Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
65


__ADS_3

pria berseragam hitam dengn bercampur warna merah gelap di belakang punggungnya dan sebuah penutup kepala membuat tak tau seperti apa rupanya,pria itu memberi kode pada rekanya untuk bergerak sekarang,tentu mereka langsung bergerak dengn sekali jurus.


cusssss!..


sebuah bola kecil di lempar dan langsung mengeluarkan sebuah asap tipis berwarna putih bahkan hampir tak terlihat, membuat para penjaga sekitar pesantren satu persatu langsung tumbang Tampa mereka sadari.


pria itu menekan alat di telinganya dengan langsung santai berjalan ke rumah yang akan membuat mereka berjumpa ketua mereka.


"apakah di sana Aman?.."


"..."


"bagus!.., langsung kasih obat penghilang ingatan agar santri² di sini tak mengingat kejadian apapun setelah ini!.."


pria itu langsung mematikan alat tersebut karena mendengar suara langkah seseorang,dia berdiri di balik tembok untuk melihat siapa yang datang.


"Toni?.."


seringai muncul di wajah tertutup itu,dia menanti ini,melihat wajah keterkejutan Toni saat melihat anggotanya yang terkapar tak sadar diri dia ingin segera bergegas berbalik untuk menyampaikan ini pada max,tapi baru saja satu langkah dia seperti merasakan ada pergerakan cepat ke arahnya sontak Toni langsung menyampingkan diri kalau tidak mungkin dia sudah terkena sebuah pisau kecil yang meleset cepat padanya.


"kau,.."Toni tak perlu bertanya lagi siapa pria tertutup itu,karena siapa pun yang sudah memakai jaket hitam bercampur merah di balik punggung sudah jelas dia anggota darkness.


anggota darkness itu tak memberi celah pada Toni sedikit pun dia menghajar Toni dengn cepat bahkan kecepatannya membuat Toni kualahan menyeimbanginya.


"dia bukan hanya sekedar anggota!..."batin Toni yang merasakan kekuatan besar pada pria ini,Toni yakin dia bukan anggota pemula tapi anggota yang elit yang bertugas.


"sial!.."


Toni merasa terpojok sekarang apa lagi dirinya semakin jauh dari rumah Abi Usman yang juga masih tegang,gimana tidak tegang ,klau lioner yang tidak sabaran melempar pisau pada Queen.


"jangan sakiti istri ku!.."bentak Azmi marah,bagitu juga kedua orang tuanya,mereka memang keji padahal keadaan Queen yang terikat seperti ini tapi masih saja ingin di lukai,mereka bahkan tak tau motif mereka ini apa.


"maaf sayang!.."lirih Azmi merasa tidak berguna, jantung Azmi seolah berhenti saat pisau tajam itu melesat cepat di hadapan istrinya,untuk istrinya dapat mengelak walaupun pipinya tergores tipis tapi tetap saja darah mengalir di sana membuatnya seolah luka parah.


Queen sama sekali tak merasa sakit,dia malah tersenyum menatap satu keluarga yang menatapnya khawatir,ada rasa hangat di dada Queen,rasanya nyaman sekali melihat ada orang yang menyayanginya selain anggotanya.

__ADS_1


max juga terkejut melihat tindakan istrinya sendiri,dia menatap lioner marah tapi mencoba tidak membuat kekerasan padanya klau dia bertengkar dengn Lioner sama saja anak angkatnya akan melihat rendah dirinya.


"saya bertanya sekali lagi Queen,berikan semua aset itu!.."


tatapan Queen merendahi max walaupun dia dalam keadaan terikat sekarang.


"oh ayolah Daddy ku sayang!..itu kan punya Queen knp Daddy Sama mommy kesini jauh-jauh hanya untuk mengambil itu dari Queen!.."Queen menatap mereka dengn sedih,padahal dalam hati tertawa terbahak-bahak melihat wajah orang tua angkatnya yang masam,dan penuh amarah.


"bunuh mereka!.."teriak max menunjuk kearah Azmi dan keluarganya.


"sekarang!.."


sutssss...


Sutssss...


