Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
99


__ADS_3

"tidakkkkk!!."


semua orang tersentak kaget dan langsung menghampiri Azmi yang terduduk dengan nafas memburu, seakan berlari maraton membuatnya berkeringat sangat deras.


"Qila?.."Azmi menoleh di samping dengan cepat tanpa menghiraukan semua orang yang menatapnya khawatir,Azmi memeluk erat Queen yang ternyata masih tenang di tempat tidurnya.


"itu mimpi?.. astaghfirullah, kenapa seperti nyata ya Allah!.."


Azmi masih bersyukur kalau itu hanya mimpi buruk,tapi mimpi itu seakan-akan nyata, membuat Azmi tak mungkin melupakannya.


"Azmi kenapa?..ada yang sakit!.."umma khawatir melihat putranya itu yang tiba-tiba berteriak,umma dan yang lain berasa seperti senam jantung karenanya.


Azmi hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya,dia masih setia memeluk Queen erat,tak ingin melepaskannya,takut ini masih mimpi yang menyakitkan itu.


"satu menit lagi!.."


deg!


ucapan itu mengingatkan pada Azmi pada mimpi buruk itu,Azmi menggelengkan kepalanya dengan bergumam tidak jelas,dia semakin mengencangkan pelukannya bahwa dia tak ingin berpisah dengan Queen.


"enggakk ya Allah, selamat kan istri ku!..jangan biarkan dia pergi!.."


Azmi tidak akan pernah sanggup semisalnya mimpi itu benar-benar terjadi, engk!..di bisa gila karena itu,cintanya terlalu besar,di enggak bisa kalau di tinggalkan dengan takdir Allah.


"nak!..jangan terlalu erat memeluk Qila!.."


ucapan ibunda tercinta Azmi saja kini dia abaikan, ketakutan Azmi masih bersarang di hatinya membuat dia hanya ingin dekat dengan hidup nya,ya istrinya ini adalah hidupnya, memang ini terlihat berlebihan tapi ketahuilah orang yang sungguh-sungguh mencintai pasti takut kehilangan kalau situasi sudah seperti ini.


Ting!..


pukul sudah menunjukkan tengah malam pas, membuat hati mereka semua was-was…terutama Azmi Yang senantiasa berdoa dari tadi.


"ya Allah jauhkan mimpi itu jadi nyata,hamba mu ini enggak akan sanggup menerima kenyataan ini!.."


ingin sekali Azmi berteriak keras melampiaskan rasa sesak di hatinya,namun ini tidak bisa.


"jangan tinggalkan mas sayang!.."Azmi merasakan tangan Queen perlahan dingin kini membuat seakan Senam jantung.


"dokter!!..mana dokter!!.."


teriakan Azmi membuat semua panik,apa yang terjadi?..apa yang terjadi?.. pertanyaan semua orang dalam hati.


pitter yang berada di sana dengan cepat memeriksanya,sempat Azmi tertekun melihat pitter,bukan tentang Pitter namun apa yang ada dalam mimpinya!..meleset! seharusnya dokter rumah sakit ini lah yang memeriksa Queen dan lalu di nyatakan meninggal.

__ADS_1


mendapatkan sedikit perubahan dalam mimpi dan dunia nyata membuat Azmi sedikit merasa lega namun tidak sepenuhnya,dia masih khawatir.


"dia...."


semua orang menatap pitter dengan penasaran dan ketegangan, apalagi pitter malah menggantung ucapannya membuat rasa gelisa tak menentu.


"katakan!!.."


pitter langsung tersentak mendengar bentakan Azmi,pria ini sungguh gila kalau sudah menyangkut Queen mereka.pitter mencoba menenangkan,namun sepertinya suami Queen mereka ini sungguh lebih ganas dari apa yang di bayangkan.


"Queen tidak papa!.. walaupun denyut nadinya sempat lemah tapi sekarang sudah melewati kritisnya!.."


penjelasan Pitter membuat mereka lega,bahkan keluarga Queen meneteskan air matanya, sangat bersyukur sekali di berikan kesempatan untuk menembus semua hutang mereka pada Queen sejak kecil hingga saat ini.


brukkk!..


"azmiiiii!!.."


...


bulu mata lentik itu berkedip berkali-kali, mata indah itu tak bosan memandangi wajah tampan di depannya,tak bosan memegangi pipi halus tanpa noda itu, menulusuri pahatan yang sempurna di matanya.


mengingat kejadian yang membuatnya dan pria yang dia cintai seperti ini, membuat cahaya matanya meredup, bening-bening kristal di sudut matanya.seperti ada batu yang menghimpit dadanya, seakan membuatnya tak bernafas.


