
"Azmi!!.."
sebuah teriak membuat semua orang terkejut bahkan mereka yang melihat itu dengn cepat bergegas menggotong Azmi ke rumah.
"hiks..hiks..kamu kenapa nak!.."tangis umma yang sangat sedih melihat anaknya yang baru keluar mobil sudah langsung pingsan begitu saja dengn keadaan berlumur darah, beruntung ada santri-santri di sana membuat mereka langsung bergegas menggotong Gus mereka yang pucat itu.
"umma ada ap___"
wajah queen langsung terkejut melihat suaminya sudah berbaring lemah di sofa dengn darah yang masih mengalir dan wajah yang sangat pucat.
"masss!.."
queen langsung mendekat dan memeriksa denyut nadi nya,lemah!.., membuat queen khawatir.
"umma Abi mana?.."
baru bertanya orngnya sudah muncul dengn keadaan yang terengah-engah,abi yang masih ngajar di beri tahu oleh seorang santri bahwa gus Azmi keadaan
pingsan dengn bnyk darah, mendengar itu membuat jantung Abi terasa berhenti Tampa banyak bisa dia pamit pergi dulu pada mereka,berita tentang Azmi tersebar dengn cepat bahwa ustadz dan ustadzah kesana juga,tapi langsung Abi cegah karena tidak ada yang mengontrol santri-santri nantinya, membuat mereka hanya terpaksa mengikuti kata kiyai mereka, paling hanya beberapa yang datang yang mungkin akan membantu di sana.
"untuk kalian!!.. terimakasih banyak,dan kiyai mau kalian kembali ke kelas.."tegas Abi Usman menatap para santri yang membantu anaknya tadi.
"baik kiyai!.."
"Abi gimana ini!.."tangisan istrinya membuat Abi tersadar dan mendekati Azmi,Abi tercengang melihat keadaan jauh buruk apa yang dia bayangkan.
"kita bawa ke rumah sakit.."di setujui oleh mereka,tapi di bantah cepat oleh queen.
"engk bisa!.."
"kenapa aqila,apa kamu mau anak saya mati!!.."
queen cukup tertekun mendengar suara tinggi yang selama ini bersikap lemah lembut padanya bahkan menganggap anaknya sendiri.
"umma!!.."
__ADS_1
teguran suaminya membuat umma langsung istighfar berkali-kali dalam hati,dia memeluk anaknya itu dengn wajah tersendu-sendu.
"Aqila jangan masukan ke hati apa yang di bilang umma!..dia hanya emosional klau sudah seperti ini yang menyangkut anaknya.."penjelasan Abi membuat queen mengangguk paham,dia jelas paham itu siapa yang tega melihat anaknya seperti ini.
"apa lagi kalian tau siapa menantu kalian ini.."hanya bisa bergumam dalam hati dengn sedih masalah ini saja sudah membuat mereka emosional apalagi tau siapa dirinya dan satu yang queen tebak Azmi seperti ini pasti ada sangkut pautnya dengan dirinya, walaupun dia engk tau jelas kejadiannya.
"umma dengerin Aqila dulu,mas Azmi tidak akan bertahan bila harus di bawa kerumah sakit yang jauh dari sini,dia lemah,untuk saat ini dia di rumah dulu,Aqila sedikit tau tentang pengobatan,kita engk punya waktu lagi sekarang sebelum terlambat.."penjelasan Aqila membuat mereka paham dan langsung membawa Azmi ke kamar yang di bantu ustadz di sana, sedangkan dirinya dan ustadzah lainya menuju kedapur,untuk membuat herbal untuk Azmi.
umma membersihkan badan putra yang terluka, apalagi luka pisau yang cukup lebar di bahu dan bibir yang lembab,di area dada juga ada bekas biru yang bercampur ungu,miris hati siapa yang tidak sakit anaknya seperti ini,baru kali ini dia melihat anaknya keadaan yang menyedihkan.
pintu di buka dan terlihat menantunya yang iya bentak tadi membawa sebuah obat,yang aneh menurutnya.
"umma sudah membersihkan tubuh mas Azmi!.."
"...."
tidak di jawab?..queen hanya menghela nafasnya karena wanita ini seperti nya masih shock.
queen mendekati Azmi di sebelah umma yang masih terdiam dengn menatap nanar anaknya dengn air yang masih mengalir.
suara menantunya membuatnya sedikit tenang, walaupun pun masih khawatir di dalam hati,apa lagi Tampa ada alat medis di sini.
