
"mbak di sini biasanya banyak ikan,liat lah kalau jam menjelang siang seperti ini bnyak yang memancing juga!.. biasanya azim akan mancing sama temen-temen tapi untuk hari ini azim khusus untuk mbak"
azim yang baru selesai kelasnya dia langsung saja ingin memancing,tapi mengingat ada kk iparnya yang pastinya blm tau seperti ginian, menurutnya. pasti bisa membuat dia lebih di pandang lagi, ecek-ecek nya membanggakan diri di depan ipar lah.
Queen melihat sekeliling yang memang banyak yang memancing,sungai ini biasanya tempat santri putra dan tidak akan di masuki santri putri tapi berhubung di sini Queen memiliki adik ipar dan ada juga suaminya yang merupakan alumi di sini juga,ya oky-oky aja lah klau dia boleh kesini.
"memangnya biasan dapet berapa?.."Azmi yang hanya diam dari tadi melihat ke akraban mereka tentu tidak senang, yang masalahnya itu dia di abaikan sedangkan azim yang baru datang sudah asik bercerita sedangkan tadi saat di dapur Queen malah tak ingin bercerita apapun selain membantu memasak Biasa.
"gk tentu sih kk,kadang 5 ekor 3,.ya gitu lah!.., "mengatakan itu dengn menatap ke air jernih itu bahkan ikan lewat saja bisa nampak di sana.
"klau air sejernih ini,bukannya lebih bagus menggunakan tombak?.."ucapan Queen yang tau mengenai ini,karena di kehidupannya yang penuh bahaya dia juga harus bisa bertahan di alam bebas termasuk mencari sumber makanan di manapun itu.
mendengar itu azim jadi malu,apa yang di katakan mbaknya ini memang benar tapi knp mereka tak pernah memikirkan itu,rencana ingin menunjukkan kehebatan kini lenyap di ganti rasa malu yang teramat.
Azmi diam bukan berarti tak paham kalau seperti ini,dia sudah pernah di sini tentu saja sudah paham seperti ini,dia mencari babu yang di runcingkan, setelah itu dengn menaikan celana nya sampai kelutut begitu juga lengan baju yang di lipat sampai kesiku, penampilan Azmi seperti anak muda berumur 20 tahun,sangat menawan,gagah dan berani, apalagi wajahnya tanpa ekspresi membuat Queen cukup terkesan padanya.
"azim tau kak azmi tampan,tapi jangan Sampek keluar juga air liurnya mbak!.."seloroh azim membuat Queen melotot dengn tangan yang ke bibirnya.
"tidak ada apa-apa!.."
__ADS_1
Queen antara ingin memukul atau membunuh azim saat ini, bisa-bisanya dia tertipu oleh bocah ini, dia juga salah bisa-bisanya terpana melihat hal seperti itu, semenjak tinggal bersama mereka Queen merasa bebas mengekspresikan mimik wajah dan emosinya di sini,tidak seperti dulu yang hanya muka tembok dan daya tenangnya tapi mematikan.
tidak butuh lama Azmi langsung mendapat 10 ekor,hal itu membuat azim bersorak,begitu juga dengn santri lain yang melihat itu kagum,karena mereka jarang sekali mendapatkan ikan sebanyak itu.
"tidak perlu memancing,cukup cari bambu yang di runcingkan untuk jadi tombak,tapi harus berhati-hati dalam menancapkan ke arah ikan yang akan cepat berenang,kita harus fokus akan hal itu.."Azmi menjelaskan kepada mereka,yang angguki semangat,tak lupa ucapan terimakasih mereka, setelah mengetahui metode seperti itu,mereka pun berbondong-bondong mencari bambu dan melakukan seperti apa yang di bilang Azmi pada mereka.
azim mendatang Azmi yang membawa ikan yang gemuk-gemuk di tangannya.
"wah keren kK!.."
Azmi tidak menghiraukan adiknya yang memujinya melainkan dia kearah Queen yang dari tadi hanya menatap dirinya.
"lumayan lah,..ayok kita pulang hari ini kita akan masak ikan panggang!.."ajak Queen pada mereka.
tapi melihat dua laki-laki itu memasang wajah tak senang membuat Queen tadi bingung,salahnya di mana,apa karena mereka tidak ingin ikan panggang?..
"ada apa dengn kalian berdua!.."dengn menatap mereka males.
"mbak tadikan azim memuji kk azmi tapi dia abaikan azim...sakit kali hati azim!.."lebay azim dengan menyentuh dadanya seolah sakit.
__ADS_1
Queen malah tertawa mendengar,beda dengn Azmi yang memasang wajah sebaliknya.
"nah kalau kamu mas kenapa?.."kini gantian Azmi yang di tanya.
"tadi Aqila tidak memuji mas,mas merasa lemes dan engk bersemangat sekarang!.."
kali ini keduanya melongo mendengarnya,tapi tak seberapa lama azim malah tertawa terbahak-bahak,hal itu Azmi semakin kesel dengn adik nya ini,Tampa mengajaknya pergi dia menarik tangan Queen meninggalkan azim yang asik pada dunianya itu.
"kakak,mbak..tunguuuu!."
"rasain!.."mereka yang sudah jauh dari azim yang baru sadar di tinggalkan langsung saja berteriak keras.
Queen tersenyum melihat keakraban mereka, walaupun selalu bertengkar seperti ini tapi tak menghilangkan rasa kasih sayang seorang kakak dan adik,Queen malah cemburu sekarang,dia ingin di posisi jadi azim.
"knp melamun!.."
Queen tersadar ada yang memegang pipinya,dia menatap Azmi yang juga bersitatap dengnnya,dengn senyum tipis Queen menjawab.
"tidak apa-apa,hanya menghayal kalau mas yang manggang ikan pasti keren!.."bohongnya tapi Azmi malah melakukannya karena mendengar kata keren membuatnya semangat empat lima.
__ADS_1