"maaf!!.."


cup!.


"cepat sembuh mas!..Qila sayang mas Azmi!.."


"assalamualaikum!.."


setelah memastikan bahwa dia tak terlihat habis menangis,Queen pun beranjak dari tempat tidurnya menuju ke pintu kamar.


"waalaikumsalam!..bunda!..sama siapa Bun?.."


Queen memeluk bunda Hannan dan berkali-kali mencium tangannya.


Queen tersenyum senang melihat keluarga yang dia inginkan selama ini menjadi nyata,Queen belum pernah menyangka bahwa saat dia bangun dari tidurnya dia langsung di suguhkan oleh sosok-sosok orang yang selama ini dia perhatikan dari jauh, walaupun pernah terbersit dalam hati Queen untuk bergabung pada mereka tapi dia terlalu takut untuk di tolak,tapi siapa sangka Tuban sendiri yang memberikan jalan seperti sekarang ini, walaupun harus melewati beberapa rintangan.


satu hari saat kejadian di mana pitter menyatakan dirinya selamat dia pun langsung tersadar, hati nya senang saat melihat orang yang Queen sayang hadir,namun di sisi lain dia sedih mendengar penjelasan mereka kalau Azmi harus koma karena keadaan yang di paksa waktu itu untuk menjaga dirinya.


siapa yang tidak merasa bersalah coba kalau ceritanya kayak gini?

__ADS_1


dua Minggu keadaan Azmi mulai sehat walaupun belum sadar Queen sebagai istri yang berbakti dia dengan telaten mengurusi azmi,bahkan urusan pekerjaannya dia serahkan pada anggota darkness yang sudah kembali ke Rusia.


Queen cukup tidak betah di rumah sakit membuatnya meminta anda keluar mertuanya untuk membawa Azmi pulang, syukur mereka setuju hal itu membuat Queen cukup senang.


Queen memeluk anggota keluarganya satu persatu, walaupun belakang ini Mereka sering berjumpa tetap saja tidak sebanding dengan apa yang selama ini ia rasakan,di penuhi oleh keluarganya membuat dia menghangat.


"bagaimana keadaan menantu bunda?.."


"bunda tidak perlu khawatir, sekarang mas Azmi sudah mulai sehat,ya kan bi..ma?.."Queen menata mertuanya itu yang mengangguk sambil tersenyum.


"Alhamdulillah!.."kompak mereka.


"bng Ryu mana?.."Queen yang tak melihat Abang sulungnya itu, sedangkan Daffa ada.


"biasalah nak,kantor menuntutnya untuk datang!.."jelas ayah Dario.


Queen mengangguk paham Tanpa meminta penjelasan lebih lanjut.


"pernikahan kalian sudah direpsesi kan?.."


pertanyaan bunda Hannan membuat Abi maupun umma sedikit tersinggung,karena mereka bersalah belum membuatkannya hingga sekarang.


"maaf kami!..belum sempat membuatnya!..banyak kejadian yang tak terduga akhir-akhir ini!.."


ayah dan bunda saling tatapan dan tersenyum senang, membuat Abi dan umma merasa heran, bukannya mereka harus marah ya?.. setidaknya kesel gitu?..


"bagus!.."kompak keduanya.


"kami berencana akan membuat pernikahan ulang untuk anak kami!..saya sendiri yang akan menikahkannya!..cukup selama ini kami yang tidak pernah memberikan kasih sayang pada putri satu-satunya kami!..hanya ini yang bisa kami buat!.."


tes!.. air mata Queen menetes dari sangat terharu mendengar ucapan ayahnya, langsung saja di memeluk dengan erat,bunda juga ikut bergabung memeluk anaknya itu.


Abi dan umma juga terlihat terharu dengan keluarga Queen saat ini,bahkan umma tak segan memeluk suaminya di depan mereka.


"terimakasih ayah, terimakasih bunda!..,tapi!.."


ucapan gantung Queen membuat mereka penasaran.


"apakah mas Azmi mau?.."Queen mengatakan itu dengan ragu,Queen seperti anak kecil bila dekat keluarga,tak ada sikap ganas maupun dinginnya di hadapan mereka,yang hanya ada tatapan lugu dan polos, sebagaimana seorang anak yang minta di perhatikan.


"mas setuju sayang!.."


deg!

__ADS_1


semua mata langsung mengarah pada sosok yang tengah berdiri dengan berpegangan dengan sisi tangga, dengan menampilkan senyuman manis di wajah tampannya.


"massss!!.."


__ADS_2