
"aku hamil!!.."
deg!
seakan waktu berhenti saat itu juga, perkataan maita langsung membuat suasana langsung hening,bahkan orang-orang yang dari tadi merekam kini memerengkan kepalanya untuk melihat Meraka semua dengan langsung.
"jangan berbohong!!..,anak saya tidak seperti itu, menikah tanpa keluarga dan ha-hamil__"jelas ini membuat umma maupun bunda langsung shock,mereka bahkan tak mampu lagi menompang tubuh mereka,untung suami mereka langsung sigap menangkapnya.
"tapi ini kenyataan!..saya enggak mau tau!..hari ini dia!.."maita menunjuk kearah Queen yang berada di samping Azmi, dengan senyuman tak bisa di artikan,"harus mundur,hm!..lebih tepatnya malam ini aku dan suami ku Yang akan duduk di pelaminan!.."
semua orang bisa gila mendengar ucapan tak masuk akal maita,ini sungguh gila, benar-benar gila.
"keamanan!!.."teriak azmi, kesabarannya benar-benar sudah habis sekarang apalagi reaksi Queen tidak seperti biasanya, membuat Azmi sangat kalut sekarang, menatap sekeliling yang tak menemukan anggota darkness sama sekali,entah kemana mereka yang tiba-tiba menghilang dalam keadaan seperti ini.
maita semakin tersenyum lebar, melihat beberapa petugas keamanan datang mengepungnya dan dua bodyguardnya,"kalian ingin mengusir ku?.."maita menaikan salah satu alisnya dan tak lupa senyum manisnya,"..oh tentu saja tidak bisa!.."
melihat Rekasi wanita itu baik keluarga Queen, maupun Azmi,atau bahkan tamu,kini di buat waspada dan takut.
"ehem!.."hanya sebuah deheman tapi mampu membuat mereka semua menegang, apalagi keamanan hotel ini yang jadi menggigil ketakutan.
"bagaimana?..masih mau menghusir aku?.."maita mengelus pelan senjata api yang berada di tangan dua bodyguardnya yang kini berwajah tampa ekspresi.
di sisi lain
beberapa orang yang memperhatikan kejadian Yang sangat langka dan mengesankan membuat mereka tak mengalihkan pandangannya dari sana, sedangkan dua orang berbeda gender kini malah duduk bersantai dengan mesra.
"ini sudah keterlaluan!!.."
kedua orang yang asik bermesraan kini harus terganggu mendengar suara dingin itu.
__ADS_1
pria tampan itu melirik sebentar lalu beralih menatap wajah kekasihnya dengan lembut, Bahkan tangan tak berhenti memainkan rambut indah sang kekasih,"sesekali bukan?..liat dan nikmati saja!.."
pria yang tadi berbicara itu kini memiliki bergabung kembali ke anggotanya tanpa melirik kedua sepasang kekasih itu yang tengah tersenyum.
"keterlaluan sedikit tidak apa kan sayang!.."pria itu menciumi rambut sang kekasih yang tengah memperhatikan kejadian di bawah sana dengan menggunakan leptopnya,wanita itu menoleh pada suaminya,"mungkin!.. walaupun rencananya hanya membuat pertunjukan kecil tapi siapa sangka kakak ipar sungguh hebat!..mendalami dan sangat pas sekali!..,"ujar wanita itu tak henti-hentinya dia menatap layar di depannya itu,"kenapa tidak ikut flim?.. dengan cara dan ektingnya, mungkin saja akan di terima!.."
"suaminya tak mengizinkan!.."
"loh!.. terus ini?.."kali ini tatapan bingung di wajah cantiknya.
...
Queen menatap maita dengan tatapan penuh arti,maita yang di tatap tentang menatapnya juga dengan tersenyum lebar,Azmi yang melihat itu langsung membawa Queen ke belakangnya,entah kenapa Azmi tidak suka kalau istrinya harus bertatap muka dengan wanita yang mengaku menjadi istrinya juga.
"mana buktinya?.."
maita memiringkan kepalanya sedikit dan tangan di dagunya seolah lagi berfikir,"dari sekian lamanya baru minta bukti?..."tanya maita dengan manaikan turunkan alisnya,"tapi untuk apa sayang!..bukan kah kita sudah tidur bersama dan___"
"oky-oky!..santai sayang!..kenapa marah-marah, mungkin ini faktor hamilnya istri mu ini juga ya!.."
satu!
dua!
tig..
"masuk!.."
bernasib baik maita memerintahkan bodyguard lainya masuk dengan membawa sebuah kotak cantik, kalau tidak mungkin Azmi benar-benar akan menendangnya saat ini,sangat menguji kesabarannya sekali.
__ADS_1
maita menerima kota kecil itu yang baru saja di berikan oleh bodyguardnya, dengan langkah anggun di mendekati Azmi. Awalnya mereka ingin menghalangi tapi mendapatkan tatapan isyarat Azmi mereka langsung mundur dengan tatapan yang mengintai mangsa.
rasanya maita ingin tergelak keras saat ini melihat wajah-wajah tegang dan waspada mereka.saat maita sudah berada di depan azmi yang hanya beberapa langkah lagi,dia tidak langsung memberikan kotak itu melainkan menatap sekeliling terlebih dahulu, membuat orang lain kini semakin di buat penasaran dan bertanya-tanya dalam hati.
"semuanya!!.. pasang kamera kalian masing-masing!.."ucapan maita seperti perintah, membuat mereka yang tidak akan ingin ketinggalan pun ikut mengeluarkan handphone mereka masing-masing dan mulai merekam.
melihat semua sudah berjalan dengan lancar,kini maita langsung memberikan kotak itu dengan santai.
"jangan menangis!.."
Azmi menyerngitkan dahinya tak paham, bisikan wanita itu belum dapat Azmi cerna tap dia mengabaikannya begitu saja,lebih baik melihat apa isi kotak ini dari pada menerka-nerka tidak jelas dan tak pasti.
jantung mereka berdetak lebih kencang saat detik-detik pembukaan kota kecil nan imut itu,semua media telah aktif,baik rekaman langsung maupun tidak, butiran keringat mengalir didahi mereka semuanya,rasa penasaran mereka sangat tinggi hingga samanya mencondongkan tubuhnya kedepan untuk mendapatkan rekaman bagus.
tinggal sedikit lagi kota itu terbuka, pertepatan maita menatap Queen dengan tersenyum yang hanya di balas tatapan Tampa ekspresi Queen.
satu!..
dua!..
tiiiiiii!...
deg!..deg!..deg!..
jantung mereka berpacu dengan cepat,sangat menantikan waktu ini,entah kenapa waktu seakan lambat saat-saat detik pembukaan.
deg!
mata Azmi membelalakkan kaget,tangannya dengan cepat mengambil benda keramat itu,saat benda itu di ambil semua orang dapat melihatnya dengan jelas,dan i..itu.
__ADS_1
?