Mafia Terjebak Di Pesantren

Mafia Terjebak Di Pesantren
46


__ADS_3

"Abi hanya bilang hati-hati di jalan!.. walaupun di sana terlihat aman tapi kita tidak tau apa saja yang akan terjadi di jalan..Abi hanya bisa berdoa di sini agar sampai di tujuan.."nasehat Abi pada Azmi yang mengangguk paham.


"Azmi jaga menantu umma yang cantik ini,awas klau pulang-pulang ada yang lecet.."ancam umma langsung mendapat teguran dari suaminya sendiri.


"baiklah Abi,umma Azmi akan dengar nasehat kalian..kami pergi!.. assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,.."setelah sekian pajang nasehat yang serta ancaman dari kedua orang tuanya ini,dia pun akhirnya bernafas lega setelah keluar dari perkarangan pesantren.


"tak perlu berpura-pura lagi!.."


ucapan azmi cukup pedas memang hal itu membuat Queen paham,dia mengerti apa maksudnya itu sangat mengerti malah.


"apakah jauh?.."basa basi Queen yang merasa situasi ini tidak enak bagi dirinya, entahlah padahal ini bukan sifat dirinya tapi selama menjadi Aqila dia sekarang sangat tersiksa karena kesunyian ini.


"masih!."


"kenapa dia yang jadi seperti aku dulu?.."


Queen tak lagi bertanya atau sekedar berbasa-basi,tapi kini dia melihat sekeliling untuk melihat ada yang mencurigakan atau tidak,tapi selama perjalanan ini dia masih aman.


entah kenapa setelah beberapa hari ini Queen merasa ada yang janggal karena tidak ada satu pun anggota dari ayah angkatnya, Maximilian itu biasanya akan terlihat walaupun hanya beberapa,hal ini yang membuat nya merasa was-was karena tak melihat mereka yang tiba-tiba menghilangkan,klau ada masalah pasti zien akan melapor padanya tapi saat ini blm ada sama informasi sama sekali.


"apa yang dia cari?.."

__ADS_1


Azmi selalu memperhatikan sikap Queen yang tampak semakin aneh,lebih tepatnya bertingkah semakin waspada, apalagi saat ini kelakuannya sangat lah menarik perhatian dirinya yang mencoba tidak peduli tapi diam-diam dia peduli sekaligus penasaran.


saat mobil sudah memasuki hutan dan jalanan yang tidak lagi mulus melainkan lekukan tanah yang bergelombang membuat perjalanan akan menjadi lama,suana di jalan ini memang terlihat sangat asri masih terjaga dari campur tangan manusia,tapi hal itu membuat terasa mistis,udara yang sejuk dan matahari yang tidak terlalu tembus karena pepohonan yang lebat.


duar..


citttt...


mobil yang oleng tiba-tiba membuat Azmi langsung mengerem mendadak,untung dia yang sigap langsung menghalangi Kepala Queen yang akan akan terbentur bila tidak di halangi oleh tangannya.


"dia peduli?.."


bukannya waspada seperti Azmi,Queen malah berfikir Azmi yang tiba-tiba saja peduli padanya,entah apa yang masuk ke otaknya saat itu.


"ikut!!.."


Azmi tak melarang tapi tatapannya masih kepejuru arah sekeliling hutan,mereka keluar dan mendapatkan ban mobil yang bocor,"ada yang jebak?.."Queen tau trik seperti ini yang pasti di lakukan oleh rampok, berarti ada orang yang pastinya lebih ingin membegal mereka.


"ya!.."Azmi membenarkan itu,karena paku yang berserakan di jalan mustahil ini bukan jebakan,dan benar saja beberapa saat sebuah kelompok orang datang dengn membawa senjata.


"serahkan harta kalian!!..atau mati!!.."teriak bos dari mereka dengn berlagak sombong mengacungkan parang tumpulnya.

__ADS_1


"kami hanya lewat!.. sebaiknya kalian pergi!!.."Azmi menatap tajam mereka satu persatu.


"cih lewat?..ini kawasan kami sekarang!..sebaiknya berikan harta kalian,dan mobil kalian cukup bagus!.."dengn menatap mobil dengn keinginan yang tinggi,siapa yang menolak coba mobil yang mewah yang hanya di tempati oleh dua orang, sedangkan dia sepuluh orang yang bisa saja merebut itu semua, memikirkan dia akan kaya tiba-tiba membuat tersenyum sendiri.


"dia gila!!.."bisik Queen yang memang di belakang tubuh Azmi,entah kenapa Azmi malah membawanya ke belakang tubuhnya,apa dia melupakan dia juga pandai bela diri?..atau Azmi masih menganggapnya sebagai Aqila yang lemah?...entah lah.


Queen memang berbisik tapi bisikan itu tetap terdengar oleh mereka yang malah menatap wanita di balik pria tampan itu.


"dasar ******!!..apa yang kau katakan!!.."teriak marah mereka.


"gila!..kalian kan gila!.. marah-marah gak jelas lagi!.."Queen langsung muncul dengn bola mata yang menatap malas mereka,tapi reaksi dari mereka membuat Queen dan Azmi malah bingung.


"ha-hantu!!.."teriak dari mereka kuat,dan langsung pingsan di tempat,ada yang bersembunyi di balik tubuh bos mereka yang malah menatap mereka yang berteriak histeris itu dengn tatapan marah bercampur malu, kenapa mereka seperti orang yang kesurupan?.


"ada apa dengan kalian!!.."bentak bos mereka dengn muka yang memerah marah,dia sangat terpana dengn kecantikan wanita berhijab maron itu, kecantikan sangat kalah dengan j*l*Ng Yang ia punya,tentu dia bernafsu untuk merasai wanita cantik itu, imajinasi nya yang sudah liar kini terganggu oleh pengikutnya yang malah berteriak histeris dengn berkata hantu!.


"bo-bos dia hantu bos!.. wanita iblis itu sudah mati..di-dia mati!.."gagap pria itu dan akhirnya ikut pingsan bersama temannya,kini dua orang yang masih tersisa yang menyatakan Queen hantu.


"sial!.."umpat bos mereka, menggeram marah.


Queen yang menjadi masalah mereka pingsan malah mengerutkan keningnya,dengn meraba wajahnya,lalu menatap Azmi yang juga heran melihat tingkah mereka yang seperti beneran melihat hantu.

__ADS_1


"tuan apakah saya terlihat seperti hantu di siang bolong?.."


__ADS_2