
sepulang dari mushola Queen merebahkan tubuhnya di kasur sederhana itu,dia merenung kembali apa saja yang selama ini iya alami, engk nyangka saja sudah sejauh ini dia masih bisa bertahan, tiba-tiba dia malah teringat dengn kedua orang tuanya.
"semoga kau menjalani perintah ku dengn bagus Ken!.."gumam Queen pelan,tidak ada yang tau rencana Queen selama ini, walaupun zien tau rahasianya tapi itu hanya sedikit dari semua yang dia sembunyikan dari mereka,bukanya Queen tidak percaya tapi dia sengaja memperkecil kebocoran yang sudah dia susun dengn seseorang untuk membebaskan keluarga aslinya yang masih di tangan keluarga angkatnya.
"seandainya di sini ada sinyal!..."Hanya bisa mengeluh dalam hati,berada di sini membuat dia terputus kontak dengn anggotanya,dan Sampek sekarang entah seperti apa perkembangan markas dan rencananya.
suara pintu di buka membuat Queen tersadar dari dunia lamunannya,Queen duduk untuk melihat Azmi yang sudah memakai baju santai,tak lagi memakai baju koko dan sarung seperti waktu sholat isya tadi.
"udah siap?.."
"ha!.."
entah apa yang di maksud Azmi mengatakan itu,tentu saja Queen tak mengerti dan malah berfikir jauh,Azmi menghela nafasnya dan duduk berhadapan dengan Queen.
"qila mikir apa?.."ucapan Azmi tentu saja membuat Queen kikuk dan Malu,dia bahkan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"ada apa mas!.."mencoba menetralkan jantungnya yang berdebar.
"qila punya hutang bercerita dengn mas!..."ucap Azmi pelan dengn merapikan rambut Queen yang berantakan, sentuhan itu membuat Queen menjadi tegang.
__ADS_1
Queen berdehem pelan,Azmi tentu tau klau wanita ini sedang malu,dia hanya terkekeh tapi tidak menghentikan tangannya itu.
"mau mau tau tentang apa?.."mencoba tetap tenang walaupun dalam hati deg deg ser.
"kenapa qila bisa pingsan waktu itu?.." tatapan sudah mulai serius.
"hanya sebuah suara yang berulang-ulang membuat kepala qila sakit,dan pingsan.."jujurnya tak ingin berbohong untuk ini.
"kata seperti apa itu?.."Azmi mencoba memastikan sesuatu yang pasti bersangkut paut akan hal ini.
"...'Takdir tetap takdir!..tapi selagi berusaha maka itu lah takdir yang sesungguhnya!..',"Queen mengucapkan itu dengn bertatap langsung pada Azmi yang tiba-tiba menjadi tegang.
"kata-kata yang sama di ucapkan Abah!..,ada apa sebenarnya.."batin Azmi merasa ini tidak lah mudah maksudnya, perkataan itu seperti sebuah kata yang penuh bermakna di dalamnya.
"iya mas udah tau, kata-kata yang sama di ucapkan Abah Umar yang katanya itu adalah pesan dari moyang terdahulu nya untuk kita!.."Azmi tidak bisa menganggap ini sepele, pasti ini sangat penting baginya dan Queen.
"kita?.."mendengar kata akhirnya membuat Queen berfikir apakah takdirnya bersama Azmi atau tidak,itu masih dalam rahasia,tapi dari kata terakhir yang menyatakan 'tapi selagi berusaha maka itu lah takdir yang sesungguhnya!..', berarti mereka harus berusaha dulu?. memikirkan itu membuat Queen pusing.
"takdir apa yang harus di perjuangkan?.."Azmi seolah bertanya pada diri sendiri tapi menatap lekat Queen yang juga berfikir.
__ADS_1
"apa jangan-jangan..."
"siapa diri mu Aqila?.."tatapan Azmi berubah menjadi tajam sekarang, apalagi suaranya juga menjadi dingin,Queen saja Sampek terkejut mendengarnya,. lagi-lagi masalah jati diri.
"eh tunggu-tunggu.."Queen terkejut setelah tau maksud dari kata-kata itu."apa ini ada hubungannya dengan kehidupan nya yang berbeda?.."
Oky masalah telah terjawab,Queen paham sekarang,klau di Fikirkan kembali itu lah takdirnya,tapi bila berusaha maka itu takdir yang sesungguhnya,Queen sudah membayang skenarionya yang akan terjadi
"benar ini menyangkut jati diri ku!.."Queen tak berbohong kali ini klau takdir itu menyangkut jati dirinya.
"takdir itu tidak bisa, sepertinya kita akan pisah di sini!.."tatapan Queen sudah menjadi tajam kembali sangat berbeda beberapa detik lalu,Azmi sadar akan hal itu.
"tidak bisa!..,"Azmi yang membantah itu,dia marah,kecewa juga,knp Queen sangat egois,knp dia tidak ingin berjuang apapun yang terjadi?..apa dia tidak mencintainya?..atau dia kurang apa?.
"aku udah bilang kita berbeda,anda mau tau,kita berbeda dari sisi kehidupan!..kita berbeda sangat berbeda,satu hal yang kamu tau mas.. hidup ku jati diriku tak sesederhana itu!.."kini Queen jadi berkata pelan di akhir kalimat, tatapan jadi sendu sekarang.
Azmi melihat itu memeluk Queen dengn erat,dia seperti merasakan sakit melihat tatapan sedih itu.
"bisakah kita berjuang apa pun itu,tolong berkata jujur pada mas,kita bisa sama-sama berjuang,ingat lah bila berusaha maka itu takdir yang sesungguhnya,bukan kah seperti itu yang di katakan oleh suara itu..jadi mohon mas tidak ingin berpisah dengan mu!..mas sayang,cinta sama kamu qila, jadi tolong jangan bilang pisah,hati mas sakit..."Azmi malah mengeluarkan unek-unek sekarang,Dan dengan menangis di pelukan Queen Tampa malu.
__ADS_1
Queen yang mendengar itu Tampa sadar menangis juga,dia tak berpura-pura sekarang ini nyata, tangisannya tulus bukan tak ingin bersama tapi bila bersama pasti banyak sesuatu yang berbahaya kedepannya.
"masalahnya,apakah mas menerima aku setelah mengetahui diriku sebenarnya?.."