
memaki dan mengomeli tak tentu dan tak lupa mengeluh, bibirnya sudah seperti bebek yang menyosor makanan tanpa henti dari tadi, wajahnya menjadi tak enak di pandang karena kesal, tangannya berkali-kali menyeka keringatnya yang membasahi wajahnya itu, badannya serasa ingin lepas dari tempatnya saat ini membuat Queenna kesel setengah mati.
"sial!..sial!..gue bunuh juga tu orang!.."ujar Queenna pelan,karena takut orang yang di umpati tiba-tiba nongol kek setan.
gk sadar diri!
saat pulang kerumah abi, Queenna tak sengaja bertepatan Azmi dan Abi baru pulang kerja,dan yang parahnya tiba-tiba umma juga nongol dari dalem, pokonya tadi itu membuat Queenna berada di tempat yang terjepit, apalagi wajah Azmi yang langsung tak bersahabat padanya saat mendengar penjelasan umma,aduh..umma jujur banget,mau marah!..ini orang tua loh,kualat takut di kutuk jadi babu.
eh jadi kenyataan kan!..
dan inilah cerita Queenna saat ini yang lagi kebersihan seluruh rumah Segede itu tanpa bantuan satu pun, perintah Azmi memang terlihat gampang tapi ini sungguh kejam bila orang yang kena hukumnya.
"jangan makan sebelum selesai!.."
"berhenti lebih lima menit, siap-siap lah satu bulan enggak keluar rumah!.."
mendengar kata-kata keramat itu membuat Queenna berada tak punya pilihan selain menjalani tugasnya, padahal Queenna tadi ingin menunjukkan apa yang dia dapatkan tadi,tapi sepertinya pria itu jadi semakin dingin dan enggan mendengarkannya.
dasar es batu!.
....
"nak!.itu Queenna kesian loh!dari tadi belum berhenti!.belum makan juga!.."
umma yang sengaja datang keruang kerja dengan membawa kopi untuk suami dan anaknya yang masih saja berkerja, sekaligus berbicara pada anaknya untuk tidak menghukum Queenna lagi.
umma adalah ibu rumah tangga jadi dia tau betapa cepaknya membersihkan rumah ini tanpa bantuan orang lain, apalagi keadaan malam dan perut kosong,sudah pasti tersiksa bukan?..
"umma jangan kasian padanya,dia patut di beri hukuman!.. bukannya umma sudah bilang agar tidak sore-sore pulangnya,tapi dia malah.."Azmi tak ingin melanjutkan ucapannya,dia malah kembali pada leptopnya,tanpa sepengetahuan umma dan Abi,Azmi sudah tau apa saja yang di lakukan Queenna itu saat keliling pesantren,jelas Azmi tau kejadian Queenna bersama santri tadi,hal itu lah membuatnya marah, sungguh mencoreng nama baik istrinya kalau kelakuan Queenna yang tak bisa di jaga.
umma mendengar penjelasan putranya membuat wanita itu mendesah pelan,lalu melirik suaminya yang seperti sedang fokus sekali,anak dan ayah itu seperti sangat sibuk sekali, walaupun umma tau mereka sibuk karena apa.
karena tidak ingin mengganggu umma kelaur dari sana untuk melihat menantunya itu.
"jangan terlalu kejam Azmi!.."
__ADS_1
Azmi hanya diam mendengarkan Abi mengucapkan itu, sungguh Azmi sangat kesal Queenna selalu saja tak bisa di bilangin,bahkan ucapan umma saja di langgar,jadi jangan salahkan Azmi tidak segan menghukumnya.
....
hari sudah larut malam,suasana di pesantren mulai sunyi,tak ada lagi yang berkeliaran di pesantren kecuali penjaga keamanan,di mana orang lain sudah di dalam mimpi mereka malah membuka matanya lebar-lebar agar setia berjaga.
di rumah Abi Usman tepatnya di kamar Azmi,kini dia sedang duduk di balkon dengan memijit pelipisnya yang pusing,hari ini sungguh membuatnya lelah namun matanya sama sekali tidak bisa terpejam malah pikirannya tertuju pada istrinya,dia merindukan sosok manja Qilanya itu,wajah dingin tegas namun sangat indah bagi Azmi untuk memandangnya.
tapi kenyataan begitu pahit dia bahkan tidak bisa memeluknya seperti biasa,ada rasa kehilangan di jiwa Azmi walaupun tubuhnya dekat tapi sungguh tidak dapat di bohongi bahwa dia terasa jauh.
lagi pusing-pusingnya,Azmi malah melihat sosok bayangan hitam melesat cepat di bawah rumahnya.
