
"tidakk!!!.."
Queen semakin menatap Azmi dengan tatapan bermusuhan,tak peduli di depannya ini suaminya,bagi Queen siapa saja yang menghalangi jalannya maka satu kata!,'mati!!'itu lah yang cocok.
"jangan buat kesabaran saya habis tuan,ingat lah baik-baik saya bukan Aqila yang anda kenal sekarang.."
"jadi siapa anda?.."pertanyaan itu lagi,mana mungkin Queen mengatakan sebenarnya kan?.
"suatu hari anda akan tau,dan saat itu juga mungkin anda akan membenci saya seumur hidup!.."Queen menatap kearah Azmi,salah!!..tapi tatapan kosong yang ada.
keadaan tiba-tiba hening saat itu juga, Queen yang terdiam karena masalalu yang kelam dan Azmi yang masih berfikir siapa Aqila yang iya kenal ini?..,ini sangat rumit, untung sebuah ketukan menghancurkan keheningan Mereka.
tok..tok..tok.
"nak!..ayok makan!.."suara umma terdengar dari luar.
"baik umma!!.."Queen berdiri ingin keluar tapi dia beralih pada ranselnya,jadi dia membereskan itu dulu,dan meletakkannya kembali ke bawah tempat tidur Tampa perduli Azmi yang masih mematung melihat apa yang di lakukannya.
"jaga baik-baik itu untuk ku!..bila hilang atau rusak jangan salahkan aku akan melakukan nekat, walaupun keluarga mu baik selama ini padaku!.."tatapan membunuhnya kembali muncul,lalu beralih pergi dari sana meninggalkan Azmi yang mendadak bisu saat ini.
"cobaan apa lagi ini ya Allah!.."
.
"loh di mana suami kamu nak?.."umma yang tak melihat Azmi pun bertanya.
"ada umma mungkin sebentar lagi!.."Queen kembali kepada dirinya yang mereka kenal, yaitu Aqila yang baik dan murah senyum.
tak lama setelah mengatakan itu Azmi datang dengan tatapan datar,dia duduk di tempat biasanya di samping Queen yang sudah menyiapkan makanan untuknya.
"di makan mas!!.."
__ADS_1
Azmi menatap Queen dengn penuh arti tapi dia menerima itu semua,Tampa mengatakan apa pun.
"tumben Azmi engk minta suap!.."heran abi,padahal baru beberapa hari ini mereka terlihat dekat tapi sekarang sudah diam saja.
"biasalah Abi,umma!!,..kurang itu!.."Queen menyatukan telunjuk tangan telunjuk,hal itu membuat keduanya tergelak.
"ya ampun, menantu umma sangat jujur,lain kali jangan jujur-jujur kali ya sayang!.."umma di sela tawanya.
"kamu Azmi jangan terlalu memaksakan Aqila!..engk baik!.."nasehat Abi.
"wah berarti bentar lagi kita akan dapat cucu Abi..ih..seneng kali umma Bayangi nimang cucu!.. "semangat umma meluap-luap membuat Queen merasa bersalah, padahal cuman mau buat beralasan saja tadi.
Azmi?..dia hanya diam memperhatikan mereka terutama Queen,entah apa yang Azmi fikirkan saat ini tak ada yang mengetahuinya selain dirinya sendiri.
hari yang sudah larut membuat semua makhluk hidup beristirahat kecuali binatang malam yang di mana mencari mangsa di malam hari,suara binatang malam pun sudah terdengar lebih mendominasi di malam ini,begitu juga dengn satu ruangan yang terlihat sunyi padahal dua gender berbeda itu masih terjaga saat ini.
Azmi sibuk dengan leptopnya,urusan kerja masih ada walaupun malam hari sudah tiba,kini dia duduk di sofa saat ini tak jauh dari situ ada seorng wanita yang memainkan leptopnya juga,kali ini Queen terang-terangan menggunakannya, toh Azmi sudah telanjur tau juga.
"katakan jangan seperti orang yang takut padaku!!..aku bukan orang yang makan orang!.."suara Queen sontak Azmi kaget,padahal dia melirik hanya sesekali itu Azmi tak nampak sama sekali kalau di ketahuan tapi sekarang?..
"apa yang kamu lakukan?.."Azmi canggung sekarang, apalagi Azmi sudah tau dia bukan lagi Aqila yang dia kenal jadi bingung harus berinteraksi gimana.
"urusan sedikit!!.."Hanya jawaban singkat yang ia dapatkan.
huftt..
Azmi menghela nafasnya,dia menutup leptopnya dan menuju ke kasurnya,di lelah malam ini jadi dia istirahat lebih baik,apa lagi besok dia akan Pergi ke pesantren Abah Umar di pegunungan bersama Queen pastinya.
"engk peluk?.."goda Queen pada Azmi yang sudah menutup matanya.
"engk!!.."tegas Azmi tak peduli.
__ADS_1
"kok sakit ya!!.."entah kenapa penolakan Azmi membuat dadanya nyeri, mungkin sudah terbiasa dengn tingkah Azmi tapi sekarang dia sudah kembali seperti semua,Azmi yang dingin tak tersentuh.
Queen melirik Azmi yang sudah tertidur membelakanginya,dia tak lagi memikirkan itu,kini dia bergerak cepat mengotak-atik leptopnya.
tiba-tiba suara panggilan video masuk begitu saja.
"kalian ya!.."gumam Queen melirik Azmi sekali lagi,setelah melihat Azmi yang sepertinya sudah pulas barulah dia menekan tombol sambungan.
dan langsung di hadiah sebuah semburan dari anggotanya kepercayaannya atau saudaranya itu.
"kau kemana saja selama ini!!.."zaen yang memakai bahasa Rusia nya.
"kak jangan marah!!."terdengar suara Zia di sana yang mencoba meredakan emosi.
"kalian mengganggu sekali!.."ucap Queen yang memakai bahasa Indonesia,karena dia sudah nyaman memakai bahasa seperti ini.
"wah,apa sih enaknya di Indonesia!..betah sekali ninggalin kami di sini yang banyak yang harus di lakukan..kau santai-santai di sana!.."zaen yang memakai bahasa Rusia,karena dia sedikit paham b.ido tapi sedikit sulit untuk mengatakan dengn fasih beda dengn abngnya zien dan Angela yang sudah pergi keluar negri di mana-mana jadi mereka tau banyak bahasa.
"kapan pulang?.."suara zien terdengar di balik sana, wajah mereka juga terlihat jelas sekarang,mereka lagi kumpul Tampa dirinya?,ada fitter dan Angela juga di sana.
"engk tau!..tapi secepatnya!.."jawab Queen dengan menghela nafas,di blm bisa pulang sekarang.
"kami jemput?.."seru pitter yang ikutan,dia fikir Queen tak punya uang atau kendaraan untuk pulang.
"tidak!!.."tolak tegas Queen.
"sudah lah,aku mau istirahat!.."sebelum mereka bnayk bicara dia langsung mematikannya dan geletak di samping Azmi.
"huftt..rumit sekali!!.."dia kembali melirik Azmi yang tak terusik,Queen meyakini klau Azmi tau pun di tak akan paham bahasa mereka paling hanya dia tadi yang memakai bahasa Indonesia,biar itu menjadi teka-teki baginya, siapa dia sebenarnya.
"sebenarnya kamu siapa Aqila?.."
__ADS_1