Sutssss...


sebuah panah meluncur cepat tepat saat pria-pria itu ingin menusuk keluarga Azmi, kejadian itu sangat cepat membuat beberapa saat mereka terdiam karena kaget,tak lama terdengar suara umma yang menangis di pelukan suaminya.


max menatap marah melihat anak buahnya sudah mati di hadapannya, kini hanya dirinya dan lioner yang malah merapat padanya, membuatnya kesel dan mendorong jauh istrinya itu.


Queen sendiri sudah terlepas dari ikatan itu menuju kearah keluarga suaminya yang menatap tak percaya mayat di depan mereka,Queen menghela nafas pelan karena tau ini akan terjadi.


"tenang semua akan baik-baik saja!.."ucap Queen pada mereka.


"ka..kamu pembunuh!.."ujar umma yang tak ingin melihat menantu nya, walaupun kematian pria itu bukan dari tangan Queen tapi tetap saja dia yang memerintahnya.


"mereka pantes mati!.."ucap Queen dingin.


"pitter!.."panggil Queen.


"ya!.."


"periksa Mereka,dan zaen perintah anggota urus mayat mereka!.."perintah Queen yang langsung di laksanakan mereka,pitter sedikit susah memeriksa keluarga Azmi yang ketakutan melihatnya yang masih memakai penutup.

__ADS_1


"ih...apakah aku sangat menyeramkan!.."pitter yang kesel dengn cepat membuka penutup kepala,mereka jadi melihat jelas wajah pria yang ingin mengobati nya.


"pitter tidak akan menyakiti kalian,dan tenang saja semua santri sudah aman.."Queen mencoba menenangkan mereka.


"pasti mereka trauma akan hal ini!.."


Queen menatap Azmi lalu berkata,"tenanglah itu sudah kami tangani!.."


Azmi mendekati Queen,dengn hati sedih Azmi mengusap darah di pipi Queen.


"apakah sakit?.."


pertanyaan membuat pitter yang di dekat mereka malah ingin tertawa tapi tertahan saat melihat tatapan tajam Queen.


"tidak,ini hanya masalah kecil!.."Queen beralih pada adik iparnya yang pingsan di sofa itu.


"tidak ada yang luka hanya sedikit syok saja!.."ujar pitter.


"awas Queen!!.."teriak zien yang melawan max tadi,zien sudah hampir melumpuhkan max yang ternyata kuat membuatnya sedikit sulit,tapi saat dia ingin menghindari pisau dari max tapi max malah melempar pisau itu kearah Azmi dan Queen,Queen saat itu posisinya membelakangi mereka membuatnya ingin berbalik tapi tubuhnya malah di tarik kuat olah Azmi, membuatnya langsung menubruk dada Azmi, sedangkan Azmi sendiri dengn berani menangkap pisau itu membuat tangannya berdarah.


"mas!.."bibir Queen menggetar dia tidak suka situasi seperti ini,dia benci ada org yang dia cinta melukai dirinya untuk menyelamatkan nya.


"buka apa-apa!.."


brukk!..


max terjatuh ke lantai dengn keadaan yang memprihatinkan,lioner juga berada di samping max yang sedang ketakutan,rasanya lioner ingin berlari dari sini tak perduli dengn suaminya yang penting dirinya selamat.


ada empat orang berseragam hitam dengn penutup kepala mengelilingi max dan Lioner dengn gaya mereka masing.


"kak boleh buka gk?..Zia gak bisa nafas pakek ginian!.."keluhan Zia membuat mereka semua tertuju pada seseorang yang terlihat kecil dari mereka.


"HM..buka lah!.."


bukan hanya Zia tapi semuanya membuka penutup kepalanya,satu hal yang membuat Azmi terkejut ternyata mereka!.

__ADS_1


"jumpa kembali tuan Azmi Alistair tirgantara!.."zien tau Azmi pasti terkejut dengn adanya dirinya di sini.


"anda tuan zien?.."Azmi masih belum menyangka seorng tuan zien si penguasa besar mengenal istrinya,ia menatap Queen dengn menyelidiki sedang Queen mencoba diam saat ini.


__ADS_2