"Qila!!.."spontan Azmi mengatakan Qila namun tersadar itu bukan Queen melainkan Queenna.
"mau kemana dia!.."tatapan Azmi langsung menjadi dingin.
memang setelah hukum Queenna selesai,Azmi tak ingin melihat Queenna jadi dia hanya di kamar saja, sedangkan Queenna yang ingin memberitahu tentang apa yang iya lihat namun sepertinya Azmi benar-benar tak ingin berjumpa dengannya membuat Queenna kesel,di cht juga engk di bales,jangankan di bales di buka saja kagak,nasib dah.
Azmi yang biasanya akan mengelus kepala Queenna hingga tidur tapi kali ini tidak!..sama sekali,pria itu benar-benar marah.
....
di tangan Queenna terdapat senter kecil agar memudahkan untuk melihat kalau ada sesuatu yang mendesak,dia juga tak lupa membawa belati kesayangan Queen itu,untuk jaga-jaga kalau tiba-tiba ada yang nyerang.
"cepat lah!.."
"sutttt!..pelankan suara mu sialan!.."
"oke-oke,santai bro!.."
"jadi kita taruh di mana ini?."
"di sana pasti aman!.."
Queenna dari kegelapan melihat di orang asing yang kini memegang sesuatu menuju area gelap belakang pesantren.
__ADS_1
"eh itu!.."Queenna langsung ngeh saat melihat benda apa itu,mata Queenna membelalak kaget,"gawat!.."berlari ke arah mereka dengan secepat kilat.
bug!.
bug!..
brukkk!
kedua pria itu yang belum sempat mengilak serangan Queenna langsung pingsan di tempat.
"sialan!.."maki Queenna saat memegang benda yang sudah aktif,.."gimana ni jirr!..gue engk tau soal bom ginian!.."kalut Queenna tak tau harus apa,entah gimana mereka bisa masuk ke sini,padahal di luar banyak penjaga.
"pasti bukan hanya mereka berdua saja!.."gumam Queenna pelan, memikirkan mereka masuk,tapi angka mundur itu membuat Queenna ketar-ketir sendiri,gak mungkin iya kembali ke rumah dan membangun semua orang kalau sekarang yang di tangannya ada bom,jangan gila!.. bisa-bisa mereka meledak semua.
"agrhhh!..sialan!.."
tak punya pilihan, Queenna berlari kencang menuju belakang pesantren.jauh dari pesantren itu adalah hutan yang tidak berpenduduk,ya hanya itu satu-satunya cara sekarang, Queenna enggak mau ambil nekat untuk membongkar isi bom ini, bisa-bisa dia juga meledak karena salah potong.
"Queen Lo dimana!..ini darurat jirrr!.."berulang kali pun Queenna memanggil Queen tapi Sama sekali tidak ada sautan dalam pikirannya,seakan di dalam tubuh ini hanya ada dia seorang.
"kalau gue mati!..Lo gue salahkan karena engk muncul-muncul!.."fikiran Queenna benar-benar kalut sekarang,dia memasuki hutan semakin dalam entah ini udah jauh atau belum yang jelas dari tadi dia sudah berlari kencang sekali.melihat angka itu hanya tersisa dua menit lagi.
"njirrr!..kek nya gue bakal mati!!.."
....
beberapa menit sebelumnya.
Azmi melihat Queenna langsung cepat dia turun dan keluar untuk mengejarnya,sempat kehilangan jejak tapi saat di cari lagi akhirnya dia melihat dua orang yang tergeletak tak sadar diri, samar-samar Azmi melihat Queenna yang berlari ke hutan belakang pesantren dengan membawa....,Azmi terkejut bukan main klau itu, langsung menyusul dengan kekhawatiran dalam hati.
tidak ada waktu lagi untuk menghubungi semua orang, apalagi hanya sekedar mengambil senter karena suasana dingin dan gelap,namun masih terlihat samar-samar akibat Cahaya rembulan yang terang.
"ceroboh sekali!.."
Azmi tebak Queenna sudah tau akan hal ini tapi kenapa dia tidak berbicara apa dirinya,kalau seperti ini kan ribet,batin Azmi kesel.
__ADS_1