Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
87


__ADS_3

Abi dan umma saling tatap sesekali dan berdalih kepada dua orang yang duduk berjarak jauh itu, sesekali Abi berdehem pelan untuk memecahkan kecanggungan yang di buat oleh keduanya itu.


"Abi kalau haus bilang!..biar Queenna ambilkan,..."


Abi tersenyum mendengarnya tanpa tau isi hati Queenna selanjutnya,"mumpung gue lagi baek aja, kalau enggak gue mah ogah..lebih enak nyuruh orang lah,.."seandainya itu tidak dalam hati pasti Queenna sudah termasuk menantu yang kurang ajar.


"tidak apa-apa nak!.."Abi menatap Azmi yang tiba-tiba berdiri tempat duduknya.


"mau kemana nak?.."pertanyaan umma membuat Azmi sontak membalikan tubuhnya menatap wajah ibundanya itu.


"mau tidur umma,besok ada rapat penting di perusahaan!!.."ucap Azmi,selain mengatakan alasannya itu dia juga males berurusan dengan mahluk yang berada di tubuh istrinya itu, seandainya itu Qila yang di kenal mungkin Azmi tidak akan mau jauh-jauh darinya,tapi kini sangat berbeda sekali,yang berada dalam tubuh itu bukan istrinya melainkan sosok mesum.


Azmi masih teringat gimana Queenna menggodanya tadi, apalagi mendengar kata-kata Queenna yang mengajak untuk selingkuh, selingkuh dengan tubuh istrinya sendiri?.. berbeda ruh?..ini memang gila!.jelas Azmi merasa kesal pada Queenna membuat dia tak ingin berbicara sama sekali pada Queenna,tapi tidak juga melepaskannya begitu saja,Azmi tetap harus mengawasi Queenna yang takutnya akan melakukan hal yang buruk, apalagi mengingat sifatnya seperti itu.


"Queenna akan tidur di kamar Azim!..,Azmi ke atas, assalamualaikum!.."langsung pergi meninggalkan mereka.


mulut umma terbuka sedikit karena dia tadi ingin menyampaikan sesuatu,tapi terhenti karena ucapan putra sulungnya itu,memang kebetulan azim sudah kembali ke pesantren Abah umar.

__ADS_1


"benar kata Azmi sebaiknya Queenna bisa tidur di tempat azim untuk sementara!.. kamar pintu nya yang berwarna putih!.."Abi tak bisa memaksa Azmi untuk tidur seranjang dengan Queenna dia pasti risih akan hal itu,Abi juga sudah mengabari Abi Umar tentang masalah pertukaran ruh ini,kenapa bisa seperti ini..dalam hati semoga cepat terselesaikan.


Queenna menatap azmi kesel tapi hanya dalam hati dia tidak berani menatap tak senang pada Azmi di depan orang tuanya, bisa-bisa tercoreng namanya.


"gagal deh!.."sebelumnya Queenna berharap akan bisa menggoda Azmi lagi tapi harapan sia-sia karena Azmi langsung menolak dirinya,sakit!..terhina di tolak!.


"mau umma antar?.."dengan cepat Queenna menjawab dengan gelengan kepala pelan,dia tau kamar adek Azmi itu,karena tidak jauh dari kamar Azmi, memikirkan itu Queenna ingin melakukan yang ekstrim kek nya menyenangkan,tanpa sadar dia malah cekikikan pelan membuat kedua orang itu saling pandang waspada,sudah siap meramalkan ayat-ayat suci.


melihat perubahan wajah abi dan uma membuat Queenna langsung diam dan tersenyum kikuk kepada mereka.


saat berjalan menuju kamar azim, Queenna memang melewati kamar azmi seketika langsung menghentikan langkahnya dan mendekatkan telinganya ke pintu untuk mendengar apa yang dilakukan pria sok jual mahal itu lakukan sekarang.


"dia mati atau tidur?.."asal Queenna yang tidak mendengar apapun dari dalam,tanpa dia sadar ada sosok yang berdiri di belakangnya yang sedang menatapnya dengan datar.


"Hem!.."


deg!

__ADS_1


jantung Queenna berdetak kencang mendengar suara deheman itu, dengan perlahan dia membalikkan tubuhnya dengan tatapan langsung tertuju pada mata tajam Azmi padanya.


"hehe!.."


Queenna hanya bisa cengengesan tanpa ingin berdebat di langsung pergi begitu saja sebelum dia benar-benar kena amuk pada tuan kamar itu, apakah sempat mengatakan hal yang tidak sopan tadi,sudah di pastikan Azmi marah padanya.


Azmi menatap kepergian Queenna dengan helaan nafas,memang wanita perusuh banyak ulah,Azmi yang memang tadi tidak langsung kekamar melainkan ke ruang kerjanya dulu mengambil file pentingnya untuk di cek kembali di kamar nya tapi saat di depannya pintu kamarnya dia malah melihat Queenna seperti seorang maling tak lupa ucapan Queenna tadi membuat Azmi harus ekstra sabar.


setelah kepergian Queenna membuat Azmi masuk kekamar dan duduk di kasur dinginnya dengan sebuah foto di tangannya yang dia ambil dari meja.


"sayang kamu dimana?.."tanya sendu Azmi, kehilangan adalah hal yang tidak pernah Azmi harapkan,raga wanita yang di cintai ada di dekatnya tapi jiwa nya seolah jauh sekali darinya membuat Azmi sangat kehilangan Queen.


mengingat banyak kejadian-kejadian yang tak pernah ada di Fikirakan selama ini membuat Azmi semakin memperkuat cinta dan kesetiaannya menunggu kembalinya sang istri.


beginilah Azmi yang selalu diam-diam memendam perasaan rindunya,tak ingin ada orang yang tau bahwa dia sangat tertekan kepergian Queen,tapi setidaknya raga orang tercintanya masih ada di dekatnya membuat Azmi sedikit lega.


Azmi meletakkan kembali foto itu kembali kemeja dengn beberapa kali menciuminya dengan rasa cinta yang dalam, setelah itu Azmi kini beralih pada file untuk rapat besok.

__ADS_1


__ADS_2