa melanjutkan ucapannya,dia menangis dengan memeluk Azmi di depannya.
"Azmi yakin umma ,Qila akan berubah bila azmi membimbingnya,Azmi punya sesuatu agar kalian mempertimbangkan agar Azmi tidak bercerai pada Qila!.. Azmi mencintainya umma,Azmi salah karena tak membelanya dari awal!.."
setelah mengatakan itu Azmi ke kamar dan keluar dengn membawa sebuah leptopnya,Azmi tanpa banyak tingkah dia langsung ke intinya saja,dia memperlihatkan video yang membuat kedua orang tuanya ini di Landa rasa penyesalan.
air mata umma mengalir deras melihat video terus di putar,dada umma sesak melihatnya.
tangan kecil itu bergetar hebat ingin rasanya membuang benda tajam itu dari tangannya tapi sebuah tangan besar memegang kuat tangannya dengn arah pisau itu kedepan.
"sayang!..jangan takut!..anggap saja dia seperti sebuah benda yang tidak hidup,buat di seperti mainan mu sayang!.."wanita berbody indah dengan riasan yang sangat cantik di wajahnya,dia memiliki senyum indah tapi mengandung sebuah makna kelicikan di dalamnya.
"enggak mau mon,kesian dia!..gak mau!..gak mau!!...akhhhh!.."
tik
__ADS_1
Azmi mematikan rekaman itu,dia melihat reaksi kedua orang tuanya dulu baru menggantikan video lainya.
"bunuh kakek tua itu,aku sudah tidak membutuhkannya lagi,dan pindahkan semua aset harta atas nama ku!.."seorang seorang laki-laki tegas mengatakan itu pada seseorang yang di sebrang handphonenya.
terlihat seseorang gadis dengn perawakan cantik tapi berpakaian berantakan,dia bersembunyi di balik jendela luar balkon dengan tatapan tajam,saat ingin keluar tanpa sengaja pergerakannya di ketahui pria itu, membuat gadis itu langsung melompat dari lantai tiga hingga kebawah.
hanya Vidio singkat seperti itu,entah gimana nasibnya melompat ketinggian seperti itu,yang jelas kini Vidio beralih pada seorang kakek tua yang di bakar hidup-hidup dengan pria yang berbicara pada seseorang di balik telpon itu.
"dasar cucu durhaka!..kau tak akan pernah bahagia!..camkan itu...akhhhhh!..,Qila Moya mohon balasan dendam Moya pada pria itu..Moya sayang Qila!.."pria tua itu yang menyebutkan dirinya Moya kini berbicara melemah dengan tubuh yang sudah sepenuhnya di lahab oleh api, membuatnya tak bergerak dan dia kaki di makan api yang rakus
"tidakk!!...pria sialan!..apa yang kau lakukan!... kembalikan Moya!..kau pria,.."
dor..
glep
layar langsung gelap,bukan karena videonya yang habis melainkan Azmi langsung mematikan karena tidak tahan setelah melihat ini,Azmi sudah melihat sampai habis membuatnya tak ingin kembali melihatnya,Azmi seolah merasakan sakit yang teramat saat melihat menderita istrinya selama hidup,Azmi Yang sempat terdiam kini teringat pada kedua orang tuanya yang ternyata menangis melihat itu juga, Abi nya yang jarang mengeluarkan air mata kini seolah air mata itu keluar sendiri, sedangkan umma sedang terisak-isak melihat itu, lagi-lagi umma seperti orang yang sangat jahat pada menantunya,karena dia memiliki trauma pada pembunuh membuat gelap mata pada Qila dan seolah tak ingin mendengar penjelasan yang keluar dari mulut pembunuh, pembunuh tetap lah pembunuh yang berarti orang jahat,tapi saat melihat ini umma menyesal telah berprilaku begitu jahat pada menantunya itu.
"masih ada Vidio lainya,pria yang kita ketahui ayah angkat Qila itu,dia merupakan orang yang membunuh gadis-gadis muda,setelah memuaskan hasrat nya dia langsung membunuh gadis itu dan mengambil organnya untuk di jual!.."Azmi menceritakan apa yang masih berlanjut dalam video selanjutnya,karena kalau Azmi tetap memutarkan video itu mungkin kedua orang tua tidak akan sanggup melihatnya.
__ADS_1
seseorang yang berada tidak jauh dari mereka berada kini mengepalkan tangannya erat,dadanya naik turun,air matanya juga lolos seketika,rasa bersalah sangat menyelimutinya saat ini, menyesal?..ya dia menyesal!..knp harus sebuah penyesalan di akhir cerita?..karena kalau di awal itu namanya permulaan.