"apa yang kamu lakukan!!.."
queen menjauhkan tangannya dari luka bahunya itu,lalu menatap wanita yang tampak semakin khawatir, lagi-lagi queen hanya bisa menghela nafasnya.
"klau gini anaknya benar akan mati!.."dengn menatap wajah tampan suaminya yang pucat.
"Abi!!.."
"apa nak!!.."Abi Usman yang memang berada di luar untuk berjaga-jaga klau ada sesuatu yang darurat,dia menyerahkan nyawa Azmi pada menantu nya entah knp Abi percaya pada menantunya ini yang akan bisa menyembuhkan anaknya ini.
"Abi!..umma membuat Aqila susah untuk mengobati mas Azmi!.. tolong___"
"apa maksudnya kamu Aqila!.."umma menatap menantunya ini dengn tajam.
__ADS_1
"umma maaf, Aqila cuman mau ngobati anak umma tapi umma mencegah nya,umma mau klau anak umma ini tidak selamat karena kekhawatiran umma yang berlebihan ini,klau kalian tidak percaya dengn saya,kalian bisa bawa kerumah sakit bila ada sesuatu jangan salahkan saya..."
kata demi kata yang berubah menjadi sebuah formal dan sesuatu di balik kata-katanya, membuat umma menangis dalam diam,benarkah dia yang terlalu khawatir?..apa yang menantunya ini bilang benar'?..nada marah,?..jelas umma mengetahui sosok Aqila yang iya kenal kini marah dan berbeda,mereka sangat paham itu, apalagi abi yang tertekun mendengar ucapan yang blm pernah iya dengar selama ini, membuat Abi semakin yakin klau keadaan Azmi seperti ini bisa di tangani menantunya ini.
queen menghela nafas, menatap kedua orang itu sudah pergi,queen mengobati sebuah herbal yang iya buat tadi,untung di ranselnya ada beberapa obat, yang bisa membantu keadaan lemah Azmi.
setelah selesai queen membalut lukanya dengn rapi dan dengn lembut dia mengoles beberapa luka lembab di dada dan bibirnya.
"maaf!.."dengn menarik nafas nya dan membuangnya dengn perlahan,dadanya terasa sesak melihatnya,entah apa yang membuat dia seperti ini tapi yakin lah dia sedih melihat suami galaknya ini jadi seperti ini,yang jelas ini salahnya.
queen mengambil ranselnya dan mengambil sebuah botol berisi cairan dan suntikan,lalu menyuntikkan cairan itu di tubuh Azmi agar kondisinya cepat membaik.
hanya itu yang bisa iya lakukan,tapi menurut pengalamannya ini akan cepat bereaksi,yang jelas kondisi Azmi akan cepat membaik dengn obatnya yang iya buat sendiri, karena dia sudah pernah mengalami hal lebih parah dari ini hanya dengn satu suntikan membuatnya bertahan, walaupun masih lemas.
.
"gimana nak?.."Abi berdiri begitu dengn ustadz dan ustadzah yang duduk di ruang tamu.
"Alhamdulillah mas Azmi akan sadar menurut perkiraan saya malam nanti!.."
"Alhamdulillah.."mereka kompak mengucapkan syukur,Abi pamit untuk melihat anaknya, begitu juga dengn ustadz dan ustadzah yang akan kembali ngajar.
.
"umma lihat lah anak kita sudah membaik!.."raut bahagia tak bisa terelakkan dari wajah keriputnya,dia sudah memeriksa denyut nadi yang tadinya lemah kini sudah normal dan wajah anaknya juga tak sepucat tadi.
"umma?.."
"sudah lah umma!..Azmi engk papa sekarang, tunggu sadar saja.."Abi memeluk istrinya ini yang tampak menangis tersendu-sendu.
"Abi?.."
"Hem..apa?."
"um-umma jahat bi sama Aqila,..hiks um-umma ta-tadi____"
__ADS_1
"sutttt,udah umma gak usah di fikirkan,Abi tau Aqila pasti paham knp umma kyk gitu.., sekarang Azmi juga baik-baik saja,.."penjelasan suaminya membuat umma menghela nafas lega dan juga ada rasa bersalah dalam hati karena membentak menantunya tadi,hal itu membuat umma menangis kembali, dengan menatap anaknya yang damai dalam obat bius yang mereka tidak tau,yang mereka tau putra mereka masih pingsan.